IAEA Minta Ukraina dan Rusia Patuhi Lima Prinsip untuk Mencegah Bencana Nuklir di PLTN Zaporizhzhia

- Pewarta

Rabu, 31 Mei 2023 - 12:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Kepala Badan Energi Atom Internasional (IAEA) Rafael Grossi, pada Selasa (30/5), meminta Ukraina dan Rusia untuk menghormati lima prinsip untuk melindungi pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia Ukraina. Permintaan tersebut menunjukkan bahwa Grossi belum berhasil mendapatkan persetujuan kedua negara untuk melindungi fasilitas tersebut.

Grossi, yang berbicara di Dewan Keamanan PBB, telah mencoba selama berbulan-bulan untuk menyusun kesepakatan guna mengurangi risiko bencana kecelakaan nuklir dari aktivitas militer seperti penembakan di PLTN terbesar di Eropa, yang berada di wilayah Ukraina dan telah diduduki Rusia selama lebih dari satu tahun.

Kelima prinsip itu mencakup larangan serangan ke atau dari PLTN; larangan keberadaan senjata berat seperti peluncur roket ganda, sistem artileri dan amunisi, serta tank dan personel militer di fasilitas itu; ketersediaan dan keamanan aliran listrik di luar PLTN; perlindungan seluruh sistem esensial dari serangan atau sabotase; serta larangan tindakan yang dapat merusak prinsip-prinsip tersebut.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala nuklir PBB itu menekankan bahwa dunia beruntung kecelakaan nuklir belum terjadi di Ukraina. Ia meminta Moskow dan Kyiv berkomitmen mencegah serangan apa pun terhadap pembangkit itu dan membuat janji lain “untuk menghindari bahaya insiden bencana.”

Grossi menegaskan kembali kepada DK PBB apa yang ia katakan di hadapan dewan gubernur IAEA Maret lalu: “Kita sedang bertaruh, dan jika ini diteruskan, bukan tidak mungkin keberuntungan kita akan habis.”

Grossi “dengan hormat dan sungguh-sungguh” meminta Ukraina dan Rusia mematuhi prinsip-prinsip itu, dan mengatakan bahwa para pakar di Zaporizhzhia akan mulai memantau dan ia akan mengumumkan pelanggaran yang terjadi.

Grossi meminta ke-15 anggota DK PBB untuk mendukung kelima prinsip, menekankan bahwa mereka “tidak merugikan siapa pun dan menguntungkan semua orang.”

Kremlin mengambil alih PLTN itu setelah invasi Rusia ke Ukraina Februari 2022. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menentang proposal apa pun yang akan melegitimasi kendali Rusia di sana. [rd/ka]

Informasi dalam laporan ini berasal dari Reuters dan The Associated Press.
[ad_2]

Berita Terkait

Melalui Penyelesaian Sengketa WTO, Tiongkok Ajukan Gugatan Terhadap Amerika Serikat Masalah Tarif
Bukan Konfrontasi, Tiongkok Siap Bekerja Sama dengan Pemerintahan Presiden AS Donald Trump
Tak Tersedia Lagi di App Store dan Google Play Store di AS, Penguman Resmi Aplikasi Asal Tiongkok Tiktok
Menlu RI Sugiono Lakukan Pertemuan Bilateral dengan Menlu Malaysia Mohamad Hasan, Ini yang Dibahas
Proyeksi Pertumbuhan Perekonomian Tiongkok pada 2024 dan 2025 Meningkat, Kata Goldman Sachs
Kerja Sama BNSP dan KBRI di Tokyo: Indonesia dan Jepang Optimalisasi Tenaga Kerja
Hong Kong Kurangi Partisipasi Masyarakat dalam Pemilu
Reuters akan Gugat Turki atas Larangan terhadap Artikel Mereka

Berita Terkait

Jumat, 11 April 2025 - 07:26 WIB

Melalui Penyelesaian Sengketa WTO, Tiongkok Ajukan Gugatan Terhadap Amerika Serikat Masalah Tarif

Selasa, 21 Januari 2025 - 11:12 WIB

Bukan Konfrontasi, Tiongkok Siap Bekerja Sama dengan Pemerintahan Presiden AS Donald Trump

Senin, 20 Januari 2025 - 11:17 WIB

Tak Tersedia Lagi di App Store dan Google Play Store di AS, Penguman Resmi Aplikasi Asal Tiongkok Tiktok

Senin, 20 Januari 2025 - 10:23 WIB

Menlu RI Sugiono Lakukan Pertemuan Bilateral dengan Menlu Malaysia Mohamad Hasan, Ini yang Dibahas

Selasa, 15 Oktober 2024 - 13:44 WIB

Proyeksi Pertumbuhan Perekonomian Tiongkok pada 2024 dan 2025 Meningkat, Kata Goldman Sachs

Berita Terbaru