Pengungsi Afghanistan Protes Penundaan Program Relokasi ke AS

- Pewarta

Senin, 27 Februari 2023 - 10:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Ratusan pengungsi Afghanistan, yang telah menunggu sangat lama untuk mendapatkan persetujuan atas visa mereka untuk masuk ke Amerika Serikat melalui program relokasi warga Afghanistan, menggelar protes di ibu kota Pakistan pada Minggu (26/2). Para warga tersebut, yang merupakan bagian dari kelompok yang berisiko setelah Taliban mengambil alih kekuasaan di Afghanistan, memprotes program relokasi yang kini tampak mandek.

Prioritas 1 dan Prioritas 2 pemerintah AS, yang dikenal sebagai program pengungsi P1 dan P2 dimaksudkan mempercepat visa bagi warga Afghanistan yang berisiko termasuk jurnalis dan aktivis HAM setelah Taliban mengambil alih tanah air mereka. Mereka yang memenuhi syarat harus sudah bekerja untuk pemerintah Amerika Serikat, organisasi media yang berbasis di AS, atau organisasi nonpemerintah di Afghanistan, dan harus dirujuk pemberi kerja yang berbasis di Amerika Serikat.

Pelamar telah menunggu proses aplikasi visa mereka di Pakistan selama lebih dari satu setengah tahun. Keterlambatan dalam menyetujui visa dan pemukiman kembali telah membuat para warga Afghanistan itu berada dalam posisi yang sangat rentan karena mereka menghadapi kesulitan ekonomi dan kurangnya akses ke kesehatan, pendidikan dan layanan lainnya di Pakistan.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mohammad Baqir Ahmadi, yang mengaku membantu mengatur protes di luar Klub Pers Nasional Pakistan di Islamabad, mengatakan banyak warga Afghanistan yang menghadapi masalah dalam perpanjangan visa di Pakistan di saat menunggu proses aplikasi visa untuk masuk ke Amerika Serikat.

Berdasar peraturan AS, pemohon harus pindah dulu ke negara ketiga sementara pengajuan visa mereka diproses. Masa tunggu tersebut dapat berjalan selama 14 hingga 18 bulan. Proses dilakukan melalui pusat dukungan pemukiman kembali.

Taliban merebut kembali kekuasaan di Afghanistan pada Agustus 2021 ketika pasukan Amerika Serikat dan NATO keluar dari negara itu. Banyak warga Afghanistan berusaha pergi begitu Taliban mengambilalih kekuasaan. [ka/rs]
[ad_2]

Berita Terkait

Melalui Penyelesaian Sengketa WTO, Tiongkok Ajukan Gugatan Terhadap Amerika Serikat Masalah Tarif
Bukan Konfrontasi, Tiongkok Siap Bekerja Sama dengan Pemerintahan Presiden AS Donald Trump
Tak Tersedia Lagi di App Store dan Google Play Store di AS, Penguman Resmi Aplikasi Asal Tiongkok Tiktok
Menlu RI Sugiono Lakukan Pertemuan Bilateral dengan Menlu Malaysia Mohamad Hasan, Ini yang Dibahas
Proyeksi Pertumbuhan Perekonomian Tiongkok pada 2024 dan 2025 Meningkat, Kata Goldman Sachs
Kerja Sama BNSP dan KBRI di Tokyo: Indonesia dan Jepang Optimalisasi Tenaga Kerja
Hong Kong Kurangi Partisipasi Masyarakat dalam Pemilu
Reuters akan Gugat Turki atas Larangan terhadap Artikel Mereka

Berita Terkait

Jumat, 11 April 2025 - 07:26 WIB

Melalui Penyelesaian Sengketa WTO, Tiongkok Ajukan Gugatan Terhadap Amerika Serikat Masalah Tarif

Selasa, 21 Januari 2025 - 11:12 WIB

Bukan Konfrontasi, Tiongkok Siap Bekerja Sama dengan Pemerintahan Presiden AS Donald Trump

Senin, 20 Januari 2025 - 11:17 WIB

Tak Tersedia Lagi di App Store dan Google Play Store di AS, Penguman Resmi Aplikasi Asal Tiongkok Tiktok

Senin, 20 Januari 2025 - 10:23 WIB

Menlu RI Sugiono Lakukan Pertemuan Bilateral dengan Menlu Malaysia Mohamad Hasan, Ini yang Dibahas

Selasa, 15 Oktober 2024 - 13:44 WIB

Proyeksi Pertumbuhan Perekonomian Tiongkok pada 2024 dan 2025 Meningkat, Kata Goldman Sachs

Berita Terbaru

Pers Rilis

Hainan: Etalase Kebijakan Pintu Terbuka Tiongkok

Jumat, 29 Mei 2026 - 15:45 WIB