Gedung Putih: Tidak Ada Pergeseran Kebijakan Amerika Terkait Taiwan

- Pewarta

Sabtu, 23 Oktober 2021 - 05:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Beberapa jam setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengatakan bahwa Amerika berkomitmen membela Taiwan jika negara tersebut diserang, Gedung Putih mengklarifikasi pernyataan itu dengan mengatakan “tidak ada perubahan dalam kebijakan kami.”

Biden menyampaikan pernyataan tersebut dalam acara yang disiarkan langsung oleh stasiun televisi CNN pada Kamis (21/10) sore.

Sehari sebelumnya China mengatakan bahwa “tidak ada ruang” untuk berkompromi atau melakukan konsesi dalam isu Taiwan.

Pernyataan Biden pada Kamis itu dipandang sebagai perluasan “ambiguitas strategis” yang telah dipertahankan Amerika dalam menanggapi serangan terhadap Taiwan, negara kepulauan yang memiliki pemerintahannya sendiri.

“Presiden tidak mengumumkan perubahan apapun dalam kebijakan kami. Ia juga tidak membuat keputusan untuk mengubah kebijakan kami,” ujar juru bicara Gedung Putih Jen Psaki.

Ketika ditanya wartawan apakah Amerika akan membela Taiwan jika pulau itu diserang oleh China, Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin mengatakan ia tidak akan membahas situasi hipotesis, tetapi dengan tegas berbicara bahwa “tidak ada yang ingin melihat isu-isu lintas Selat itu melebar, termasuk tentunya Presiden Biden. Tidak ada alasan untuk itu.”

Berbicara di Brussels setelah pertemuan antara para menteri pertahanan negara anggota kelompok NATO, Austin menambahkan bahwa Amerika tetap berkomitmen pada kebijakan “satu China” yang sudah dijalankan sejak lama. [em/rs]
[ad_2]

Berita Terkait

Hong Kong Kurangi Partisipasi Masyarakat dalam Pemilu
Reuters akan Gugat Turki atas Larangan terhadap Artikel Mereka
Akademisi Israel-Rusia Ditahan oleh Milisi Syiah di Irak
Prancis Didesak untuk Mengatasi Rasisme dalam Tubuh Kepolisian
Pemerintah Kanada akan Setop Iklan di Facebook dan Instagram
PBB: Afrika Barat Alami Krisis Kelaparan Terburuk dalam Satu Dekade
IAEA Beri Lampu Hijau Pembuangan Limbah PLTN Fukushima, China dan Korsel Khawatir
Daur Ulang Jaket Pelampung untuk Tingkatkan Kesadaran Akan Krisis Pengungsi
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Kamis, 6 Juli 2023 - 18:48 WIB

Hong Kong Kurangi Partisipasi Masyarakat dalam Pemilu

Kamis, 6 Juli 2023 - 15:51 WIB

Reuters akan Gugat Turki atas Larangan terhadap Artikel Mereka

Kamis, 6 Juli 2023 - 14:46 WIB

Akademisi Israel-Rusia Ditahan oleh Milisi Syiah di Irak

Kamis, 6 Juli 2023 - 12:05 WIB

Prancis Didesak untuk Mengatasi Rasisme dalam Tubuh Kepolisian

Kamis, 6 Juli 2023 - 06:29 WIB

Pemerintah Kanada akan Setop Iklan di Facebook dan Instagram

Kamis, 6 Juli 2023 - 06:25 WIB

PBB: Afrika Barat Alami Krisis Kelaparan Terburuk dalam Satu Dekade

Kamis, 6 Juli 2023 - 04:06 WIB

IAEA Beri Lampu Hijau Pembuangan Limbah PLTN Fukushima, China dan Korsel Khawatir

Rabu, 5 Juli 2023 - 21:23 WIB

Daur Ulang Jaket Pelampung untuk Tingkatkan Kesadaran Akan Krisis Pengungsi

Berita Terbaru