LINGKARIN.COM – Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan bahwa Indonesia memiliki fondasi kuat untuk menjadi negara industri, dan terus melangkah, serta menjawab semua tantangan yang ada di depan mata.

“Hal ini merupakan bagian kecil dari suatu pencapaian yang lebih besar.”

“Semua dapat dicapai dengan kerja sama yang baik dari semua stakeholder, demi industri dan Indonesia yang lebih baik,” kata Menperin di Jakarta, Selasa 27 Desember 2022.

Jaringan Portal Berita Fokus Siber Media Network Mengucapkan Selamat Natal dan Tahun Baru 2023 Gubernur BI Perry Warjiyo Sebut Pertumbuhan Kredit November 2022 Capai 11,16 Persen

Menperin mengemukakan, pada 2020, pertumbuhan sektor industri pengolahan nonmigas sempat tertekan hingga minus 2,52 persen karena dampak pandemi COVID-19.

Namun, melalui berbagai kebijakan strategis untuk mengakselerasi pemulihan ekonomi nasional, kinerja sektor industri manufaktur di tanah air terus bangkit.

“Kinerja kembali bergairah pada tahun 2021 dengan angka pertumbuhan sebesar 3,67 persen.”

Gubernur BI Perry Warjiyo Sebut Pertumbuhan Kredit November 2022 Capai 11,16 Persen Natal 2022 dan Tahun Baru 2023, Pelindo Pastikan Kelancaran Arus Mudik di 63 Terminal Penumpang

“Kemudian tren positif berlanjut pada tahun 2022, yang tercermin pada triwulan I tumbuh sebesar 5,47 persen, triwulan II sebesar 4,33 persen, dan triwulan III sebesar 4,88 persen,” sebutnya.

Capaian gemilang tersebut membuktikan bahwa pemerintah mampu menjaga kondisi industri agar tetap tumbuh positif di tengah gejolak dan tantangan yang ada.

“Adapun dari aspek kontribusi dalam PDB, kontribusi industri pengolahan nonmigas pada triwulan III tahun 2022 sebesar 16,10 persen.”

Natal 2022 dan Tahun Baru 2023, Pelindo Pastikan Kelancaran Arus Mudik di 63 Terminal Penumpang Tantangan Perekonomian Indonesia di Tengah Pertumbuhan Ekonomi Dunia yang Anjok Berat

“Namun demikian, tidak serta merta berarti industri mengalami deindustrialisasi,” ungkap Agus.

Menurutnya, kontribusi industri masih merupakan yang tertinggi di antara sektor ekonomi lainnya.

“Ini merupakan tugas kita bersama, bagaimana meningkatkan kinerja industri kembali sehingga kita bisa menjadi negara industri,” imbuhnya.

Tantangan Perekonomian Indonesia di Tengah Pertumbuhan Ekonomi Dunia yang Anjok Berat Antisipasi Lonjakan Order Natal 2022 dan Tahun Baru 2023, Lalamove Tambah Layanan

Dari sisi ekspor, sumbangsih dari sektor manufaktur terus meningkat meski di tengah kondisi dunia yang sedang tidak stabil.

Nilai ekspor industri pada Januari-Oktober 2022 mencapai 173,20 miliar dolar AS atau berkontribusi 76,51 persen dari total nilai ekspor nasional.

“Angka tersebut telah melampaui capaian ekspor manufaktur sepanjang tahun 2020 sebesar 131,09 miliar dolar AS.”

Antisipasi Lonjakan Order Natal 2022 dan Tahun Baru 2023, Lalamove Tambah Layanan Pembelian Beras Petani, Pemerintah Perlu Jaga Keseimbangan Kenaikan HPP dan Inflasi

“Jika dibandingkan dengan Januari-Oktober 2021, maka kinerja ekspor industri manufaktur pada Januari-Oktober 2022 meningkat sebesar 20,39 persen,” ujar Menperin.

Kinerja ekspor sektor manufaktur ini sekaligus menjadi tulang punggung pertumbuhan perekonomian nasional.

Berikutnya, realisasi investasi di sektor manufaktur pada Januari-September (sampai triwulan III) tahun 2022 tercatat sebesar Rp343,06 triliun.

Pembelian Beras Petani, Pemerintah Perlu Jaga Keseimbangan Kenaikan HPP dan Inflasi Transisi Ekonomi Hijau dengan Pembangunan EBT Jadi Pilar Pertumbuhan Ekonomi ke Depan

Angka itu naik 49,24 persen jika dibandingkan dengan realisasi investasi pada periode yang sama di tahun 2021 sebesar Rp229,87 triliun.

“Realisasi investasi tahun 2022 bisa dibilang pencapaian realisasi dengan nilai tertinggi dibandingkan dari tahun 2019-2021 di saat dunia sedang penuh dengan tantangan ini,” tutur Menperin.

Pada aspek ketenagakerjaan, sektor industri manufaktur menunjukkan pemulihan dari segi penyerapan tenaga kerja.

Transisi Ekonomi Hijau dengan Pembangunan EBT Jadi Pilar Pertumbuhan Ekonomi ke Depan Dalam Rangka Pemulihan Ekonomi dan Antisipasi Risiko Global 2023, Kemenkeu Gelar Dialog Ekonomi

Akibat dampak pandemi COVID-19, jumlah tenaga kerja di sektor industri manufaktur berkurang sebanyak 2 juta orang, dari 19,14 juta orang pada tahun 2019 ke 17,4 juta orang pada tahun 2020.

“Tetapi seiring dengan bangkitnya sektor industri manufaktur dari dampak pandemi, ada tambahan penyerapan tenaga kerja sebanyak 1,2 juta orang di tahun 2021 sehingga jumlah total tenaga kerja di sektor ini kembali meningkat ke angka 18,64 juta orang, dan di 2022 ini bertambah lagi 500 ribuan sehingga tercatat tenaga kerja industri manufaktur sebanyak 19,11 juta orang,” ungkapnya.

Menperin menambahkan, geliat industri manufaktur di tanah air, juga terlihat dari capaian Indeks Kepercayaan Industri (IKI) pada bulan November yang menunjukkan ke arah ekspansif, yaitu di angka 50,89.

Dalam Rangka Pemulihan Ekonomi dan Antisipasi Risiko Global 2023, Kemenkeu Gelar Dialog Ekonomi Fokus RI Jangka Menengah: Infrastruktur, Pertumbuhan Transisi Ekonomi, dan Digitalisasi

“Dari angka tersebut, kami bisa mengidentifikasi bahwa ada 11 subsektor yang ekspansi (71 persen dari PDB Industri) dan 12 subsektor yang kontraksi (29 persen dari PDB Industri),” terangnya.***

Klik Google News untuk mengetahui aneka berita dan informasi dari editor Lingkarin.com, semoga bermanfaat.