AS Tambah Lagi Bantuan Bagi Ukraina Senilai $500 Juta

- Pewarta

Selasa, 27 Juni 2023 - 11:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Amerika Serikat menyediakan bantuan militer tambahan senilai $500 juta bagi Ukraina, termasuk 55 kendaraan lapis baja Stryker dan Bradley, menurut tiga pejabat AS kepada LINGKARIN.COM.

Salah seorang pejabat yang berbicara kepada LINGKARIN.COM dengan syarat anonim sebelum perilisan paket bantuan tersebut pada hari Selasa (27/6) mengatakan bahwa bantuan terbaru itu juga mencakup amunisi untuk sistem rudal permukaan-ke-udara (surface-to-air) Patriot dan tambahan roket bagi Sistem Roket Artileri Mobilitas Tinggi (HIMARS) Ukraina.

Pejabat lain, yang juga berbicara kepada LINGKARIN.COM secara anonim, mengatakan bahwa paket bantuan itu akan memberi Ukraina banyak torpedo Bangalore, yang merupakan bahan peledak yang dapat membersihkan halang rintang dari posisi terlindungi. Peledak itu dapat digunakan untuk membuat jalur selebar empat meter melalui kawat berduri, semak belukar yang lebat, atau area yang ditutupi oleh ranjau.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia mengatakan bahwa sejumlah kecil torpedo Bangalore terbukti “sangat berguna” bagi pasukan Ukraina hingga saat ini.

Kekacauan di dalam Rusia selama akhir pekan tampaknya tidak berpengaruh di medan tempur pada saat itu.

“[Pasukan Kelompok] Wagner mungkin sudah bergerak, tapi ladang ranjau dan penghalang lainnya kan tidak,” kata pejabat kedua.

Begitu dirilis, paket bantuan itu akan menjadi penarikan peralatan militer resmi ke-41 dari persediaan Departemen Pertahanan AS sejak invasi Rusia ke Ukraina berlangsung pada Februari 2022.

Moskow memulai serangan baru di Ukraina pada awal tahun yang kini telah terhenti. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy baru-baru ini mengonfirmasi bahwa serangan balasan besar-besaran Kyiv sedang dilakukan.

Pasukan Rusia telah menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk memperkuat posisi mereka di dalam Ukraina, membuat serangan balasan Kyiv semakin sulit dilancarkan.

“Lebih sulit menyerang daripada bertahan,” kata Bradley Bowman, direktur senior Pusat Kekuatan Militer dan Politik di Foundation for Defense of Democracies. [rd/jm]
[ad_2]

Berita Terkait

Melalui Penyelesaian Sengketa WTO, Tiongkok Ajukan Gugatan Terhadap Amerika Serikat Masalah Tarif
Bukan Konfrontasi, Tiongkok Siap Bekerja Sama dengan Pemerintahan Presiden AS Donald Trump
Tak Tersedia Lagi di App Store dan Google Play Store di AS, Penguman Resmi Aplikasi Asal Tiongkok Tiktok
Menlu RI Sugiono Lakukan Pertemuan Bilateral dengan Menlu Malaysia Mohamad Hasan, Ini yang Dibahas
Proyeksi Pertumbuhan Perekonomian Tiongkok pada 2024 dan 2025 Meningkat, Kata Goldman Sachs
Kerja Sama BNSP dan KBRI di Tokyo: Indonesia dan Jepang Optimalisasi Tenaga Kerja
Hong Kong Kurangi Partisipasi Masyarakat dalam Pemilu
Reuters akan Gugat Turki atas Larangan terhadap Artikel Mereka

Berita Terkait

Jumat, 11 April 2025 - 07:26 WIB

Melalui Penyelesaian Sengketa WTO, Tiongkok Ajukan Gugatan Terhadap Amerika Serikat Masalah Tarif

Selasa, 21 Januari 2025 - 11:12 WIB

Bukan Konfrontasi, Tiongkok Siap Bekerja Sama dengan Pemerintahan Presiden AS Donald Trump

Senin, 20 Januari 2025 - 11:17 WIB

Tak Tersedia Lagi di App Store dan Google Play Store di AS, Penguman Resmi Aplikasi Asal Tiongkok Tiktok

Senin, 20 Januari 2025 - 10:23 WIB

Menlu RI Sugiono Lakukan Pertemuan Bilateral dengan Menlu Malaysia Mohamad Hasan, Ini yang Dibahas

Selasa, 15 Oktober 2024 - 13:44 WIB

Proyeksi Pertumbuhan Perekonomian Tiongkok pada 2024 dan 2025 Meningkat, Kata Goldman Sachs

Berita Terbaru

Pers Rilis

Hainan: Etalase Kebijakan Pintu Terbuka Tiongkok

Jumat, 29 Mei 2026 - 15:45 WIB