LINGKARIN.COM – Anggota Komnas Perempuan Siti Aminah Tardi membantah pernyataan Direktur Marketing Rabbani, Ridwanul Karim yang menyebut data Komnas Perempuan menyatakan pakaian perempuan yang terbuka menjadi pemicu terjadinya kekerasan seksual.

“Catatan Tahunan Komnas Perempuan selama 20 tahun, sejak 2003 hingga 2022, tidak pernah menyebutkan bahwa pakaian perempuan yang terbuka menjadi pemicu terjadinya kekerasan seksual,” kata Siti Aminah Tardi saat dihubungi di Jakarta, Selasa 10 Januari 2023.

Siti Aminah Tardi menuturkan Komnas Perempuan setiap tahun meluncurkan catatan tahunan yang merupakan kompilasi data kasus kekerasan terhadap perempuan di Indonesia.

ELektabilitas Calon Gubernur Aceh Pilkada 2024, Survei Yakorbis: Nasir Djamil di Posisi Teratas

Intimidatif dan Paradoks Status Quo, Fadli Zon: Kunjungan Menteri Israel ke Al-Aqsa Provokatif

“Berdasarkan pengaduan yang datang langsung ke Komnas Perempuan, pakaian perempuan tidak signifikan sebagai penyebab kekerasan seksual.”

“Semua dapat terjadi pada perempuan berpakaian terbuka hingga pakaian yang tertutup,” kata Siti Aminah Tardi.

Sementara terkait usia, perempuan korban kekerasan seksual tercatat mulai dari anak perempuan berusia 8 tahun sampai perempuan lansia.

Aliran Sesat di Kabupaten Gowa Viral, MUI Lakukan Konsolidasi Langkah-langkah Strategis

Mengapa Sambo Terdiam Saat Hakim Nanya Perannya soal CCTV dalam Peristiwa di Km 50?

Dalam catatan tahunan Komnas Perempuan 2022, tercatat jumlah kekerasan seksual sebanyak 4.660 kasus, dengan pelakunya mayoritas orang-orang yang dikenal atau dekat dengan korban.

“Bukan orang tak dikenal yang tertuju pada busana tertentu,” imbuhnya.

Komnas Perempuan menolak penyebutan data Komnas Perempuan untuk mendukung iklan yang disampaikan oleh perusahaan fesyen Muslim Rabbani.

Menteri Keamanan Nasional Israel Kunjungi Al-Aqsa, Begini Tanggapan Wapres Maruf Amin

Kerugian 45 Korban Capai Rp4,6 Miliar, Polda Jabar Ungkap Penipuan Ibadah Haji dan Umrah

“Penggunaan data Komnas Perempuan bahwa kekerasan seksual disebabkan oleh pakaian yang terbuka tidak lah benar dan merupakan disinformasi atau menyebarkan informasi menyesatkan, hal yang dapat melanggar peraturan perundang-undangan,” kata Siti Aminah Tardi.

Sebelumnya, dalam tayangan podcast wawancara Direktur Marketing Rabbani, Ridwanul Karim yang diunggah di situs berbagi Youtube pada 6 Januari 2023, Ridwanul Karim menyatakan bahwa pakaian perempuan yang terbuka menjadi faktor penyebab terjadinya kasus kekerasan seksual.

Pernyataan tersebut disampaikan pada menit 02.05 – 02.25 dengan menyebutkan data diambil berdasarkan data Komnas Perempuan.

Dilaporkan Dirut Taspen Penyebar Hoax, Kamaruddin Simanjuntak Bawa Sekoper Bukti ke Bareskrim

Sri Mulyani Sebut Ekonomi 2023 Kuat, Perppu Cipta Kerja Tidak Sah dan Sewenang-wenang

“Berkali-kali narasumber dan host menyebutkan nama Komnas Perempuan sebagai rujukan data yang dibahas, termasuk menyebutkan faktor-faktor terjadinya kekerasan, termasuk cara berpakaian perempuan,” kata Siti.***