Filipina Sita Setengah Ton Narkoba dalam Kemasan Teh

- Pewarta

Rabu, 29 Maret 2023 - 20:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Polisi menyita lebih dari 500 kilogram metamfetamin yang disembunyikan dalam kemasan kantong-kantong teh, Rabu (29/3), dan menangkap seorang tersangka pengedar narkoba China di kota resor pegunungan di Filipina Utara.

Narkoba yang disita di kota Baguio itu diperkirakan bernilai 4 miliar peso ($74 juta) dan merupakan salah satu yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir, kata sejumlah pejabat Filipina.

Sebuah sindikat narkoba rupanya sengaja menyembunyikan narkoba yang dikenal sebagai shabu itu di Baguio, tujuan wisata populer yang terkenal dengan pemandangan gunung dan pohon pinusnya, dan bukan di metropolitan Manila, karena tindakan keras antinarkoba yang sedang berlangsung di wilayah ibu kota, kata Menteri Dalam Negeri Benhur Abalos dan sejumlah pejabat kepolisian.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Presiden Ferdinand Marcos Jr., yang mulai menjabat pada bulan Juni, telah berjanji untuk melanjutkan program penumpasan narkoba yang digelar pendahulunya, yang menyebabkan ribuan tersangka narkoba kelas teri tewas. Namun ia mengatakan, upaya itu akan dilakukan secara berbeda dan lebih fokus pada rehabilitasi ketergantungan obat.

Di bawah mantan Presiden Rodrigo Duterte, lebih dari 6.000 tersangka pengedar narkoba yang sebagian besar miskin tewas dalam bentrokan dengan penegak hukum. Pembunuhan yang meluas membuat khawatir pemerintah-pemerintah Barat, termasuk Amerika Serikat, dan memicu penyelidikan Mahkamah Pidana Internasional (ICC) sebagai kemungkinan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Duterte membantah membenarkan pembunuhan di luar hukum dalam apa yang disebutnya perang melawan narkoba, tetapi secara terbuka mengancam akan membunuh para tersangka pengedar narkoba sampai tahun-tahun terakhir kekuasaannya.

Polisi mengatakan ada lebih sedikit pembunuhan terhadap tersangka narkoba di bawah pemerintahan Marcos, tetapi kelompok-kelompok HAM masih menyatakan kekhawatiran atas pembunuhan yang terus berlanjut di bawah tindakan keras pemerintah dan meminta Marcos untuk bekerja sama dengan ICC dalam menyelidiki pembunuhan yang terjadi ketika Duterte menjadi presiden dan wali kota kota Davao, Filipina Selatan.

Setelah ICC menolak seruan pemerintah Filipina untuk berhenti menyelidiki pembunuhan era Duterte, Marcos mengatakan Selasa bahwa pemerintahannya akan memutuskan kontak dengan pengadilan yang berbasis di Den Haag itu.

“Itu mengakhiri semua keterlibatan kami dengan ICC karena kami tidak bisa lagi mengajukan banding,” kata Marcos kepada wartawan saat dimintai komentar atas keputusan majelis banding ICC. “Pada titik ini, kami pada dasarnya melepaskan diri dari kontak apa pun, dari komunikasi apa pun, dengan ICC.”

Ketika masih menjadi presiden, Duterte menarik Filipina dari perjanjian pendirian ICC pada 2019 setelah pengadilan itu meluncurkan pemeriksaan awal atas ribuan pembunuhan di bawah tindakan keras antinarkoba. [ab/uh]
[ad_2]

Berita Terkait

Melalui Penyelesaian Sengketa WTO, Tiongkok Ajukan Gugatan Terhadap Amerika Serikat Masalah Tarif
Bukan Konfrontasi, Tiongkok Siap Bekerja Sama dengan Pemerintahan Presiden AS Donald Trump
Tak Tersedia Lagi di App Store dan Google Play Store di AS, Penguman Resmi Aplikasi Asal Tiongkok Tiktok
Menlu RI Sugiono Lakukan Pertemuan Bilateral dengan Menlu Malaysia Mohamad Hasan, Ini yang Dibahas
Proyeksi Pertumbuhan Perekonomian Tiongkok pada 2024 dan 2025 Meningkat, Kata Goldman Sachs
Kerja Sama BNSP dan KBRI di Tokyo: Indonesia dan Jepang Optimalisasi Tenaga Kerja
Hong Kong Kurangi Partisipasi Masyarakat dalam Pemilu
Reuters akan Gugat Turki atas Larangan terhadap Artikel Mereka

Berita Terkait

Jumat, 11 April 2025 - 07:26 WIB

Melalui Penyelesaian Sengketa WTO, Tiongkok Ajukan Gugatan Terhadap Amerika Serikat Masalah Tarif

Selasa, 21 Januari 2025 - 11:12 WIB

Bukan Konfrontasi, Tiongkok Siap Bekerja Sama dengan Pemerintahan Presiden AS Donald Trump

Senin, 20 Januari 2025 - 11:17 WIB

Tak Tersedia Lagi di App Store dan Google Play Store di AS, Penguman Resmi Aplikasi Asal Tiongkok Tiktok

Senin, 20 Januari 2025 - 10:23 WIB

Menlu RI Sugiono Lakukan Pertemuan Bilateral dengan Menlu Malaysia Mohamad Hasan, Ini yang Dibahas

Selasa, 15 Oktober 2024 - 13:44 WIB

Proyeksi Pertumbuhan Perekonomian Tiongkok pada 2024 dan 2025 Meningkat, Kata Goldman Sachs

Berita Terbaru

Pers Rilis

“The Empowerers | Laos on the Move”

Kamis, 22 Okt 2026 - 02:00 WIB