CEK FAKTA: Beredar Imbauan Masyarakat Tak Liburan ke Pantai Anyer Banten, Ini Faktanya

- Pewarta

Kamis, 29 Desember 2022 - 02:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LINGKARIN.COM – Badan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah mengimbau operator penyeberangan dan masyarakat agar mewaspadai cuaca buruk hingga 2023.

BMKG memprediksi terjadi angin kencang dan gelombang tinggi terjadi hampir di seluruh perairan Indonesia, terutama Laut Natuna Utara, Samudera Hindia Selatan Jawa Barat dan Tengah.

Namun, muncul pula imbauan berupa pesan berantai di WhatsApp agar masyarakat tidak berlibur ke Pantai Anyer di Banten.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ujian Obyektifitas dan Transparansi bagi TPF BPKN dalam Kasus Gangguan Ginjal Akut

Jaringan Portal Berita Fokus Siber Media Network Mengucapkan Selamat Natal dan Tahun Baru 2023

Pesan berantai itu menyebut Gunung Anak Krakatau mulai mengeluarkan asap yang cukup besar, sehingga masyarakat perlu menghindari bepergian ke Pantai Anyer.

Berikut narasi dalam pesan berantai yang disertai foto tersebut:

“Melaporkan bagi yang mau liburan ke Anyer harap di batalkan atau ke tempat lain karena anak Krakatau mulai mengeluarkan asap yang cukup besar”

Pelaksana Tugas Ketua Umum PPP Muhammad Mardiono Umumkan Struktur Pengurus Harian Baru

Talk Show Pasar Modal Syariah dan Wakaf Saham Hadirkan Praktisi Pasar Modal Aji Martono

Namun, benarkah terdapat imbauan resmi tentang kewaspadaan agar tidak berlibur ke Pantai Anyer Banten karena terdapat asap di Gunung Anak Krakatau?

Penjelasan:
Merujuk akun resmi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Kementerian ESDM RI, di Twitter, pesan berantai berisi imbauan agar masyarakat tidak berlibur ke Pantai Anyer merupakan kabar keliru.

Hingga Senin 26 Desember 2022, Gunung Anak Krakatau terakhir kali terjadi erupsi pada 15 Desember 2022. Sesuai rekomendasi PVMBG, masyarakat diminta tidak mendekati Gunung Anak Krakatau pada radius 5 kilometer.

Talk Show “Pasar Modal Syariah dan Wakaf Saham” ZISWAF CTARSA

Sering Dibuang Karena Dianggap Tak Berguna, Inilah 5 Manfaat Konsumsi Kulit Mangga

Sementara, Pantai Anyer di Banten berjarak sekira 40 km dari Gunung Anak Krakatau dan dinyatakan aman untuk berlibur.

Selain itu, gambar serupa yang terdapat pada pesan berantai di WhatsApp itu ditemukan pula di YouTube pada konten berjudul ‘ANAK KRAKATAU MELETUS HARI INI’. Konten itu diunggah pada April 2022.

Dengan demikian, pesan berantai berisi imbauan agar masyarakat tidak berlibur di Pantai Anyer karena Gunung Anak Krakatau mengeluarkan banyak asap merupakan kabar bohong atau hoaks.***

Jenguk Try Sutrisno di RSPAD Gatot Soebroto, Jokowi: Beliau dalam Keadaan Baik, Stabil, Sehat

PWNU Jatim Ungkap Alasan PAN Era Zulkifli Hasan Semakin Dekat Nahdlatul Ulama

Berita Terkait

Pajak Bangunan Jadi Andalan PAD, Digitalisasi Jadi Penentu Kunci
Galeri Foto Pers Efektif Tingkatkan Kredibilitas Dan Kepercayaan Publik
CSA Index Agustus 2025 Jadi Bukti Kepercayaan Pasar yang Kembali Stabil
Hillcon Equity Divestasi Premium, Porsi Kepemilikan Tetap Kuasai Mayoritas
Diplomasi Tarif RI-AS: Dari Penurunan 19 Persen ke Peluang Pasar Lebih Luas
Keluar dari Bayang-Bayang Singapura, Pemerintah Indonesia Ambil Langkah Besar Soal Importasi BBM
Lonjakan CSA Index Jadi Penanda Kuat Keyakinan Investor atas Fondasi Ekonomi RI
Jangan Hanya Bersandar kepada Kekuatan Ekonomi Eksternal, Danantara Hadir di Waktu yang s Tepat

Berita Terkait

Rabu, 27 Agustus 2025 - 06:47 WIB

Pajak Bangunan Jadi Andalan PAD, Digitalisasi Jadi Penentu Kunci

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:08 WIB

Galeri Foto Pers Efektif Tingkatkan Kredibilitas Dan Kepercayaan Publik

Selasa, 12 Agustus 2025 - 14:14 WIB

CSA Index Agustus 2025 Jadi Bukti Kepercayaan Pasar yang Kembali Stabil

Selasa, 12 Agustus 2025 - 11:03 WIB

Hillcon Equity Divestasi Premium, Porsi Kepemilikan Tetap Kuasai Mayoritas

Sabtu, 9 Agustus 2025 - 07:59 WIB

Diplomasi Tarif RI-AS: Dari Penurunan 19 Persen ke Peluang Pasar Lebih Luas

Berita Terbaru