Deforestasi Hutan Tropis Dunia Melejit pada 2022  

- Pewarta

Selasa, 27 Juni 2023 - 16:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Dunia kehilangan kawasan hutan hujan tropis tua seukuran Swiss pada tahun lalu, menyusul terus berlanjutnya aktivitas deforestasi di kawasan Amazon, Brazil, menurut studi pemantauan hutan, Selasa (27/6). 

Global Forest Watch, yang didukung oleh lembaga nirlaba World Resources Institute (WRI) dan menggunakan data hutan yang dikumpulkan oleh University of Maryland, mengungkapkan bahwa sekitar 41.000 km persegi hutan hujan tropis hilang pada 2022. 

Tahun 2022 adalah tahun terakhir pemerintahan Presiden Brazil Jair Bolsonaro, yang ternyata justru menyumbang lebih dari 40 persen dari semua angka deforestasi itu. 

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Meskipun dunia sepakat untuk memangkas angka deforestasi menjadi nol pada 2030, tetapi kenyataannya laju kehilangan hutan tropis pada tahun lalu melebihi tingkat 2021. 

“Angka 2022 sangat mengecewakan,” kata Francis Seymour, seorang pejabat WRI. “Kami berharap sekarang untuk melihat sinyal dalam data (yang kami miliki) bahwa kami sedang membalikkan situasi dalam situasi deforetasi ini.” 

Global Forest Watch menghitung ‘hutan primer’, yang mencakup hutan dewasa yang belum dibuka atau ditanam kembali dalam sejarah belakangan ini. 

Hutan sejenis itu melindungi dunia dari perubahan iklim karena menyerap karbon dioksida dalam jumlah yang massif. Kehilangan hutan tropis pada tahun lalu menyebabkan dunia harus melepaskan sekitar 2,7 gigaton karbon dioksida, setara dengan emisi bahan bakar fosil tahunan India, kata laporan itu. 

Indonesia dan Malaysia berhasil menjaga angka deforestasi hingga mendekati rekor terendah, melanjutkan rangkaian penurunan deforestasi selama bertahun-tahun yang didorong oleh perkebunan kelapa sawit. 

Kebijakan Indonesia yang ketat, seperti moratorium izin baru di hutan primer dan lahan gambut, membantu pencapaian tersebut. 

 

Negara-negara dengan area hutan yang luas lainnya kesulitan untuk mengikuti kemajuan yang dicapai Asia. Republik Demokratik Kongo dan Bolivia mengalami kehilangan hutan tropis terbesar setelah Brazil.

Pertanian komoditas sebagian besar bertanggung jawab atas deforestasi di Bolivia, kata para pakar, karena pemerintah mendukung ekspansi agribisnis. Bolivia adalah satu dari sedikit negara yang tidak bergabung dengan janji nol deforestasi. 

Namun kesepakatan itu belum membuat perbedaan yang berarti. Analisis Global Forest Watch menemukan luas deforestasi pada 2022 lebih dari 10.000 km persegi melebihi apa yang diperlukan untuk menghentikannya pada 2030. 

“Kita berada jauh dari jalur dan mengarah ke arah yang salah,” kata Rod Taylor, Direktur Program Hutan Global WRI. 

Dunia kehilangan hutan 10 persen lebih sedikit pada 2022 dibandingkan 2021, karena lebih sedikit kebakaran besar yang terjadi di hutan boreal Rusia, meskipun negara tersebut masih kehilangan 43.000 km persegi hutan rapat pada tahun lalu. [ah/rs] 
[ad_2]

Berita Terkait

Melalui Penyelesaian Sengketa WTO, Tiongkok Ajukan Gugatan Terhadap Amerika Serikat Masalah Tarif
Bukan Konfrontasi, Tiongkok Siap Bekerja Sama dengan Pemerintahan Presiden AS Donald Trump
Tak Tersedia Lagi di App Store dan Google Play Store di AS, Penguman Resmi Aplikasi Asal Tiongkok Tiktok
Menlu RI Sugiono Lakukan Pertemuan Bilateral dengan Menlu Malaysia Mohamad Hasan, Ini yang Dibahas
Proyeksi Pertumbuhan Perekonomian Tiongkok pada 2024 dan 2025 Meningkat, Kata Goldman Sachs
Kerja Sama BNSP dan KBRI di Tokyo: Indonesia dan Jepang Optimalisasi Tenaga Kerja
Hong Kong Kurangi Partisipasi Masyarakat dalam Pemilu
Reuters akan Gugat Turki atas Larangan terhadap Artikel Mereka

Berita Terkait

Jumat, 11 April 2025 - 07:26 WIB

Melalui Penyelesaian Sengketa WTO, Tiongkok Ajukan Gugatan Terhadap Amerika Serikat Masalah Tarif

Selasa, 21 Januari 2025 - 11:12 WIB

Bukan Konfrontasi, Tiongkok Siap Bekerja Sama dengan Pemerintahan Presiden AS Donald Trump

Senin, 20 Januari 2025 - 11:17 WIB

Tak Tersedia Lagi di App Store dan Google Play Store di AS, Penguman Resmi Aplikasi Asal Tiongkok Tiktok

Senin, 20 Januari 2025 - 10:23 WIB

Menlu RI Sugiono Lakukan Pertemuan Bilateral dengan Menlu Malaysia Mohamad Hasan, Ini yang Dibahas

Selasa, 15 Oktober 2024 - 13:44 WIB

Proyeksi Pertumbuhan Perekonomian Tiongkok pada 2024 dan 2025 Meningkat, Kata Goldman Sachs

Berita Terbaru

Pers Rilis

“The Empowerers | Laos on the Move”

Kamis, 22 Okt 2026 - 02:00 WIB