Beli Mobil Cash Atau Kredit, Lebih Untung Yang Mana?

- Pewarta

Selasa, 21 Maret 2023 - 20:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

[ad_1]

Mobil masih merupakan kendaraan impian bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Pasalnya, dengan memiliki kendaraan yang satu ini, Anda bisa membawa satu keluarga sekaligus dan bisa terbebas dari panas dan hujan di perjalanan.

Saat ini ada banyak opsi yang bisa dipilih saat membeli mobil. Tidak hanya merek, tetapi juga kualitas (baru atau bekas) dan metode pembayaran. Kini, Anda bisa membeli kendaraan roda empat secara tunai maupun mengangsur terlebih dahulu (kredit) di aplikasi jual beli mobil.

Perbedaan metode pembayaran ini tentu akan membawa berbagai perbedaan lainnya. Berikut ini kelebihan dan kekurangan membeli mobil secara cash maupun kredit:

Kelebihan Membeli Mobil Cash

1. Tidak harus membayar angsuran bulanan

Kelebihan dari membeli mobil secara tunai yang pertama tentu saja adalah Anda tidak perlu membayar angsuran bulanan. Setelah memiliki mobil tersebut, Anda hanya perlu membayar surat-surat yang diperlukan, membayar pajak tahunan dan membayar jasa service bila diperlukan. Dengan demikian, uang yang seharusnya digunakan untuk membayar cicilan, bisa dipakai untuk memenuhi kebutuhan lain.

2. Tidak perlu takut untuk gagal membayar utang

Banyak orang yang membeli mobil karena keperluan usaha, sehingga ketika mobil tersebut disita karena gagal melunasi pinjaman, operasional perusahaan mereka akan terganggu. Oleh sebab itu, jika Anda membeli mobil untuk bisnis, maka sebaiknya Anda membelinya dengan uang tunai, supaya Anda tidak perlu risau jika gagal bayar.

3. Terbebas dari beban utang

Utang, di satu sisi memang memudahkan seseorang untuk mendapatkan barang yang diinginkan, namun di sisi lain dapat membebani keuangan orang tersebut di masa depan. Apalagi jika utangnya berbunga, seperti kredit kendaraan bermotor di bank maupun di perusahaan leasing. Hal ini karena bunga memiliki sifat compounding atau berganda seiring dengan memanjangnya waktu pelunasan utang.

4. Mobil bisa langsung dimiliki

Selain untuk usaha, banyak orang yang memiliki mobil juga karena hobi. Tidak jarang orang yang memiliki mobil karena hobi tersebut segera menjual kembali mobilnya jika dia sudah merasa bosan. Penjualan mobil kembali ini dirasa tidak mungkin terjadi apabila mobil tersebut masih dalam proses kredit dengan bank atau leasing.

Maka dari itu, jika Anda memiliki niat untuk menjual kembali kendaraan bermotor tersebut entah karena bosan atau membutuhkan uang, maka sebaiknya Anda langsung membelinya secara tunai, alih-alih kredit.

Kekurangan Membeli Mobil Cash

1. Perlu uang dengan nominal besar

Kekurangan membeli mobil secara tunai yang pertama adalah nominal modal yang diperlukan cukup besar. Tidak hanya puluhan juta, harga beberapa jenis mobil baru saat ini juga bisa mencapai ratusan juta rupiah.

Tentu dengan tanpa kredit, Anda perlu menabung sejumlah besar uang terlebih dahulu untuk membeli kendaraan roda empat ini. Tidak jarang, proses menabung inipun juga memakan waktu yang cukup lama.

2. Tidak termasuk asuransi

Bank dan perusahaan leasing biasanya menambahkan fasilitas asuransi kendaraan bermotor untuk menunjang program kredit mereka. Asuransi ini dibutuhkan ketika Anda mengalami kecelakaan atau mobil mengalami kerusakan tiba-tiba.

Jika Anda membeli kendaraan tersebut secara tunai, maka Anda tidak akan mendapatkan fasilitas asuransi ini dan harus mencari asuransi kendaraan secara terpisah.

3. Keterbatasan pilihan

Karena harus sesuai dengan nominal budget yang bisa Anda keluarkan, maka opsi mobil yang bisa Anda beli juga terbatas. Cara menyiasati kekurangan ini adalah, Anda bisa menentukan terlebih dahulu mobil jenis apa yang Anda inginkan sebelum menabung.

Kelebihan Membeli Mobil Kredit

1. Memiliki mobil impian dengan dana terbatas

Adanya sistem kredit memungkinkan Anda untuk membeli kendaraan impian meskipun dana yang Anda miliki cukup terbatas. Apalagi karena pendanaan yang cukup dari bank atau leasing, Anda bisa memiliki opsi untuk membeli mobil manapun yang Anda suka atau butuhkan.

2. Fasilitas asuransi

Seperti yang sudah disebutkan di atas, pembelian mobil dengan mekanisme kredit sudah termasuk dengan asuransi. Dengan demikian, Anda tidak perlu khawatir jika ketika baru dibeli, mobil tersebut mengalami kecelakaan atau masalah lainnya. Selain itu, uang yang Anda siapkan untuk asuransi kendaraan bermotor jika membelinya secara cash juga bisa dialokasikan untuk kebutuhan lain.

3. Banyak promo

Untuk meningkatkan penjualan mobil secara kredit, banyak perusahaan yang menawarkan promo menarik, seperti gratis kaca mobil, gratis service, keringanan dp dan lain sebagainya. Promo menarik ini bisa Anda peroleh baik itu dari perusahaan leasing, bank maupun dealer.

Kekurangan Membeli Mobil Kredit

1. Perubahan suku bunga

Salah satu tantangan saat membeli mobil secara kredit adalah adanya potensi perubahan suku bunga. Untuk mengatasi hal ini, sebaiknya Anda jeli dalam melihat tipe suku bunga yang ditawarkan saat memilih produk kredit mobil.

Setidaknya terdapat dua jenis tingkat suku bunga, yaitu suku bunga flat (tetap) dan suku bunga float (mengambang). Perbedaan tipe suku bunga ini tidak jarang juga mempengaruhi nominal angsuran yang harus dibayarkan nasabah dan tenor. Tidak jarang, bank juga menawarkan kredit mobil dengan suku bunga campuran alias flat untuk beberapa tahun pertama dan float untuk tahun-tahun selanjutnya.

2. Nominal uang yang dibayarkan lebih besar

Apabila dijumlahkan, nominal uang yang harus Anda keluarkan untuk membeli mobil secara kredit akan lebih besar dibandingkan dengan nominal uang yang harus Anda keluarkan jika kendaraan tersebut dibeli secara tunai. Hal ini karena Anda harus membayar angsuran dengan mekanisme bunga berganda.

Misalnya, Anda membeli mobil seharga Rp200.000.000 dan telah DP sebesar Rp50.000.000. Dengan suku bunga flat 7% per tahun dan tenor 5 tahun, maka total cicilan yang harus Anda bayarkan adalah sebesar Rp 182.526.317 atau 32,5 juta lebih mahal dibandingkan dengan nominal sisa yang seharusnya (Rp150.000.000).

3. Mobil belum sepenuhnya milik Anda

Kekurangan lain dalam membeli kendaraan ini secara kredit adalah mobil tersebut masih belum sepenuhnya Anda miliki sampai cicilannya lunas. Akibatnya, Anda tidak serta merta bisa menjualnya kembali ketika bosan atau membutuhkan uang.

Apabila cicilan ini tidak Anda lunasi, maka skor kredit Anda terancam akan menurun. Penurunan skor kredit di BI Checking/ SLIK akan mengakibatkan Anda kesulitan untuk mendapatkan kredit jenis lain.

4. Adanya depresiasi

Faktor lain yang harus Anda ketahui saat ingin membeli sebuah mobil secara kredit adalah adanya potensi penurunan harga seiring waktu (depresiasi). Hal ini khususnya jika Anda ingin membeli mobil baru dan berniat untuk menjualnya kembali.

Boleh dibilang bahwasanya tingkat depresiasi mobil lebih besar dibandingkan dengan suku bunga kredit. Untuk mobil baru, tingkat depresiasinya bisa sampai 20%-25% per tahun, sementara mobil bekas mencapai 9%-12% setahun. Umumnya, suku bunga kredit kendaraan bermotor mencapai 6%-8% per tahun. Ini artinya, penurunan harga mobil lebih cepat dibandingkan dengan perubahan suku bunga kreditnya.

Lebih Untung Membeli Mobil Cash Atau Kredit?

Dari pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa membeli mobil secara tunai lebih bijaksana dibandingkan dengan membeli kendaraan berempat ini secara kredit. Dari segi keuangan, membeli mobil secara tunai akan meringankan keuangan Anda di masa depan.

Sementara itu, sambil mengumpulkan uang tabungan untuk membeli mobil, Anda bisa membuat garasinya atau membuat surat izin mengemudi terlebih dahulu supaya kepemilikan mobil tidak diikuti dengan adanya potensi sengketa dan bahaya.

[ad_2]

Berita Terkait

LSP Perikanan Hias Indonesia Resmi Terbentuk: Meningkatkan Kualitas dan Kompetensi SDM untuk Daya Saing Global
Prakonvensi RSKKNI Pembiayaan: OJK Bahas Pentingnya Standar Kompetensi di Sektor Keuangan
Gerakan Percepatan Tanam, Produksi Beras Tahun 2024 Dipastikan Surplus di Atas Kebutuhan Konsumsi
Tarik Minat Investor Migas, Pemerintah Tak Wajibkan Kontraktor Gunakan Kontrak Skema Gross Split
Indonesia Hadapi Beberapa Risiko Global, Salah Satunya Arah Kebijakan FED yang Penuh Ketidakpastian
Begini Penjelasan Mendag Zulkifli Hasan Soal Kepastian Pemerintah Tak Akan Buka Opsi Impor Bawang Merah
Lebih Tinggi dari Triwulan IV 2023, BI Perkirakan Pertumbuhan Ekonomi di Triwulan I dan II pada 2024
Ini yang Dibahas Menkeu Sri Mulyani Saat Bertemu Bilateral dengan Presiden European Investment Bank
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Senin, 10 Juni 2024 - 00:10 WIB

LSP Perikanan Hias Indonesia Resmi Terbentuk: Meningkatkan Kualitas dan Kompetensi SDM untuk Daya Saing Global

Jumat, 31 Mei 2024 - 04:15 WIB

Prakonvensi RSKKNI Pembiayaan: OJK Bahas Pentingnya Standar Kompetensi di Sektor Keuangan

Selasa, 21 Mei 2024 - 13:27 WIB

Gerakan Percepatan Tanam, Produksi Beras Tahun 2024 Dipastikan Surplus di Atas Kebutuhan Konsumsi

Sabtu, 18 Mei 2024 - 16:06 WIB

Tarik Minat Investor Migas, Pemerintah Tak Wajibkan Kontraktor Gunakan Kontrak Skema Gross Split

Rabu, 8 Mei 2024 - 14:06 WIB

Indonesia Hadapi Beberapa Risiko Global, Salah Satunya Arah Kebijakan FED yang Penuh Ketidakpastian

Sabtu, 27 April 2024 - 14:31 WIB

Begini Penjelasan Mendag Zulkifli Hasan Soal Kepastian Pemerintah Tak Akan Buka Opsi Impor Bawang Merah

Kamis, 25 April 2024 - 13:55 WIB

Lebih Tinggi dari Triwulan IV 2023, BI Perkirakan Pertumbuhan Ekonomi di Triwulan I dan II pada 2024

Selasa, 23 April 2024 - 14:29 WIB

Ini yang Dibahas Menkeu Sri Mulyani Saat Bertemu Bilateral dengan Presiden European Investment Bank

Berita Terbaru