Cara Membatalkan Transfer Uang Yang Sudah Terkirim

- Pewarta

Kamis, 29 Desember 2022 - 21:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

[ad_1]

Saat ini transfer ke bank yang sama atau ke bank yang berbeda sudah bisa dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari menggunakan internet banking, mobile banking, hingga ATM. Namun terlepas dari kemajuan teknologi tersebut, tidak dapat dipungkiri bahwasanya kesalahan manusia atau human error masih sering terjadi.

Termasuk diantaranya adalah salah transfer uang. Hal ini bisa terjadi karena saat mengirim bisa jadi Anda sedang tidak fokus, entah karena terburu-buru atau mengantuk, sehingga salah ketik nomor rekening yang dituju. Akan tetapi, Anda tidak perlu khawatir, berikut ini cara membatalkan transfer yang sudah terkirim.

Apakah Bisa Membatalkan Transfer Yang Sudah Terkirim?

Secara garis besar, uang tidak dapat ditarik kembali atau dibatalkan ketika proses pengiriman telah selesai. Namun, jika proses pengiriman masih berjalan, Anda bisa mengklik tombol cancel di ATM maupun di aplikasi mobile banking yang Anda gunakan.

Jika sudah terlanjur terkirim, Anda bisa menghubungi pihak bank mengenai kesalahan transaksi tersebut. Pihak bank, bisa jadi tidak dapat mengembalikan uang yang telah Anda kirim. Namun, mereka bisa menjadi perantara antara Anda dan pemilik nomor rekening terkait untuk melakukan pengembalian pengiriman.

Perantara dari pihak bank ini diperlukan karena Anda, selaku nasabah tidak memiliki hak untuk mengakses nomor handphone dan data pribadi orang lain. Oleh sebab itu jika Anda menerima panggilan, chat atau semacamnya dari orang yang mengaku salah mengirim uang, pastikan orang tersebut menggunakan nomor resmi dari bank, karena sekali lagi, sebagai nasabah, dia tidak berhak mengakses nomor telepon nasabah lain, termasuk Anda.

Cara Membatalkan Transfer Uang Yang Sudah Terkirim Ke Rekening Orang

1. Tekan tombol batal

Jika proses pengiriman uang masih berlangsung, Anda bisa mengklik tombol cancel yang ada di ATM maupun aplikasi online banking. Lakukan hal ini secepat mungkin, sebab saat ini transfer ke sesama maupun antar bank dapat dilakukan dengan sangat cepat.

2. Bersikap tenang

Apabila proses transfer telah berhasil, dan Anda ingin membatalkan transaksi tersebut, maka langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah bersikap tenang dan berpikir jernih. Meskipun tidak menutup kemungkinan uang tersebut terkirim ke rekening penipunamun bisa jadi juga Anda salah kirim hanya karena salah pencet nomor rekening.

Apapun penyebab Anda salah transfer, langkah pertama yang harus dilakukan adalah bersikap tenang. Lalu, selanjutnya kumpulkan bukti-bukti pengiriman, seperti mutasi, screenshot transfer, hingga kalau perlu rekening koran. Jika memang ada indikasi penipuan jangan lupa juga untuk mencatat nomor penipu tersebut untuk dijadikan bukti ke bank, sebagai barang bukti.

3. Laporkan ke bank

Langkah selanjutnya adalah dengan melaporkan transaksi tersebut ke bank. Anda bisa melaporkannya secara langsung ke kantor cabang bank terdekat, maupun dengan menghubungi call center bank terkait. Jangan lupa untuk membawa semua bukti yang telah terkumpul dan dokumen pendukung lainnya, seperti surat keterangan dari kepolisian, kartu identitas, dan lain sebagainya.

Sekali lagi, dalam hal ini kemungkinan bank tidak bisa mengembalikan uang yang telah terkirim, namun mereka bisa menjadi perantara antara Anda dan pemilik rekening terkait entah itu dengan menghubunginya secara langsung di depan Anda atau dengan cara lainnya.

Apabila transaksi salah transfer tersebut terindikasi penipuan, Anda juga bisa meminta pihak bank untuk memblokir rekening terkait. Khususnya apabila Anda dan si penipu menggunakan jasa bank yang sama.

4. Transaksi diproses oleh bank

Saat menghubungi pihak bank baik itu melalui call center maupun ke lokasi bank secara langsung, pastikan Anda membawa bukti transaksi secara lengkap dan menceritakan kejadian yang sebenarnya kepada pihak bank.

Pihak bank lantas akan memverifikasi transaksi yang Anda lakukan sesuai dengan prosedur operasional standar (SOP) yang berlaku. Apabila terindikasi penipuan, pihak bank hanya bisa membantu dengan memblokir rekening terkait, dan memberitahukan alamat penipu tersebut, sehingga Anda bisa melaporkannya ke kantor polisi terdekat. Namun apabila ada unsur ketidaksengajaan, pihak bank akan mencoba menghubungi pemilik rekening terkait atas nama Anda.

Proses ini bisa jadi membutuhkan waktu berhari-hari hingga berminggu-minggu. Sambil menunggu, yang bisa Anda lakukan adalah berdoa supaya si pemilik rekening mau mengembalikan uang yang telah Anda kirim.

5. Uang Anda kembali

Apabila si pemilik rekening bersikap kooperatif dan bukan penipu, maka tidak menutup kemungkinan uang Anda akan kembali begitu pihak bank berhasil menghubungi nomor pemilik rekening tersebut.

Cara Agar Tidak Salah Transfer

Berikut ini beberapa tips agar tidak salah transfer:

1. Menggunakan shortcut copy dan paste

Nomor rekening bank Anda terdiri dari 10-16 digit angka, maka dari itu tidak heran jika rawan salah ketik atau kesalahan akibat kurang teliti lainnya. Untuk mengurangi risiko ini, Anda bisa menyalin (copy) nomor rekening yang dikirimkan oleh rekan atau siapapun yang Anda kenal, dan menyalinnya di bagian nomor rekening di mobile banking.

Beberapa aplikasi mobile banking juga memungkinkan pengguna untuk menyimpan nomor rekening tertentu yang sering menjadi tujuan transfer mereka. Dengan demikian, risiko salah kirim uang akibat ketidaktelitian sedikit bisa ditekan.

2. Cek nama penerima sebelum klik kirim

Cara yang selanjutnya adalah mengecek nama penerima uang sebelum Anda mengklik kirim. Tidak jarang, pihak bank hanya akan menampilkan huruf pertama dan terakhir dari si penerima. Pastikan dua huruf tersebut sesuai dengan dua huruf awal dan akhir nama lengkap orang yang akan menerima uang dari Anda.

3. Periksa nomor rekening penerima

Periksa nomor rekening penerima sebanyak dua atau 3 kali untuk memastikan tidak ada angka yang salah. Hal ini khususnya apabila Anda memasukkan data nomor rekening tersebut secara manual dan tidak menggunakan mekanisme copy & paste seperti nomor 1 di atas atau tidak menyimpan nomor rekening tersebut sama sekali.

Cara Mengatasi Penipuan Dengan Modus Salah Transfer

Dalam beberapa tahun terakhir ini banyak penipuan dengan modus salah transfer. Penipu akan menghubungi Anda lewat aplikasi perpesanan dan mengatakan kepada Anda kalau mereka salah kirim uang ke rekening Anda sambil menyertakan sebuah bukti transfer palsu. Harapannya adalah, Anda mau mengirimkan uang sejumlah tersebut kembali kepada mereka.

Untuk mengatasi ini, hal pertama yang harus Anda lakukan adalah dengan mengecek mutasi rekening Anda. Kedua, Anda harus ingat kalau nasabah lain, tidak berhak mengetahui data pribadi Anda. Kalaupun orang tersebut mengaku dari bank, pastikan dia menggunakan nomor resmi bank untuk menghubungi Anda.

[ad_2]

Berita Terkait

Subsidi Harusnya Ringankan Beban Rakyat, Puan Maharani Tanggapi Kenaikan Harga Minyak Goreng Subsidi
Mentan – Wamentan Kompak Wujudkan Indonesia Swasembada Pangan untuk Perkuat Ketahanan Pangan
Soal Isu Pembatalan Merger PT Bank MNC International Tbk dengan PT Bank Nationalnobu Tbk, Ini Tanggapan OJK
Mendag Ungkap Alasan Kenakan Bea Masuk Komoditas Impor dari Berbagai Negara, Termasuk Tiongkok
NS. Aji Martono: DPW PROPAMI Jambi Raya Akan Perkuat Literasi dan Edukasi Pasar Modal
Ketua Propami: Fondasi Ekonomi Kuat Bisa Mendorong IHSG Terus Positif Meski Optimisme Pasar Masih Terkendali
LSP Perikanan Hias Indonesia Resmi Terbentuk: Meningkatkan Kualitas dan Kompetensi SDM untuk Daya Saing Global
Prakonvensi RSKKNI Pembiayaan: OJK Bahas Pentingnya Standar Kompetensi di Sektor Keuangan
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Senin, 22 Juli 2024 - 11:10 WIB

Subsidi Harusnya Ringankan Beban Rakyat, Puan Maharani Tanggapi Kenaikan Harga Minyak Goreng Subsidi

Sabtu, 20 Juli 2024 - 10:43 WIB

Mentan – Wamentan Kompak Wujudkan Indonesia Swasembada Pangan untuk Perkuat Ketahanan Pangan

Selasa, 16 Juli 2024 - 09:37 WIB

Soal Isu Pembatalan Merger PT Bank MNC International Tbk dengan PT Bank Nationalnobu Tbk, Ini Tanggapan OJK

Minggu, 7 Juli 2024 - 11:00 WIB

Mendag Ungkap Alasan Kenakan Bea Masuk Komoditas Impor dari Berbagai Negara, Termasuk Tiongkok

Sabtu, 6 Juli 2024 - 22:15 WIB

NS. Aji Martono: DPW PROPAMI Jambi Raya Akan Perkuat Literasi dan Edukasi Pasar Modal

Kamis, 4 Juli 2024 - 16:12 WIB

Ketua Propami: Fondasi Ekonomi Kuat Bisa Mendorong IHSG Terus Positif Meski Optimisme Pasar Masih Terkendali

Senin, 10 Juni 2024 - 00:10 WIB

LSP Perikanan Hias Indonesia Resmi Terbentuk: Meningkatkan Kualitas dan Kompetensi SDM untuk Daya Saing Global

Jumat, 31 Mei 2024 - 04:15 WIB

Prakonvensi RSKKNI Pembiayaan: OJK Bahas Pentingnya Standar Kompetensi di Sektor Keuangan

Berita Terbaru