China Sensor Jurnalis Terkemuka yang Sampaikan Kekhawatiran Soal Ekonomi

- Pewarta

Selasa, 27 Juni 2023 - 20:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Seorang jurnalis keuangan China terkemuka yang membandingkan masalah ekonomi negara dengan Depresi Hebat telah dinyatakan dilarang beraktivitas di media sosial.

Akun Weibo Wu Xiaobo, jurnalis bisnis berpengaruh dan penulis dengan lebih dari 4,7 juta pengikut, “saat ini dalam keadaan terlarang karena melanggar undang-undang dan peraturan yang relevan”, menurut spanduk yang ditampilkan di halamannya, Selasa (27/6).

Moderator konten di Weibo – platform mirip Twitter – mengatakan pada hari Senin bahwa mereka telah memblokir tiga pengguna terverifikasi media sosial itu karena “menyebarkan fitnah terhadap perkembangan pasar sekuritas” dan “menggambarkan tingkat pengangguran secara tidak benar”.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Weibo tidak menyebut nama lengkap pengguna dari akun yang diblokir, tetapi mengatakan salah satu dari mereka memiliki nama tiga karakter yang dimulai dengan “Wu” dan diakhiri dengan “Bo”.

Pemulihan ekonomi Tiongkok pasca-COVID tersendat, dengan data yang lesu dalam beberapa pekan terakhir menandakan bahwa upaya untuk bangkit mulai kehabisan tenaga.

Pada akun Weibo Wu, yang terlihat pada hari Selasa, semua konten yang diposting sejak April 2022 telah dihapus. Wu tidak segera menanggapi permintaan komentar dari AFP.

Tulisan regulernya di situs web majalah keuangan China Caixin telah lama merinci kesengsaraan ekonomi negara itu, termasuk penurunan angka kelahiran dan meroketnya pengangguran di kalangan kaum muda.

“Jumlah pengangguran yang sangat besar ini kemungkinan besar akan menjadi pemicu persoalan besar,” katanya dalam tulisannya Mei lalu, yang membandingkan situasi ekonomi saat ini dengan Depresi Hebat tahun 1930-an.

Dalam tulisan lain baru-baru ini, ia meragukan apakah pelonggaran moneter akan mampu “menyelesaikan masalah ekonomi saat ini”.

Tulisan-tulisan tersebut, bagaimana pun, belum dihapus dari internet pada hari Selasa.

Media domestik China dikendalikan oleh negara, dan penyensoran media sosial yang meluas sering digunakan untuk menekan berita negatif atau liputan kritis.

Pihak berwenang sebelumnya mendesak para investor untuk menghindari membaca laporan-laporan berita asing tentang China, sementara para analis dan ekonom telah diskors dari media sosial karena menyampaikan pandangan pesimistis. [ab/uh]
[ad_2]

Berita Terkait

Melalui Penyelesaian Sengketa WTO, Tiongkok Ajukan Gugatan Terhadap Amerika Serikat Masalah Tarif
Bukan Konfrontasi, Tiongkok Siap Bekerja Sama dengan Pemerintahan Presiden AS Donald Trump
Tak Tersedia Lagi di App Store dan Google Play Store di AS, Penguman Resmi Aplikasi Asal Tiongkok Tiktok
Menlu RI Sugiono Lakukan Pertemuan Bilateral dengan Menlu Malaysia Mohamad Hasan, Ini yang Dibahas
Proyeksi Pertumbuhan Perekonomian Tiongkok pada 2024 dan 2025 Meningkat, Kata Goldman Sachs
Kerja Sama BNSP dan KBRI di Tokyo: Indonesia dan Jepang Optimalisasi Tenaga Kerja
Hong Kong Kurangi Partisipasi Masyarakat dalam Pemilu
Reuters akan Gugat Turki atas Larangan terhadap Artikel Mereka

Berita Terkait

Jumat, 11 April 2025 - 07:26 WIB

Melalui Penyelesaian Sengketa WTO, Tiongkok Ajukan Gugatan Terhadap Amerika Serikat Masalah Tarif

Selasa, 21 Januari 2025 - 11:12 WIB

Bukan Konfrontasi, Tiongkok Siap Bekerja Sama dengan Pemerintahan Presiden AS Donald Trump

Senin, 20 Januari 2025 - 11:17 WIB

Tak Tersedia Lagi di App Store dan Google Play Store di AS, Penguman Resmi Aplikasi Asal Tiongkok Tiktok

Senin, 20 Januari 2025 - 10:23 WIB

Menlu RI Sugiono Lakukan Pertemuan Bilateral dengan Menlu Malaysia Mohamad Hasan, Ini yang Dibahas

Selasa, 15 Oktober 2024 - 13:44 WIB

Proyeksi Pertumbuhan Perekonomian Tiongkok pada 2024 dan 2025 Meningkat, Kata Goldman Sachs

Berita Terbaru

Pers Rilis

Hainan: Etalase Kebijakan Pintu Terbuka Tiongkok

Jumat, 29 Mei 2026 - 15:45 WIB