Ayatollah Khamenei: ‘Tidak Ada Salahnya’ Lakukan Kesepakatan Nuklir Dengan Barat

- Pewarta

Senin, 12 Juni 2023 - 12:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Pemimpin tertinggi Iran, Minggu (11/6), mengatakan kesepakatan dengan Barat mengenai program nuklir Teheran dimungkinkan jika infrastruktur nuklir negara itu tetap utuh, di tengah kebuntuan antara Teheran dan Washington untuk menghidupkan kembali pakta nuklir 2015.

Pembicaraan tidak langsung selama berbulan-bulan antara Teheran dan Washington untuk menyelamatkan kesepakatan nuklir dengan enam negara kuat terhenti sejak September, dan kedua pihak saling menuduh pihak lain mengajukan tuntutan yang tidak masuk akal.

Persetujuan yang diberikan oleh Ayatollah Ali Khamenei itu datang beberapa hari setelah Teheran dan Washington membantah laporan bahwa kedua negara hampir mencapai kesepakatan sementara di mana Teheran akan mengekang program nuklirnya dengan imbalan keringanan sanksi.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Tidak ada yang salah dengan kesepakatan (dengan Barat), tapi infrastruktur industri nuklir kita tidak boleh disentuh,” kata Khamenei, menurut media pemerintah.

Seorang juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat menolak memberikan komentar khusus atas pernyataan Khamenei itu. Dia menegaskan kembali sikap pemerintahan Presiden Joe Biden bahwa Amerika Serikat “berkomitmen untuk tidak pernah mengizinkan Iran memperoleh senjata nuklir.”

“Kami percaya diplomasi adalah cara terbaik untuk mencapai tujuan itu dengan dasar yang dapat diverifikasi dan bertahan lama, tetapi presiden juga telah menjelaskan bahwa kami belum menyingkirkan opsi apa pun dari perundingan,” katanya, menyiratkan kemungkinan aksi militer.

Perjanjian tahun 2015 itu membatasi aktivitas pengayaan uranium Iran untuk mempersulit Teheran mengembangkan senjata nuklir, sebagai imbalan atas pencabutan sanksi internasional.

Presiden Donald Trump ketika itu menarik Amerika serikat keluar dari pakta tersebut pada tahun 2018 dan menerapkan kembali sanksi yang telah melumpuhkan ekonomi Iran. Sejak itu Iran secara bertahap melakukan pengayaan nuklir melampaui pembatasan yang ada dalam kesepakatan dan menghidupkan kembali kekhawatiran AS, Eropa, dan Israel bahwa Iran mungkin berusaha membuat bom atom. [lt/jm]
[ad_2]

Berita Terkait

Melalui Penyelesaian Sengketa WTO, Tiongkok Ajukan Gugatan Terhadap Amerika Serikat Masalah Tarif
Bukan Konfrontasi, Tiongkok Siap Bekerja Sama dengan Pemerintahan Presiden AS Donald Trump
Tak Tersedia Lagi di App Store dan Google Play Store di AS, Penguman Resmi Aplikasi Asal Tiongkok Tiktok
Menlu RI Sugiono Lakukan Pertemuan Bilateral dengan Menlu Malaysia Mohamad Hasan, Ini yang Dibahas
Proyeksi Pertumbuhan Perekonomian Tiongkok pada 2024 dan 2025 Meningkat, Kata Goldman Sachs
Kerja Sama BNSP dan KBRI di Tokyo: Indonesia dan Jepang Optimalisasi Tenaga Kerja
Hong Kong Kurangi Partisipasi Masyarakat dalam Pemilu
Reuters akan Gugat Turki atas Larangan terhadap Artikel Mereka

Berita Terkait

Jumat, 11 April 2025 - 07:26 WIB

Melalui Penyelesaian Sengketa WTO, Tiongkok Ajukan Gugatan Terhadap Amerika Serikat Masalah Tarif

Selasa, 21 Januari 2025 - 11:12 WIB

Bukan Konfrontasi, Tiongkok Siap Bekerja Sama dengan Pemerintahan Presiden AS Donald Trump

Senin, 20 Januari 2025 - 11:17 WIB

Tak Tersedia Lagi di App Store dan Google Play Store di AS, Penguman Resmi Aplikasi Asal Tiongkok Tiktok

Senin, 20 Januari 2025 - 10:23 WIB

Menlu RI Sugiono Lakukan Pertemuan Bilateral dengan Menlu Malaysia Mohamad Hasan, Ini yang Dibahas

Selasa, 15 Oktober 2024 - 13:44 WIB

Proyeksi Pertumbuhan Perekonomian Tiongkok pada 2024 dan 2025 Meningkat, Kata Goldman Sachs

Berita Terbaru