Ancaman Krisis Pangan di Dalam Negeri pada 2023 Jauh Lebih Besar, Apalagi Jika Produktivitas Rendah

- Pewarta

Jumat, 6 Januari 2023 - 15:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LINGKARIN.COM – Dari sisi moneter dunia, terjadi kecenderunan global inflasi yang melandai.

Tetapi inflasi di USA sudah turun dari 9 ke 7,1 %. Tingkat penganggguran terbuka juga relatif menurun sekitar 3,7%.

Atas dasar kecenderungan itu muncul spekulasi sukubunga the fed yang akan  melandai. Diperkirakan, The Fed tidak akan menaikkan subu bunga.

Pergantian Malam Tahun Baru 2023, Operasional Taman Mini Indonesia Indah Buka 24 Jam Jaringan Portal Berita Fokus Siber Media Network Mengucapkan Selamat Natal dan Tahun Baru 2023

Tetapi perkiraan itu sebenarnya keliru. inflasi USA masih 6%, dan sangat jauh dari target tahunan yang 2% rata-rata.

Jadi The Fed tetap akan menaikkan suku bunga acuan. Meski tidak seagresif kenaikan sebelumnya pada 75 basis point. Diperkirakan awal tahun ini pada 25 dan maksimal 50 basis point.

Per Oktober – November 2022 sudah 33 negara yang membatasi ekspor pangan dan hal itu meningkatkan harga pangan dunia.

Selama Natal 2022 dan Tahun Baru 2023, Kementerian ESDM Pastikan Suplai Energi Terjamin Jelang Hari Natal 2022 dan Tahun Baru 2023, Harga Cabai dan Bawang di Pasar Senen Mulai Naik

Jika dengan produktivitas yang rendah maka itu akan menjadikan ancaman krisis pangan pada 2023 yang jauh lebih besar di dalam negeri.

Sebagai konskuensi dari situasi global, ancamam barang-barang impor akan tetap jadi masalah.

Juga karena kita tidak pernah tahu kapan China akan menyelesaikan zero covid-nya yang telah mengganggu rantai pasok dunia.

Salah Satunya Komponen Biaya Bunga, Inilah 4 Alasan Kuat Proyek Kereta Cepat Rugikan Keuangan Negara Nikel Sudah Dikuasai Cina, Presiden Jokowi Baru Hentikan Ekspor Mineral dan Batubara

Tahun politik 2023-3024 di dalam negeri akan mengganggu fluktuasi harga-harga.

Meski tahun ini inlfasi melandai tetapi tetap akan ada tantangan inflasi lebih tinggi dari yang dicanangkan.

Nilai Tukar. Tetap akan mengalami tekanan dari gonjang ganjing politik, juga oleh aktor lainnya.

Termasuk Arief Rosyid Hasan, 7 Pengusaha Indonesia Jadi Investor Restoran Sabor di Madrid Spanyol Bantuan Subsidi Upah, Pos Indonesia Ingatkan Warga Cairkan Sebelum 20 Desember 2022

Target nilai tukar di APBN, agak jauh meleset dari target, yakni 1387. itu cukup besar bagi dunia usaha dan bagi APBN.

Cadangan devisa relative kecil dan terus menurun. Hal itu konsekuensi dari intervensi BI yang sangat intensif dalam beberapa bulan terakhir.

Ekpsor terus meningkat tapi dana hasil ekspor tidak masuk ke Dalam Negeri.

Prediksi BI, Ekonomi Indonesia Tumbuh di Kisaran 4,7 hingga 5,5 Persen pada 2024 Efektif untuk Content Placement, Berikut 10 Media Online yang Sudah Punya Kanal Google News

Singapura tiba-tiba jadi investor no 1. itu dicurigai berasal dari dana orang Indonesia yang disimpan di Singapura dan masuk ke Indonesia seolah-olah menjadi FDI.

Hal buruk itu telah  berlangsung belasan tahun dan pemerintah tidak mampu berbuat apa-apa.

Sehingga hasil ekspor tidak masuk untuk memperkuat cadangan devisa.

Liliana Kartika SH Laporkan PT Panin Dai- Ichi Life, PT Equity, dan PT Bank Keb Hana ke Polda Metro Jaya Program Peremajaan Sawit Rakyat Harus Merata Bagi Seluruh Petani Sawit Indonesia

Surat Berharga. Banyaknya capital outflow sepanjang April – Desember 2022. Meski Indonesia masih relatf kompetitif hanya agak kalah dengan meksiko.

Kepemilikan SBN yang dilempar ke pasar primer dn sekunder. Dengan adanya capital outfow besar-besaran di awal tahun sampai Des 2022.

Berakibat BI harus membeli kembali di pasar sekunder dan itu terus membebani moneter.

Cukai Rokok Naik Sampai 15 Persen, Pemerintah Kejar Setoran Tutup Kekurangan Anggaran Negara Bisa Bangkrut Jika Terlambat Manfaatkan Energi Baru dan Energi Terbarukan

Kepemilikan asing di SBN yang semakin kecil dari semula 40 % sekarang hanya 14%.

DPR pada Desember 2022 telah mengesahkan UU Sistem Keuangan baru (P2SK).Terdapat banyak perubahan:

1. BI tidak lagi pada aspek stabilitas – tugas utama BI menjadi terus mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan inklusif.

Hal yang positif meski transisi ke depan harus lebih diwaspadai. Terutama gejolak transisi penggunaan sistem lama ke sistem baru.

2. DPR telah membuka ruang permanen kemungkinan BI membeli obligasi pemerintah di pasar primer, apabila dalam keadaan krisis.

Kepala negara yang mengharuskan BI membeli obligasi negara. Hal itu adalah kelanjutan dari model burdensharing.

Implikasinya, perlunya semakin kuat koordinasi fiskal moneter.

Oleh: Dr M Nawir Messi, Ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF).

* Artikel disarikan dari Diskusi Publik Awal Tahun 2023 INDEF “Catatan Awal Tahun 2023 dari Ekonom Senior INDEF” Kamis, 5 Januari 2023.

** Diskusi publik menghadirkan para pembicara: Prof Dr Didin S Damanhuri, Prof Dr Didik J Rachbini, Dr. M.Fadhil Hasan, Dr Faisal H Basri, dan Dr M. Nawir Messi.***

Berita Terkait

Gerakan Percepatan Tanam, Produksi Beras Tahun 2024 Dipastikan Surplus di Atas Kebutuhan Konsumsi
Tarik Minat Investor Migas, Pemerintah Tak Wajibkan Kontraktor Gunakan Kontrak Skema Gross Split
Indonesia Hadapi Beberapa Risiko Global, Salah Satunya Arah Kebijakan FED yang Penuh Ketidakpastian
Begini Penjelasan Mendag Zulkifli Hasan Soal Kepastian Pemerintah Tak Akan Buka Opsi Impor Bawang Merah
Lebih Tinggi dari Triwulan IV 2023, BI Perkirakan Pertumbuhan Ekonomi di Triwulan I dan II pada 2024
Ini yang Dibahas Menkeu Sri Mulyani Saat Bertemu Bilateral dengan Presiden European Investment Bank
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati Sambut Baik Inisiatif IFC untuk Perluas Operasinya di Indonesia
Airlangga Hartarto Sebut Komoditas Emas dan Nikel Jadi Incaran Investasi, Konflik Geopolitik Iran – Israel
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Selasa, 21 Mei 2024 - 13:27 WIB

Gerakan Percepatan Tanam, Produksi Beras Tahun 2024 Dipastikan Surplus di Atas Kebutuhan Konsumsi

Sabtu, 18 Mei 2024 - 16:06 WIB

Tarik Minat Investor Migas, Pemerintah Tak Wajibkan Kontraktor Gunakan Kontrak Skema Gross Split

Rabu, 8 Mei 2024 - 14:06 WIB

Indonesia Hadapi Beberapa Risiko Global, Salah Satunya Arah Kebijakan FED yang Penuh Ketidakpastian

Sabtu, 27 April 2024 - 14:31 WIB

Begini Penjelasan Mendag Zulkifli Hasan Soal Kepastian Pemerintah Tak Akan Buka Opsi Impor Bawang Merah

Kamis, 25 April 2024 - 13:55 WIB

Lebih Tinggi dari Triwulan IV 2023, BI Perkirakan Pertumbuhan Ekonomi di Triwulan I dan II pada 2024

Selasa, 23 April 2024 - 14:29 WIB

Ini yang Dibahas Menkeu Sri Mulyani Saat Bertemu Bilateral dengan Presiden European Investment Bank

Sabtu, 20 April 2024 - 09:53 WIB

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati Sambut Baik Inisiatif IFC untuk Perluas Operasinya di Indonesia

Kamis, 18 April 2024 - 15:44 WIB

Airlangga Hartarto Sebut Komoditas Emas dan Nikel Jadi Incaran Investasi, Konflik Geopolitik Iran – Israel

Berita Terbaru

Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) menyelenggarakan kegiatan sosialisasi Program Indonesia Kompeten 2024 di Hotel Pullman, Jakarta (16/5/24). (Doc.BNSP)

Nasional

Sosialisasi Kebijakan Sertifikasi oleh BNSP Berjalan Sukses

Sabtu, 18 Mei 2024 - 00:10 WIB