Kemendag Ungkap Penyebab Tutupnya Beberapa Gerai Ritel Modern Besar

- Pewarta

Selasa, 28 Februari 2023 - 15:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LINGKARIN.COM – Fenomena tutupnya beberapa gerai ritel modern berukuran besar kemungkinan disebabkan oleh adanya perubahan pola konsumsi masyarakat dan gerai yang terus mengalami kerugian.

Selain itu, lokasi gerai yang sudah mulai ditinggalkan konsumen dan persaingan di bisnis ritel makanan yang semakin ketat juga menjadi kemungkinan tutupnya banyak gerai ritel modern besar.

Hal tersebut diungkapkan oleh Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Kasan Muhri, Sabtu 11 Februari 2023.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Kasan, terjadi pergeseran pola konsumsi dari offline ke online yang diakselerasi selama pandemi.

Masyarakat dapat dengan mudah membandingkan harga barang di ritel offline dan online melalui gawai.

“Biasanya lokapasar menawarkan harga barang yang lebih murah dari retail offline,” jelasnya.

Selain itu, saat ini pola konsumsi masyarakat cenderung lebih menyukai berbelanja kebutuhan sehari-hari di toko berformat kecil seperti swalayan atau minimarket yang dekat dengan permukiman.

“Lebih praktis dalam mencari barang tanpa harus mengelilingi area belanja yang luas,” ungkapnya.

Kasan menambahkan, berdasarkan data Nielsen, pertumbuhan konsumsi Fast Moving Consumer Goods (FMCG) di gerai berukuran besar sudah menunjukkan pergerakan minus sejak sebelum pandemi.

Sebaliknya, konsumsi FCMG di gerai berukuran kecil selalu menunjukkan pertumbuhan yang cukup tinggi.

Di sisi lain, gerai yang ditutup adalah gerai yang terus mengalami kerugian sehingga efisiensi mesti dilakukan.

Salah satu bentuknya dengan mengurangi beban operasional.

“Lokasi gerai yang ditutup mulai ditinggalkan konsumen karena mungkin ada strategi perusahaan untuk memindahkan gerai ke lokasi yang lebih menguntungkan,” lanjutnya.

Terkait hal ini, pemerintah optimistis kinerja ritel modern masih memiliki peluang untuk terus tumbuh pada tahun 2023.

Hal tersebut dipengaruhi oleh sentimen berakhirnya pandemi, kestabilan ekonomi nasional dan dimulainya tahun politik yang diyakini dapat meningkatkan belanja produk di ritel.

“Namun pelaku usaha diharapkan dapat terus beradaptasi dengan pola konsumsi masyarakat misalnya memindahkan gerai ke lokasi yang lebih menguntungkan dan juga menyediakan layanan lokapasar,” kata Kasan mengakhiri penjelasannya.***

Berita Terkait

SapuLangit Media Center Luncurkan 5 Media Online Baru, Fokus Berita Kesehatan, Pariwisata dan Lingkungan Hidup
Pajak Bangunan Jadi Andalan PAD, Digitalisasi Jadi Penentu Kunci
Galeri Foto Pers Efektif Tingkatkan Kredibilitas Dan Kepercayaan Publik
CSA Index Agustus 2025 Jadi Bukti Kepercayaan Pasar yang Kembali Stabil
Hillcon Equity Divestasi Premium, Porsi Kepemilikan Tetap Kuasai Mayoritas
Diplomasi Tarif RI-AS: Dari Penurunan 19 Persen ke Peluang Pasar Lebih Luas
Keluar dari Bayang-Bayang Singapura, Pemerintah Indonesia Ambil Langkah Besar Soal Importasi BBM
Lonjakan CSA Index Jadi Penanda Kuat Keyakinan Investor atas Fondasi Ekonomi RI

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 06:55 WIB

SapuLangit Media Center Luncurkan 5 Media Online Baru, Fokus Berita Kesehatan, Pariwisata dan Lingkungan Hidup

Rabu, 27 Agustus 2025 - 06:47 WIB

Pajak Bangunan Jadi Andalan PAD, Digitalisasi Jadi Penentu Kunci

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:08 WIB

Galeri Foto Pers Efektif Tingkatkan Kredibilitas Dan Kepercayaan Publik

Selasa, 12 Agustus 2025 - 14:14 WIB

CSA Index Agustus 2025 Jadi Bukti Kepercayaan Pasar yang Kembali Stabil

Selasa, 12 Agustus 2025 - 11:03 WIB

Hillcon Equity Divestasi Premium, Porsi Kepemilikan Tetap Kuasai Mayoritas

Berita Terbaru