Australia Dijadwalkan Gelar Referendum Terkait Suara Masyarakat Adat Negara Itu

- Pewarta

Senin, 19 Juni 2023 - 22:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Senat Australia mengesahkan undang-undang hari Senin (19/6) yang akan membuka jalan bagi negara itu untuk mengadakan referendum penting selambatnya akhir tahun ini tentang apakah akan mengakui penduduk asli dalam konstitusi.

Referendum yang diajukan oleh Perdana Menteri Anthony Albanese itu akan bertanya kepada warga apakah mereka mendukung perubahan konstitusi untuk memasukkan “Suara untuk Parlemen,” sebuah komite yang dapat memberi nasihat kepada parlemen mengenai hal-hal yang mempengaruhi penduduk Aborigin dan Pulau Selat Torres.

Senator Malarndirri McCarthy yang juga menjabat sebagai asisten menteri urusan penduduk asli (pribumi) Australia mengatakan,“Permintaan yang sangat sederhana untuk diakui dalam konstitusi Australia, dan ya ada banyak aliran pemikiran dalam hal konstitusi itu, tetapi dalam hal sifat simbolis untuk dapat dimasukkan dalam konstitusi itu sangat berarti bagi banyak orang Bangsa Pertama.”

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Namun Senator Oposisi Jacinta Nampijinpa Price, seorang pribumi, mengatakan usulan itu memecah belah Australia menurut garis ras. “Ini eksploitatif, manipulatif secara emosional, tapi yang terburuk, sejak hari Mr. Albanese menyampaikan kata-katanya kepada rakyat Australia, proses perpecahan dimulai. Saya ingin melihat Australia bergerak maju sebagai satu, bukan dua. Itu sebabnya saya akan memberikan suara ‘tidak’,” jelasnya.

Anggota parlemen yang mendukung RUU itu bersorak sorai saat rancangan undang-undang itu disahkan dengan suara 52 banding 19.

Perdana Menteri Albanese kini harus menetapkan tanggal referendum yang harus terjadi tidak lebih cepat dari dua bulan dan tidak lebih dari enam bulan.

Penduduk Aborigin, yang merupakan sekitar 3,2 persen dari hampir 26 juta penduduk Australia, berada di bawah rata-rata nasional pada sebagian besar standar sosio-ekonomi dan tidak disebutkan dalam konstitusi.

Mereka dipinggirkan oleh penguasa kolonial Inggris dan tidak diberi hak suara hingga tahun 1960-an. [lt/ab]
[ad_2]

Berita Terkait

Melalui Penyelesaian Sengketa WTO, Tiongkok Ajukan Gugatan Terhadap Amerika Serikat Masalah Tarif
Bukan Konfrontasi, Tiongkok Siap Bekerja Sama dengan Pemerintahan Presiden AS Donald Trump
Tak Tersedia Lagi di App Store dan Google Play Store di AS, Penguman Resmi Aplikasi Asal Tiongkok Tiktok
Menlu RI Sugiono Lakukan Pertemuan Bilateral dengan Menlu Malaysia Mohamad Hasan, Ini yang Dibahas
Proyeksi Pertumbuhan Perekonomian Tiongkok pada 2024 dan 2025 Meningkat, Kata Goldman Sachs
Kerja Sama BNSP dan KBRI di Tokyo: Indonesia dan Jepang Optimalisasi Tenaga Kerja
Hong Kong Kurangi Partisipasi Masyarakat dalam Pemilu
Reuters akan Gugat Turki atas Larangan terhadap Artikel Mereka

Berita Terkait

Jumat, 11 April 2025 - 07:26 WIB

Melalui Penyelesaian Sengketa WTO, Tiongkok Ajukan Gugatan Terhadap Amerika Serikat Masalah Tarif

Selasa, 21 Januari 2025 - 11:12 WIB

Bukan Konfrontasi, Tiongkok Siap Bekerja Sama dengan Pemerintahan Presiden AS Donald Trump

Senin, 20 Januari 2025 - 11:17 WIB

Tak Tersedia Lagi di App Store dan Google Play Store di AS, Penguman Resmi Aplikasi Asal Tiongkok Tiktok

Senin, 20 Januari 2025 - 10:23 WIB

Menlu RI Sugiono Lakukan Pertemuan Bilateral dengan Menlu Malaysia Mohamad Hasan, Ini yang Dibahas

Selasa, 15 Oktober 2024 - 13:44 WIB

Proyeksi Pertumbuhan Perekonomian Tiongkok pada 2024 dan 2025 Meningkat, Kata Goldman Sachs

Berita Terbaru