China Perluas Persenjataan Nuklir di saat Ketegangan Global Semakin Berkembang

- Pewarta

Senin, 12 Juni 2023 - 14:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Persenjataan nuklir sejumlah negara, terutama China, tumbuh tahun lalu dan negara-negara berkekuatan nuklir lainnya terus melakukan modernisasi seiring dengan meningkatnya ketegangan geopolitik, kata para peneliti.

“Kita sedang mendekati, atau mungkin telah mencapai, akhir dari periode panjang penurunan jumlah senjata nuklir di seluruh dunia,” kata Dan Smith, direktur Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI), kepada kantor berita AFP.

Jumlah total hulu ledak nuklir di antara sembilan negara berkekuatan nuklir – Inggris, China, Prancis, India, Israel, Korea Utara, Pakistan, Rusia, dan Amerika Serikat – turun menjadi 12.512 pada awal 2023, dari 12.710 yang tercatat pada awal tahun 2022, menurut SIPRI.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dari jumlah tersebut, 9.576 berada di “gudang militer dengan potensi siap digunakan.” Jumlah tersebut berarti 86 lebih banyak dari tahun sebelumnya.

SIPRI membedakan antara stok negara yang siap digunakan dan total inventarisnya – termasuk stok lama yang dijadwalkan untuk dibongkar.

“Jumlah hulu ledak nuklir yang dapat digunakan mulai meningkat,” kata Smith, sambil mencatat bahwa jumlahnya masih jauh di bawah 70.000 lebih yang tercatat selama tahun 1980-an.

Sebagian besar peningkatan jumlah persediaan itu berasal dari China, yang menambah persediaannya dari 350 menjadi 410 hulu ledak.

India, Pakistan, dan Korea Utara juga menambah cadangan masing-masing, sementara jumlah yang dimiliki Rusia tumbuh sedikit, dari 4.477 menjadi 4.489. Sedangkan negara-negara berkekuatan nuklir yang tersisa mempertahankan jumlah senjata nuklir masing-masing.

Rusia dan Amerika Serikat secara bersama masih memiliki hampir 90 persen dari semua senjata nuklir di dunia. [lt/rs]
[ad_2]

Berita Terkait

Melalui Penyelesaian Sengketa WTO, Tiongkok Ajukan Gugatan Terhadap Amerika Serikat Masalah Tarif
Bukan Konfrontasi, Tiongkok Siap Bekerja Sama dengan Pemerintahan Presiden AS Donald Trump
Tak Tersedia Lagi di App Store dan Google Play Store di AS, Penguman Resmi Aplikasi Asal Tiongkok Tiktok
Menlu RI Sugiono Lakukan Pertemuan Bilateral dengan Menlu Malaysia Mohamad Hasan, Ini yang Dibahas
Proyeksi Pertumbuhan Perekonomian Tiongkok pada 2024 dan 2025 Meningkat, Kata Goldman Sachs
Kerja Sama BNSP dan KBRI di Tokyo: Indonesia dan Jepang Optimalisasi Tenaga Kerja
Hong Kong Kurangi Partisipasi Masyarakat dalam Pemilu
Reuters akan Gugat Turki atas Larangan terhadap Artikel Mereka

Berita Terkait

Jumat, 11 April 2025 - 07:26 WIB

Melalui Penyelesaian Sengketa WTO, Tiongkok Ajukan Gugatan Terhadap Amerika Serikat Masalah Tarif

Selasa, 21 Januari 2025 - 11:12 WIB

Bukan Konfrontasi, Tiongkok Siap Bekerja Sama dengan Pemerintahan Presiden AS Donald Trump

Senin, 20 Januari 2025 - 11:17 WIB

Tak Tersedia Lagi di App Store dan Google Play Store di AS, Penguman Resmi Aplikasi Asal Tiongkok Tiktok

Senin, 20 Januari 2025 - 10:23 WIB

Menlu RI Sugiono Lakukan Pertemuan Bilateral dengan Menlu Malaysia Mohamad Hasan, Ini yang Dibahas

Selasa, 15 Oktober 2024 - 13:44 WIB

Proyeksi Pertumbuhan Perekonomian Tiongkok pada 2024 dan 2025 Meningkat, Kata Goldman Sachs

Berita Terbaru