Angkatan Laut China Perluas Kehadirannya di Asia

- Pewarta

Jumat, 18 Maret 2022 - 15:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Sebuah kapal Angkatan Laut China berada di Laut Sulu di barat daya Filipina selama tiga hari, sehingga memicu kemarahan Manila. Para ahli mengatakan langkah tersebut adalah bagian dari upaya Beijing untuk menjaga kepentingannya di petak perairan dunia yang semakin diperluasnya.

Departemen Luar Negeri Filipina mengatakan dalam pernyatannya bahwa keberadaan kapal Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat China berada di Laut Sulu dari 29 Januari hingga 1 Februari lalu itu sebagai “infiltrasi ilegal.”

Kapal Pengintai Elektronik No. 792 “memasuki perairan Filipina tanpa izin” dan tetap tinggal bahkan setelah sebuah kapal angkatan laut Filipina memperingatkannya, tulis pernyataan itu.

Dalam konferensi pers pada Selasa (15/3), juru bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian mengatakan kapal penelitian angkatan laut itu telah melakukan “pelaksanaan hak lintas damai sesuai dengan UNCLOS (Konvensi PBB tentang Hukum Laut). Keberadaan kapal China di jalur itu aman dan sesuai standar, dan konsisten dengan hukum internasional dan praktik internasional,” tambah Lijian.

Komentar yang disampaikan oleh pihak China itu tidak menunjukkan niat segera untuk berbuat lebih banyak di Laut Sulu, kata Herman Kraft, seorang profesor ilmu politik di Universitas Filipina Diliman.

“Berbicara tentang kepolosan melintas (di wilayah Filipina) itu tampaknya menjadi alasan yang mengakui yurisdiksi Filipina atas wilayah tersebut,” kata Kraft kepada LINGKARIN.COM.

Beijing berusaha memperluas jangkauan angkatan lautnya yang sedang tumbuh untuk melindungi kepentingan maritimnya dan meningkatkan daya tawar dalam pembicaraan dengan negara-negara lain, kata para analis kepada LINGKARIN.COM.

Kapal angkatan laut China telah terlihat di berbagai kawasan, mulai dari Samudera Hindia hingga Samudera Pasifik, di timur Taiwan dan Jepang. [lt/em]
[ad_2]

Berita Terkait

Hong Kong Kurangi Partisipasi Masyarakat dalam Pemilu
Reuters akan Gugat Turki atas Larangan terhadap Artikel Mereka
Akademisi Israel-Rusia Ditahan oleh Milisi Syiah di Irak
Prancis Didesak untuk Mengatasi Rasisme dalam Tubuh Kepolisian
Pemerintah Kanada akan Setop Iklan di Facebook dan Instagram
PBB: Afrika Barat Alami Krisis Kelaparan Terburuk dalam Satu Dekade
IAEA Beri Lampu Hijau Pembuangan Limbah PLTN Fukushima, China dan Korsel Khawatir
Daur Ulang Jaket Pelampung untuk Tingkatkan Kesadaran Akan Krisis Pengungsi
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Kamis, 6 Juli 2023 - 18:48 WIB

Hong Kong Kurangi Partisipasi Masyarakat dalam Pemilu

Kamis, 6 Juli 2023 - 15:51 WIB

Reuters akan Gugat Turki atas Larangan terhadap Artikel Mereka

Kamis, 6 Juli 2023 - 14:46 WIB

Akademisi Israel-Rusia Ditahan oleh Milisi Syiah di Irak

Kamis, 6 Juli 2023 - 12:05 WIB

Prancis Didesak untuk Mengatasi Rasisme dalam Tubuh Kepolisian

Kamis, 6 Juli 2023 - 06:29 WIB

Pemerintah Kanada akan Setop Iklan di Facebook dan Instagram

Kamis, 6 Juli 2023 - 06:25 WIB

PBB: Afrika Barat Alami Krisis Kelaparan Terburuk dalam Satu Dekade

Kamis, 6 Juli 2023 - 04:06 WIB

IAEA Beri Lampu Hijau Pembuangan Limbah PLTN Fukushima, China dan Korsel Khawatir

Rabu, 5 Juli 2023 - 21:23 WIB

Daur Ulang Jaket Pelampung untuk Tingkatkan Kesadaran Akan Krisis Pengungsi

Berita Terbaru