Ekonomi AS Melemah, Tumbuh 1,1% Kuartal Pertama 2023

- Pewarta

Jumat, 28 April 2023 - 03:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ekonomi AS melambat secara tajam dari Januari sampai Maret, dengan pertumbuhan hanya 1,1 persen sementara suku bunga tinggi menerpa pasar perumahan dan bisnis mengurangi inventori mereka.

Taksiran Kamis dari Departemen Perdagangan menunjukkan PDB Amerika melemah setelah menikmati pertumbuhan sebesar 3,2 persen dari Juli sampai September dan 2,6 persen dari Oktober sampai Desember.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tetapi belanja konsumen, yang mengambil porsi 70 persen dari kegiatan ekonomi AS, tetap andal dan tumbuh 3,7 persen, yang paling tinggi dalam kurun dua tahun terakhir.

Belanja barang, khususnya, solid: tumbuh pada laju tercepat sejak kuartal kedua 2021.

Pakar ekonomi tadinya meramalkan PDB akan tumbuh 1,9 persen dalam kuartal Januari sampai Maret.

Di balik kelemahan kuartal ini, terjadi pengurangan tajam inventori bisnis, yang mengakibatkan penurunan 2,3 persen dari total pertumbuhan.

Bisnis biasanya mengurangi inventori kalau mereka mengantisipasi penurunan kegiatan ekonomi.

Perlambatan ekonomi ini mencerminkan dampak dari kebijakan agresif Fed, alias Bank Sentral AS, untuk menjinakkan inflasi, di mana badan itu memberlakukan sembilan kali kenaikan suku bunga tahun lalu.

Melonjaknya biaya pinjaman ini diduga akan menyebabkan ekonomi masuk ke dalam resesi tahun ini.

Meskipun telah mereda dari rekor tertinggi selama empat puluh tahun terakhir, tingkat inflasi masih berada di atas target Fed sebesar dua persen.

Pasar perumahan, yang khususnya rentan terhadap suku bunga pinjaman yang lebih tinggi, telah terpukul.

Banyak bank memperketat standar pinjaman mereka sejak kegagalan dua bank besar AS bulan lalu, sehingga semakin sulit untuk membeli rumah maupun mobil, atau memperluas bisnis.

“Ekonomi tidak memiliki momentum untuk melangkah maju pada awal tahun ini,” kata Andrew Hunter dari Capital Economics. “Kita masih terus mengalami tekanan suku bunga tinggi dan kondisi pengetatan kredit sehingga mendorong ekonomi ke dalam sebuah resesi yang ringan sebentar lagi.” [jm/rd]

[ad_2]

Berita Terkait

SapuLangit Media Center Luncurkan 5 Media Online Baru, Fokus Berita Kesehatan, Pariwisata dan Lingkungan Hidup
Pajak Bangunan Jadi Andalan PAD, Digitalisasi Jadi Penentu Kunci
Galeri Foto Pers Efektif Tingkatkan Kredibilitas Dan Kepercayaan Publik
CSA Index Agustus 2025 Jadi Bukti Kepercayaan Pasar yang Kembali Stabil
Hillcon Equity Divestasi Premium, Porsi Kepemilikan Tetap Kuasai Mayoritas
Diplomasi Tarif RI-AS: Dari Penurunan 19 Persen ke Peluang Pasar Lebih Luas
Keluar dari Bayang-Bayang Singapura, Pemerintah Indonesia Ambil Langkah Besar Soal Importasi BBM
Lonjakan CSA Index Jadi Penanda Kuat Keyakinan Investor atas Fondasi Ekonomi RI

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 06:55 WIB

SapuLangit Media Center Luncurkan 5 Media Online Baru, Fokus Berita Kesehatan, Pariwisata dan Lingkungan Hidup

Rabu, 27 Agustus 2025 - 06:47 WIB

Pajak Bangunan Jadi Andalan PAD, Digitalisasi Jadi Penentu Kunci

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:08 WIB

Galeri Foto Pers Efektif Tingkatkan Kredibilitas Dan Kepercayaan Publik

Selasa, 12 Agustus 2025 - 14:14 WIB

CSA Index Agustus 2025 Jadi Bukti Kepercayaan Pasar yang Kembali Stabil

Selasa, 12 Agustus 2025 - 11:03 WIB

Hillcon Equity Divestasi Premium, Porsi Kepemilikan Tetap Kuasai Mayoritas

Berita Terbaru