Bukan Hanya BUMN, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati Juga Bisa Belajar dari PLN

- Pewarta

Rabu, 14 Desember 2022 - 01:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BISNIS POST – Mantap PLN untung bertubi-tubi, tidak tanggung-tanggung kenaikan keuntungan ratusan persen. Fantastis!

Laporan keuangan resmi perusahaan PT PLN (Persero) meraup laba bersih Rp17,4 triliun pada semester I 2022 (unaudited).

Capaian itu melesat 162,4 persen dari periode yang sama tahun lalu, Rp6,6 triliun.

Ekspor Pertanian Terus Menanjak, Target Nilai Ekspor Sebesar Rp681 Triliun Bisa Tercapai

Akan Impor Beras Lagi, Asosiasi Pangan Jatim Minta Pemerintah Evaluasi Kebijakan Impor Beras

PLN makin tak tertandingi. Bergerak secepat setrum memulihkan keuntungannya. Bagaikan kilat memperbesar keuangannya.

Di tangan Dirut baru dengan moto cash war room and spend control tower alias perang aliran kas dari dalam kamar dan kontrol pengeluaran dari atas menara atau tower, moto luar biasa dalam menjaga performa keuangannya.

Secara mengejutkan laba usaha PLN melompat cukup besar. Kalau tahun lalu sepanjang semeter 2 tahun 2021 laba usaha PLN hanya naik ratusan miliar, sekarang semester 1 tahun 2022 laba usaha PLN naik melompat belasan triliun.

Dengan Dukungan Komunitas internasional, Sampah Akhiri Oligarki Batubara

Para pembantu Presiden Jokowi Harus Ngeh, Bersih Itu Harus dari Uangnya, Baru Cara Mengelolanya

Laba usaha PLN naik dari Rp. 24,20 triliun pada semester 2 tahun 2021, naik menjadi 36,1 triliun pada semester 1 tahun 2022. Ini sangat mengejutkan.

PLN sedang dimanjakan oleh dana kompensasi listrik yang luar biasa besarnya.

Dalam laporan keuangan PLN semester 1 2022, Pendapatan kompensasi PLN naik dari Rp. 8,8 triliun menjadi 31,2 triliun, naik 255 %.

E-Money VS Uang Kertas, Mana Lebih Unggul?

Menkeu Ibaratkan APBN Seperti Shock Arsober, Lindungi Rakyat dari Jalan Gronjal-gronjal

Pendapatan kompensasi adalah jumlah yang dibayar pemerintah kepada PLN akibat selisih harga jual listrik PLN dengan harga listrik komersial.

Laporan keuangan PLN juga berputar bagaikan gasing. Tahun lalu utang PLN sempat turun cukup besar, sekarang kembali naik sekitar Rp. 8,5 triliun dalam 6 bulan.

Barangkali karena kemampuan mencetak laba dari permainan kurs memulihkan kepercayaan bank kepada PLN untuk mendapatkan utang.

Harga Bahan Pokok Melambung, Operasi Pasar Bisa Jadi Solusi Ringankan Beban Masyarakat

Terlilit Utang Tinggi, Fraksi Nasdem DPR RI Tawarkan Tiga Opsi untuk menyelamatkan PT Garuda

Utang PLN sekarang pada posisi Rp. 640,15 triliun. Walau tahun ini PLN mengalami kerugian kurs lebih dari Rp. 5,3 triliun rupiah.

Dirut PLN kembali menyajikan pelajaran kepada semua dirut BUMN lain bagaimana memutar keuangan perusahaan seperti gasing.

Mengubah beban besar PLN baik beban yang datang dari over supply listrik, harga energi primer, bunga bank yang meningkat, kurs yang volatile, semua telah diubah menjadi kenaikan keuntungan berlipat ganda.

Dengan berhasil mendapat dana kompensasi semester 1 2022 senilai Rp. 31,2 triliun yang merupakan tambahan pendapatan terbesar semeter ini.

Luar biasa kemampuan mengolah dan memutar uang PLN ini. Bukan hanya BUMN lain yang harus belajar, namun Menteri keuangan RI juga bisa belajar.

Jangan cuma mengancam ngancam presiden Jokowi bahwa Indonesia akan krisis, atau ancaman sejenisnya.

Oleh: Salamuddin Daeng, Peneliti Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI).***

Berita Terkait

BI Beber Sejumlah Upaya untuk Jaga Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah, Sempat Tembus Rp16.000/ Dolar AS,
Soal Kemungkinan IHSG Tertekan Akibat Eskalasi Konflik Iran dengan Israel, Begini Prediksi Ekonom Senior
Harga Minyak Dapat Tembus 100 Dolar AS per Barel, Dampak Eskalasi Konflik Iran – Israel di Timur Tengah
Dalam Hal Jumlah Investor Aset Kripto, Indonesia Disebut Tempati Peringkat Negara Ketujuh Terbanyak
Badan Pangan Nasional Berelakukan Fleksibilitas Perum Bulog Beli Gabah Petani Rp6.000 per Kg
Capres Prabowo Subianto Ungkap Harapannya, Indonesia Mampu Ekspor Pangan dalam 4 Tahun ke Depan
Calon Presiden Prabowo Subianto Optimistis , Transisi Pemerintahan Jokowi ke Pemerintahan Baru Mulus
CSA Index Maret 2024: Pelaku Pasar Optimis Hadapi Tantangan Risiko Geopolitik
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Rabu, 17 April 2024 - 08:32 WIB

BI Beber Sejumlah Upaya untuk Jaga Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah, Sempat Tembus Rp16.000/ Dolar AS,

Selasa, 16 April 2024 - 15:16 WIB

Soal Kemungkinan IHSG Tertekan Akibat Eskalasi Konflik Iran dengan Israel, Begini Prediksi Ekonom Senior

Selasa, 16 April 2024 - 09:32 WIB

Harga Minyak Dapat Tembus 100 Dolar AS per Barel, Dampak Eskalasi Konflik Iran – Israel di Timur Tengah

Kamis, 4 April 2024 - 10:39 WIB

Dalam Hal Jumlah Investor Aset Kripto, Indonesia Disebut Tempati Peringkat Negara Ketujuh Terbanyak

Rabu, 3 April 2024 - 10:20 WIB

Badan Pangan Nasional Berelakukan Fleksibilitas Perum Bulog Beli Gabah Petani Rp6.000 per Kg

Rabu, 6 Maret 2024 - 13:37 WIB

Capres Prabowo Subianto Ungkap Harapannya, Indonesia Mampu Ekspor Pangan dalam 4 Tahun ke Depan

Rabu, 6 Maret 2024 - 07:19 WIB

Calon Presiden Prabowo Subianto Optimistis , Transisi Pemerintahan Jokowi ke Pemerintahan Baru Mulus

Jumat, 1 Maret 2024 - 18:04 WIB

CSA Index Maret 2024: Pelaku Pasar Optimis Hadapi Tantangan Risiko Geopolitik

Berita Terbaru