Taliban Sebut 150 Orang Meninggal Akibat Cuaca Musim Dingin

- Pewarta

Kamis, 26 Januari 2023 - 06:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Pejabat Taliban mengatakan pada hari Kamis (26/1) bahwa 158 orang meninggal dunia sejauh ini pada awal 2022 akibat musim dingin yang keras di Afghanistan, membuat krisis kemanusiaan di negara itu semakin parah.

Adbul Rahman Zahid, pejabat Taliban dari Kementerian Manajemen Bencana Alam mengatakan bahwa kasus-kasus kematian itu terjadi akibat suhu dingin, banjir dan masalah cuaca lainnya.

Pengambilalihan kekuasaan oleh Taliban Agustus 2021 lalu membuat ekonomi Afghanistan terpuruk dan mengubah negara itu, mendorong jutaan orang ke dalam jurang kemiskinan dan kelaparan.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Aliran bantuan asing pun berhenti hampir seketika.

Prakiraan cuaca mengatakan bahwa suhu udara akan anjlok ke -35 Celcius di sebagian wilayah Afghanistan akhir pekan ini.

Berbagai kelompok kemanusiaan memberikan bantuan musim dingin kepada masyarakat, termasuk alat penghangat, uang tunai untuk membeli bahan bakar dan baju hangat. Akan tetapi, penyaluran bantuan itu sangat terdampak oleh aturan Taliban yang melarang perempuan bekerja, termasuk staf perempuan kelompok LSM, kata Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA).

Shazia, yang tidak bersedia memberikan nama belakangnya, kehilangan dua anaknya dua bulan lalu akibat cuaca dingin ekstrem dan ketiadaan penghangat udara.

Ia tinggal di sebuah kamp darurat di Kabul setelah mengungsi dari Provinsi Laghman.

Ia mengatakan, tidak ada cukup sumber penghangat dalam ruangan dan salah satu dari sedikit cara untuk menghangatkan ruangannya adalah dengan memanggang roti. [rd/jm]
[ad_2]

Berita Terkait

Melalui Penyelesaian Sengketa WTO, Tiongkok Ajukan Gugatan Terhadap Amerika Serikat Masalah Tarif
Bukan Konfrontasi, Tiongkok Siap Bekerja Sama dengan Pemerintahan Presiden AS Donald Trump
Tak Tersedia Lagi di App Store dan Google Play Store di AS, Penguman Resmi Aplikasi Asal Tiongkok Tiktok
Menlu RI Sugiono Lakukan Pertemuan Bilateral dengan Menlu Malaysia Mohamad Hasan, Ini yang Dibahas
Proyeksi Pertumbuhan Perekonomian Tiongkok pada 2024 dan 2025 Meningkat, Kata Goldman Sachs
Kerja Sama BNSP dan KBRI di Tokyo: Indonesia dan Jepang Optimalisasi Tenaga Kerja
Hong Kong Kurangi Partisipasi Masyarakat dalam Pemilu
Reuters akan Gugat Turki atas Larangan terhadap Artikel Mereka

Berita Terkait

Jumat, 11 April 2025 - 07:26 WIB

Melalui Penyelesaian Sengketa WTO, Tiongkok Ajukan Gugatan Terhadap Amerika Serikat Masalah Tarif

Selasa, 21 Januari 2025 - 11:12 WIB

Bukan Konfrontasi, Tiongkok Siap Bekerja Sama dengan Pemerintahan Presiden AS Donald Trump

Senin, 20 Januari 2025 - 11:17 WIB

Tak Tersedia Lagi di App Store dan Google Play Store di AS, Penguman Resmi Aplikasi Asal Tiongkok Tiktok

Senin, 20 Januari 2025 - 10:23 WIB

Menlu RI Sugiono Lakukan Pertemuan Bilateral dengan Menlu Malaysia Mohamad Hasan, Ini yang Dibahas

Selasa, 15 Oktober 2024 - 13:44 WIB

Proyeksi Pertumbuhan Perekonomian Tiongkok pada 2024 dan 2025 Meningkat, Kata Goldman Sachs

Berita Terbaru

Pers Rilis

Hainan: Etalase Kebijakan Pintu Terbuka Tiongkok

Jumat, 29 Mei 2026 - 15:45 WIB