Industri Manufaktur: Pengertian, Contoh, Jenis

- Pewarta

Kamis, 16 Februari 2023 - 14:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

[ad_1]

Sebagai salah satu negara dengan jumlah penduduk terbesar di dunia, tentu banyak kebutuhan yang harus dipenuhi oleh masyarakat Indonesia. Kebutuhan-kebutuhan tersebut, seperti pakaian, makanan, alat-alat rumah tangga dan lain sebagainya. Banyak dari kebutuhan sehari-hari tersebut yang tidak bisa ada jika tanpa perusahaan manufaktur.

Pengertian Industri Manufaktur

Menurut Badan Pusat Statistikindustri pengolahan atau industri manufaktur adalah kegiatan ekonomi yang berbentuk pengolahan bahan baku menjadi produk atau setengah jadi dan dari bahan setengah jadi menjadi produk. Pengolahan ini bisa dilakukan secara mekanik maupun kimiawi.

Perusahaan manufaktur menurut jumlah tenaga kerjanya dibagi menjadi 4 golongan, yaitu:

  1. Industri besar, yaitu perusahaan dengan jumlah tenaga kerja lebih dari 100 orang.
  2. Industri sedang, yaitu perusahaan dengan jumlah tenaga kerja 20-99 orang.
  3. Industri kecil, yaitu perusahaan dengan jumlah tenaga kerja 5-19 orang.
  4. Industri rumah tangga, yaitu perusahaan dengan jumlah tenaga kerja 1-4 orang.

Menurut data dari Statistik industri Manufaktur Indonesiaper tahun 2020 negara ini memiliki 19.305 industri sedang dan 10.058 industri besar.  Kedua skala industri manufaktur ini menyerap tenaga kerja dengan total mencapai  5.902.367 orang.

Apabila dilihat dari persebarannya, mayoritas perusahaan manufaktur di Indonesia masih terpusat di Pulau Jawa dengan lebih dari 8.000 perusahaan di Jawa Barat, 5.800 perusahaan di Jawa Timur dan lebih dari 4.000 perusahaan di Jawa Tengah.

Jenis-Jenis Industri Manufaktur

Lalu, barang apa saja sih yang diproduksi oleh sektor industri ini? Menurut BPS, hasil produksi sektor manufaktur dapat dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu:

  1. Makanan dan minuman
  2. Pengolahan tembakau
  3. Tekstil dan pakaian jadi
  4. Barang dari kulit.
  5. Kayu, barang yang terbuat dari kayu, gabus, anyaman bambu, rotan dan sejenisnya.
  6. Pencetakan dan media rekaman
  7. Kertas dan barang dari kertas.
  8. Produk yang dihasilkan dari tambang batubara dan pabrik minyak bumi.
  9. Bahan kimia dan produk turunannya.
  10. Obat-obatan modern maupun tradisional.
  11. barang dari karet dan plastik
  12. Barang galian selain logam
  13. Logam dasar dan barang logam selain mesin.
  14. Produk elektronik dan optik.
  15. Peralatan listrik
  16. Mesin dan perlengkapan.
  17. Kendaraan bermotor dan alat angkutan lainnya
  18. Produk furnitur.
  19. Jasa reparasi dan pemasangan mesin dan peralatan
  20. Dan produk pengolahan lainnya.

Contoh Industri Manufaktur

1. Makanan dan Minuman

Sub sektor makanan dan minuman masih menjadi penggerak utama sektor manufaktur di Indonesia. Dalam sektor ini, bahan baku, seperti tepung gandum, hasil olahan rempah-rempah dan lain sebagainya diolah sedemikian rupa sehingga menjadi produk jadi. Salah satu contoh perusahaan yang bergerak di bidang ini adalah PT Mayora Indah Tbk, sebuah perusahaan yang terkenal dengan produksi Biskuit Roma.

2. Tekstil dan pakaian jadi

Dalam industri ini terjadi perubahan dari bahan mentah, seperti kapas dan wol menjadi bahan setengah jadi seperti benang dan kain lalu menjadi produk jadi, yaitu pakaian dan berbagai produk fashion lainnya. Selain sektor makanan, sub sektor tekstil dan pakaian jadi juga banyak menyerap tenaga kerja.

Salah satu contoh perusahaan yang bergerak di bidang ini adalah PT. Busana Remaja Agracipta, sebuah perusahaan di Yogyakarta dan beberapa daerah lainnya di Indonesia yang memproduksi pakaian dalam (pakaian dalam) wanita dan pria. Tidak hanya untuk konsumsi dalam negeri, produk perusahaan yang satu ini juga banyak diekspor ke luar negeri.

3. Otomotif

Sub sektor otomotif adalah salah satu sub sektor manufaktur yang paling terkenal. Dalam sub sektor ini, tenaga kerja memanfaatkan mesin dan teknologi canggih untuk membuat dan merakit berbagai kendaraan bermotor, seperti mobil motor, traktor, forklift dan lain sebagainya.

Astra Group adalah perusahaan sektor otomotif yang paling dikenal di Indonesia. Perusahaan ini bekerjasama dengan berbagai produsen kendaraan bermotor di dunia untuk merakit dan mendistribusikan produk-produk produsen tersebut di negara ini.

Ciri-Ciri Industri Manufaktur

1. Memiliki proses produksi yang lengkap

Seperti penjelasan di atas, proses produksi di industri manufaktur berkaitan dengan proses pengubahan bahan baku menjadi bahan setengah jadi dan dari bahan setengah jadi menjadi produk-produk yang siap dijual. Apabila dibandingkan dengan perusahaan dagang atau perusahaan jasa, sektor manufaktur relatif memiliki proses produksi lengkap.

2. Mendapatkan penghasilan dari penjualan produk

Produk sektor manufaktur bisa berupa bahan setengah jadi, seperti kain yang bisa dijual ke sesama perusahaan atau kepada konsumen dan bisa berupa produk yang benar-benar sudah jadi, seperti pakaian yang siap dijual di toko maupun gerai. Apapun jenis produknya, perusahaan ini mendapatkan penghasilan dari penjualan produk.

3. Memiliki persediaan fisik

Sektor manufaktur adalah salah satu jenis perusahaan yang membutuhkan gudang. Gudang ini digunakan untuk menyimpan bahan baku dan atau digunakan untuk menyimpan produk jadi yang siap dijual. Supaya bisa memotong alur distribusi, beberapa perusahaan, seperti IKEA menjadikan gudang sekaligus toko, sehingga mereka tidak membutuhkan gudang lagi dan menghemat biaya distribusi.

Mengapa Industri Manufaktur Penting Bagi Perekonomian?

Industri manufaktur menjadi bagian penting bagi perekonomian Indonesia setidaknya karena dua hal, yaitu kemampuannya untuk menyerap tenaga kerja dan produknya yang banyak diekspor ke seluruh dunia. Indomie misalnya, kini tidak hanya dikonsumsi di Indonesia saja tetapi juga telah diekspor ke 60 negara lain di seluruh dunia.

Selain karena penyerapan tenaga kerja dan ekspor, industri manufaktur di Indonesia juga menarik bagi investor asing. Menurut data BPS, per tahun 2020 ada sekitar 912 perusahaan manufaktur yang didirikan atas permodalan asing di Indonesia. Bagi pemerintah, adanya investasi dari asing ini untuk menambah pendapatan pajak dan menyerap tenaga kerja, sementara bagi tenaga kerja itu sendiri, investasi asing dapat dimanfaatkan untuk menyerap ilmu pengetahuan dan skill sebanyak-banyaknya.

Pengaruh Industri Manufaktur Pada Pemanasan Global

Meskipun penting bagi perekonomian, namun bukan berarti sektor ini tidak memiliki kelemahan. Industri manufaktur disebut-sebut menyumbang 30% emisi penyebab pemanasan global (Tempo). Hal ini khususnya untuk sektor yang memproduksi semen dan baja.

Hal ini sudah bukan rahasia lagi, mengingat sektor manufaktur bisa menyumbang polusi baik itu polusi air, darat maupun udara. Oleh sebab itu, Pemerintah Indonesia meminta pelaku bisnis di sektor ini untuk memperhatikan AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup)  misalnya dengan hanya membuang limbah yang aman untuk tanah dan air, mulai menggunakan bungkus produk daur ulang, mengurangi polusi udara dan lain sebagainya.

[ad_2]

Berita Terkait

LSP Perikanan Hias Indonesia Resmi Terbentuk: Meningkatkan Kualitas dan Kompetensi SDM untuk Daya Saing Global
Prakonvensi RSKKNI Pembiayaan: OJK Bahas Pentingnya Standar Kompetensi di Sektor Keuangan
Targetkan PNBP SDA 2025 Rp112,20 Triliun, KESDM Ungkap Strategi Tingkatkan Lifting Minyak dan Gas Bumi
Gerakan Percepatan Tanam, Produksi Beras Tahun 2024 Dipastikan Surplus di Atas Kebutuhan Konsumsi
Tarik Minat Investor Migas, Pemerintah Tak Wajibkan Kontraktor Gunakan Kontrak Skema Gross Split
Indonesia Hadapi Beberapa Risiko Global, Salah Satunya Arah Kebijakan FED yang Penuh Ketidakpastian
Begini Penjelasan Mendag Zulkifli Hasan Soal Kepastian Pemerintah Tak Akan Buka Opsi Impor Bawang Merah
Lebih Tinggi dari Triwulan IV 2023, BI Perkirakan Pertumbuhan Ekonomi di Triwulan I dan II pada 2024
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Senin, 10 Juni 2024 - 00:10 WIB

LSP Perikanan Hias Indonesia Resmi Terbentuk: Meningkatkan Kualitas dan Kompetensi SDM untuk Daya Saing Global

Jumat, 31 Mei 2024 - 04:15 WIB

Prakonvensi RSKKNI Pembiayaan: OJK Bahas Pentingnya Standar Kompetensi di Sektor Keuangan

Kamis, 30 Mei 2024 - 09:37 WIB

Targetkan PNBP SDA 2025 Rp112,20 Triliun, KESDM Ungkap Strategi Tingkatkan Lifting Minyak dan Gas Bumi

Selasa, 21 Mei 2024 - 13:27 WIB

Gerakan Percepatan Tanam, Produksi Beras Tahun 2024 Dipastikan Surplus di Atas Kebutuhan Konsumsi

Sabtu, 18 Mei 2024 - 16:06 WIB

Tarik Minat Investor Migas, Pemerintah Tak Wajibkan Kontraktor Gunakan Kontrak Skema Gross Split

Rabu, 8 Mei 2024 - 14:06 WIB

Indonesia Hadapi Beberapa Risiko Global, Salah Satunya Arah Kebijakan FED yang Penuh Ketidakpastian

Sabtu, 27 April 2024 - 14:31 WIB

Begini Penjelasan Mendag Zulkifli Hasan Soal Kepastian Pemerintah Tak Akan Buka Opsi Impor Bawang Merah

Kamis, 25 April 2024 - 13:55 WIB

Lebih Tinggi dari Triwulan IV 2023, BI Perkirakan Pertumbuhan Ekonomi di Triwulan I dan II pada 2024

Berita Terbaru