Biden Klarifikasi Komentarnya Mengenai Independensi Taiwan

- Pewarta

Rabu, 17 November 2021 - 12:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden, pada Selasa (16/11), mengklarifikasi pernyataan yang ia lontarkan tentang Taiwan yang “independen” dengan mengatakan posisi Amerika mengenai kedaulatan China tidaklah mengalami perubahan.

Pernyataan terbaru Biden dalam serangkaian pesan yang beragam tentang Taiwan, sebuah negara demokratis yang berada di luar kendali Beijing, namun diklaim China sebagai bagian dari wilayahnya, muncul sehari setelah pertemuan puncak secara virtual antara dirinya dengan dengan Presiden China  Xi Jinping.

Ketika ditanya apakah pertemuannya dengan Xi Jinping telah membuat kemajuan dalam isu konflik yang melanda China dan Taiwan, yang secara tidak resmi memiliki hubungan dekat dengan AS, Biden mengatakan telah “menjelaskan dengan sangat gamblang” dukungannya atas undang-undang Amerika saat ini.

Di bawah Undang-Undang tentang Taiwan, Amerika tidak mengakui kemerdekaan negara tersebut, namun berkomitmen untuk membantu negara negara kepulauan itu untuk mempertahankan diri.

Akan tetapi Biden, yang sedang dalam perjalanan menuju New Hampshire, mengatakan kepada sejumlah wartawan bahwa, “Taiwan (adalah wilayah yang) independen dan dapat membuat keputusannya sendiri.”

Gedung Putih tidak menanggapi permintaan klarifikasi terkait hal yang dimaksud sang presiden. Kepada wartawan tak lama setelah itu, Biden menyatakan tidak bermaksud melakukan perubahan dalam kebijakan Amerika atas Taiwan.

“Kami tidak akan mengubah kebijakan itu sama sekali,” kata Biden. “Kami tidak mendorong kemerdekaan. Kami mendorong mereka untuk melakukan persis seperti yang dimaksud oleh Undang-Undang Taiwan. Itulah yang kami lakukan. Biarkan mereka mengambil keputusan sendiri.”

Ini adalah ketiga kalinya Biden tampak bertentangan dengan kebijakan Amerika terhadap negara kepulauan itu, di mana sikapnya memberikan kesan penegasan dukungannya terhadap Taiwan.

Berbicara kepada wartawan pada Selasa (16/11), Biden mengatakan telah menekankan kepada Xi bahwa kapal-kapal angkatan laut Amerika tidak akan memasuki perairan teritorial China, namun akan menuntut hak untuk dapat mengakses Laut China Selatan, dan menegaskan bahwa “pihaknya tidak akan merasa terintimidasi”. [mg/em]
[ad_2]

Berita Terkait

Hong Kong Kurangi Partisipasi Masyarakat dalam Pemilu
Reuters akan Gugat Turki atas Larangan terhadap Artikel Mereka
Akademisi Israel-Rusia Ditahan oleh Milisi Syiah di Irak
Prancis Didesak untuk Mengatasi Rasisme dalam Tubuh Kepolisian
Pemerintah Kanada akan Setop Iklan di Facebook dan Instagram
PBB: Afrika Barat Alami Krisis Kelaparan Terburuk dalam Satu Dekade
IAEA Beri Lampu Hijau Pembuangan Limbah PLTN Fukushima, China dan Korsel Khawatir
Daur Ulang Jaket Pelampung untuk Tingkatkan Kesadaran Akan Krisis Pengungsi
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Kamis, 6 Juli 2023 - 18:48 WIB

Hong Kong Kurangi Partisipasi Masyarakat dalam Pemilu

Kamis, 6 Juli 2023 - 15:51 WIB

Reuters akan Gugat Turki atas Larangan terhadap Artikel Mereka

Kamis, 6 Juli 2023 - 14:46 WIB

Akademisi Israel-Rusia Ditahan oleh Milisi Syiah di Irak

Kamis, 6 Juli 2023 - 12:05 WIB

Prancis Didesak untuk Mengatasi Rasisme dalam Tubuh Kepolisian

Kamis, 6 Juli 2023 - 06:29 WIB

Pemerintah Kanada akan Setop Iklan di Facebook dan Instagram

Kamis, 6 Juli 2023 - 06:25 WIB

PBB: Afrika Barat Alami Krisis Kelaparan Terburuk dalam Satu Dekade

Kamis, 6 Juli 2023 - 04:06 WIB

IAEA Beri Lampu Hijau Pembuangan Limbah PLTN Fukushima, China dan Korsel Khawatir

Rabu, 5 Juli 2023 - 21:23 WIB

Daur Ulang Jaket Pelampung untuk Tingkatkan Kesadaran Akan Krisis Pengungsi

Berita Terbaru