LINGKARIN.COM – Perdana Menteri Israel Yair Lapid pada Selasa (6/12/2022) mengatakan dirinya tidak akan mengizinkan interogasi apa pun.

Terhadap tentara Israel terkait kematian wartawan Al Jazeera Shireen Abu Akleh.

“Tidak akan ada yang menginterogasi tentara IDF dan tidak akan ada yang menasihati kami soal melawan moral.”

Berakhir Secara Kekeluargaan, Aksi Percobaan Pencurian Kotak Amal di Mushala Cileungsi

Relokasi SDN Pondok Cina 01, Wali Kota Depok M Idris Abdul Somad Dilaporkan ke Polda Metro

“Tentunya bukan jaringan Al Jazeera,” cuit Lapid, yang akan mengakhiri masa tugasnya sebagai PM Israel, di Twitter.

Sebelumnya pada Selasa stasiun TV Al Jazeera memberitakan bahwa pihaknya mengajukan gugatan ke Mahkamah Pidana Internasional (ICC).

Atas kasus tewasnya Abu Akleh saat sedang meliput penyerbuan Israel di wilayah pendudukan Tepi Barat.

Bom Polsek Astanaanyar Akibat Propaganda yang Salah Tafsir dan Salah Paham Agama

Menembus Tembok Islamophobia, Inspirasi Kemenangan Islam di Qatar bagi Indonesia

Jaringan yang berbasis di Doha itu mengatakan gugatan tersebut mencakup “bukti saksi baru dan rekaman video yang secara gamblang memperlihatkan Abu Akleh dan koleganya ditembak langsung Pasukan Pendudukan Israel (IOF).”

“Bukti yang diserahkan ke Kantor Kejaksaan (OTP), tanpa ragu, memastikan bahwa tidak terjadi penembakan di area Shireen berada.”

“Kecuali IOF yang menembak dirinya secara langsung,” kata Al Jazeera.

Jokowi dan Gibran Kedatangan Putra Presiden MBZ, Khalid bin Mohamed bin Zayed Al Nahyan

Pernikahan Kaesang – Erina, Inilah Pesan Ibunda Erina Sebelum Dipersunting Anak Presiden

Wartawan Palestina-Amerika berusia 51 tahun itu tewas pada 11 Mei dan menurut Kementerian Kesehatan Palestina dia ditembak di bagian kepala selagi meliput penyerbuan militer Israel di Kota Jenin, Tepi Barat.

Pada September militer Israel mengeklaim bahwa Abu Akleh kemungkinan tewas akibat tembakan “keliru” dari tentara Israel.

Sejumlah media terkemuka seperti Al Jazeera, CNN, Associated Press (AP), Washington Post, dan New York Times melakukan investigasinya sendiri.

Pelaku Bom Bali Umar Patek Dibebaskan, Begini Respons Wakil PM Australia Richard Marles

Aksi Bom Bunuh Diri atau Harakah Intihariyah Bukan Merupakan Bagian dari Amalan Jihad

Dari hasil penyelidikan tersebut mereka menyimpulkan bahwa Abu Akleh tewas akibat peluru Israel.***

Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.