Batubara yang Hendak Disuntik Mati Dunia Internasional Malah Disuntik Vitamin oleh Pertamina

- Pewarta

Rabu, 14 Desember 2022 - 02:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LINGKARIN.COM – Indonesia sebagai Pimpinan Just Energy Transition Partnership (JETP) yang akan mengelola dana awal 20 miliar dolar, telah mengambil langkah percepatan mencapai NZE (Net Zero Emision) sampai 2030.

Ini langkah ambisius untuk menekan emisi di semua lini mulai dari hulu sampai hilir, mulai dari Scope 1 sampai dengan 3, menyeluruh.

Target pemerintah ini kalau bukan semua masalah tentu ini tantangan paling serius bagi pertamina sebagai perusahaan energi terbesar di Tanah air.

Memang bukan hanya bagi Pertamina Scope 3 ini adalah pekerjaan paling berat bagi semua perusahaan penghasil BBM.

Scope 3 menyumbang 80 hingga 95% dari total emisi karbon dari perusahaan minyak dan gas.

Tetapi hanya sejumlah kecil dari perusahaan-perusahaan ini yang telah menetapkan ambisi bersih Lingkup 3.

Sampai sekarang ini hanya 10 perusahaan minyak dan gas besar yang berkomitmen pada Scope 3 net zero.

Perusahaan paling ambisius menargetkan Net Zero Scope 3 pada 2030. Mayoritas menargetkan 2050.

Demikian disebutkan dalam sebuah laporan lembaga investasi. Ini tentu tidak termasuk Indonesia dan perusahaan minyak Pertamina.

Memang Cakupan 1 dan 2 nol bersih sekarang menjadi standar industri, Tetapi Scope 3 net zero membutuhkan penyusutan dramatis minyak dan gas.

Yang merupakan ancaman mendasar bagi keberlanjutan tanpa strategi untuk membangun pusat laba yang baru yang rendah karbon.

Para analis menganalisis bagaimana mencapai nol emisi Scope 3 membutuhkan perubahan struktural yang besar.

Perusahaan mengambil taruhan yang berbeda untuk mengelola tantangan keberlanjutan.

Tujuannya adalah untuk memanfaatkan area kekuatan kompetitif. Mereka harus bersaing dengan ketat untuk menghasilkan portofolio NZE.

Sementara bagi perusahaan minyak memasuki are ini ibarat ikan lele berlomba dengan paus di laut. Belum.

Sempat berenang banyak yang akan mati duluan. Bahkan dengan ikan kakap pun tidak bisa ditandingi.

Namun bukan berarti tidak ada jalan keluar atau peta jalan yang dapat dibuat sama sekali. Ada beberapa model bisnis yang telah muncul yakni :

  1. Perusahaan energi besar – melakukan diversifikasi agresif ke energi terbarukan dan bahan bakar rendah emisi akan menopang bisnis dan arus kas minyak dan gas harus terlihat memasuki penurunan.
  2. Melakukan ekspansi agresif penangkapan dan penyimpanan karbon untuk mengimbangi emisi Cakupan. Model ini memungkinkan penurunan minyak dan gas yang lebih lambat dan berpotensi menimbulkan jejak emisi negatif.
  1. Memproduksi bahan bakar berkelanjutan – transisi ke pengembangan bahan bakar rendah emisi dan solusi bisnis sirkular untuk mengimbangi penurunan produksi minyak dan gas serta pemrosesan minyak mentah.

Apakah semua bisa, dapat dilakukan atau sudah dilakukan oleh Pertamina?

Prasyarat utamanya adalah inclusive dan inovatif.. Melibatkan komunitas seluruh konsumen minyak dan mendorong inovasi bersama untuk menekan emisi.

Tentu saja Pertamina yang harus membagun inisiatif lebih awal, untuk membangun roadmap yang dapat di terima oleh JETP.

Itu kalau mau agar agenda presiden Jokowi di JETP tidak ambyar.

Memang telah ada yang dilakukan Pertamina sebelum JETP ini datang.

Program yang paling mengemuka adalah bio energi, pencampuran minyak sawit dengan solar, yang telah memicu pertengkaran dengan konsumen minyak goreng.

Program ini pun tidak dianggap sebagai transisi energi oleh Uni Eropa.

Langkah yang lebih kontroversial yang dilakukan Pertamina adalah gasifikasi batubara yang menjadi blunder di mata internasional yang menjadikan pukulan keras ke batubara adalah langkah paling kunci bagi JETP.

Batubara yang hendak disuntik mati oleh komunitas internasional malah disuntik vitamin oleh Pertamina.

Namun terlepas dari dua kekeliruan ini masih ada jalan membenahi, membangun ulang. Pertamina konon telah menjadikan NZE sebagai prioritas kerja.

Mereka sadar transisi energi bukan pilihan, tapi to be or not to be, melaksanakan hidup berkelanjutan atau tidak melaksanakan maka sekarat.

Mengurangi emisi di Scope 3 itu sebetulnya bagian paling mudah. Hanya butuh sedikit inovasi dengan sedikit berfikir, membangun program yang melibatkan banyak kalangan secara luas.

Ini bisa dilakukan Pertamina. Bayangkan di Indonesia orang orang indonesia, jangankan menangkap karbon, menangkap jin aja banyak yang bisa.

Masa menangkap karbon tidak bisa? Monggo.

Oleh : Salamuddin Daeng, Peneliti Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia. (AEPI).***

Berita Terkait

BI Beber Sejumlah Upaya untuk Jaga Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah, Sempat Tembus Rp16.000/ Dolar AS,
Soal Kemungkinan IHSG Tertekan Akibat Eskalasi Konflik Iran dengan Israel, Begini Prediksi Ekonom Senior
Harga Minyak Dapat Tembus 100 Dolar AS per Barel, Dampak Eskalasi Konflik Iran – Israel di Timur Tengah
Dalam Hal Jumlah Investor Aset Kripto, Indonesia Disebut Tempati Peringkat Negara Ketujuh Terbanyak
Badan Pangan Nasional Berelakukan Fleksibilitas Perum Bulog Beli Gabah Petani Rp6.000 per Kg
Capres Prabowo Subianto Ungkap Harapannya, Indonesia Mampu Ekspor Pangan dalam 4 Tahun ke Depan
Calon Presiden Prabowo Subianto Optimistis , Transisi Pemerintahan Jokowi ke Pemerintahan Baru Mulus
CSA Index Maret 2024: Pelaku Pasar Optimis Hadapi Tantangan Risiko Geopolitik
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Rabu, 17 April 2024 - 08:32 WIB

BI Beber Sejumlah Upaya untuk Jaga Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah, Sempat Tembus Rp16.000/ Dolar AS,

Selasa, 16 April 2024 - 15:16 WIB

Soal Kemungkinan IHSG Tertekan Akibat Eskalasi Konflik Iran dengan Israel, Begini Prediksi Ekonom Senior

Selasa, 16 April 2024 - 09:32 WIB

Harga Minyak Dapat Tembus 100 Dolar AS per Barel, Dampak Eskalasi Konflik Iran – Israel di Timur Tengah

Kamis, 4 April 2024 - 10:39 WIB

Dalam Hal Jumlah Investor Aset Kripto, Indonesia Disebut Tempati Peringkat Negara Ketujuh Terbanyak

Rabu, 3 April 2024 - 10:20 WIB

Badan Pangan Nasional Berelakukan Fleksibilitas Perum Bulog Beli Gabah Petani Rp6.000 per Kg

Rabu, 6 Maret 2024 - 13:37 WIB

Capres Prabowo Subianto Ungkap Harapannya, Indonesia Mampu Ekspor Pangan dalam 4 Tahun ke Depan

Rabu, 6 Maret 2024 - 07:19 WIB

Calon Presiden Prabowo Subianto Optimistis , Transisi Pemerintahan Jokowi ke Pemerintahan Baru Mulus

Jumat, 1 Maret 2024 - 18:04 WIB

CSA Index Maret 2024: Pelaku Pasar Optimis Hadapi Tantangan Risiko Geopolitik

Berita Terbaru