Inggris Perluas Wewenang Aparat Keamanan untuk Tangani Demonstrasi

- Pewarta

Senin, 3 Juli 2023 - 07:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Kepolisian Inggris hari Minggu (2/7) memperbarui dan memperluas wewenang aparat keamanan, termasuk langkah-langkah menarget aktivis yang melangsungkan demonstrasi yang menyebabkan gangguan lalu lintas atau menghentikan pekerjaan konstruksi bangunan, terutama infrastruktur, berskala besar.

Pihak berwenang telah berulangkali mengutuk kelompok-kelompok demonstran lingkungan hidup, termasuk “Just Stop Oil” dan “Extinction Rebellion” yang berusaha meningkatkan kesadaran publik tentang urgensi perubahan iklim dengan melakukan sejumlah demonstrasi besar di jalan, bahkan di jalan-jalan raya tersibuk. Aksi demonstrasi mereka dalam beberapa tahun terakhir ini sering menimbulkan gangguan serius bagi para pengemudi.

Mulai hari Minggu ini polisi akan memiliki wewenang lebih besar untuk mengatasi demonstrasi yang statis.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sejumlah kritikus menilai aturan baru itu merupakan ancaman terhadap hak untuk menyampaikan protes. Tetapi para pejabat Inggris mengatakan langkah itu untuk menghentikan “gangguan dari kelompok minoritas yang egois.”

Menteri Dalam Negeri Inggris Suella Braverman mengatakan “masyarakat sudah muak dengan gangguan para pengunjukrasa yang egois terhadap kehidupan mereka. Kekacauan yang terjadi di jalan-jalan telah menjadi skandal.” 

Lakukan “Tunneling” dan “Locking” Bisa Dihukum Penjara

Pihak berwenang di Inggris mengatakan beradasarkan UU Ketertiban Umum yang baru itu, pengunjukrasa yang dinilai bersalah melakukan “tunneling” atau menggali terowongan bawah tanah untuk menghalangi pembangunan infrastruktur baru, dapat dijatuhi hukuman tiga tahun penjara. Siapa pun yang terbukti bersalah menghalangi proyek transportasi utama dapat dipenjara hingga enam bulan.

Undang-undang itu juga mengkategorikan tindakan “locking” – yaitu tindakan mengunci, merekatkan, atau menempelkan diri pada orang lain, benda atau bangunan – sebagai tindakan pidana.

Ratusan demonstran perubahan iklim ditangkap tahun lalu karena memblokir jalan dan jembatan utama. Banyak aktivis lingkungan hidup yang duduk di tengah jalan, atau menempelkan diri di pinggir jalan, untuk mempersulit gerak polisi.

Pembangkangan sipil merupakan salah satu gelombang aksi langsung di mana para aktivis menempelkan diri mereka pada lukisan-lukisan di museum terkenal, atau melemparkan semangkuk sup ke karya-karya seni untuk menarik perhatian media atas perjuangan mereka.

Polisi mengatakan upaya menangani aksi-aksi demonstrasi itu telah menelan anggaran sangat besar, dan mengalihkan ribuan petugas dari pekerjaan penting lain, seperti mengatasi atau mencegah terjadinya kejahatan. [em/jm]
[ad_2]

Berita Terkait

Melalui Penyelesaian Sengketa WTO, Tiongkok Ajukan Gugatan Terhadap Amerika Serikat Masalah Tarif
Bukan Konfrontasi, Tiongkok Siap Bekerja Sama dengan Pemerintahan Presiden AS Donald Trump
Tak Tersedia Lagi di App Store dan Google Play Store di AS, Penguman Resmi Aplikasi Asal Tiongkok Tiktok
Menlu RI Sugiono Lakukan Pertemuan Bilateral dengan Menlu Malaysia Mohamad Hasan, Ini yang Dibahas
Proyeksi Pertumbuhan Perekonomian Tiongkok pada 2024 dan 2025 Meningkat, Kata Goldman Sachs
Kerja Sama BNSP dan KBRI di Tokyo: Indonesia dan Jepang Optimalisasi Tenaga Kerja
Hong Kong Kurangi Partisipasi Masyarakat dalam Pemilu
Reuters akan Gugat Turki atas Larangan terhadap Artikel Mereka

Berita Terkait

Jumat, 11 April 2025 - 07:26 WIB

Melalui Penyelesaian Sengketa WTO, Tiongkok Ajukan Gugatan Terhadap Amerika Serikat Masalah Tarif

Selasa, 21 Januari 2025 - 11:12 WIB

Bukan Konfrontasi, Tiongkok Siap Bekerja Sama dengan Pemerintahan Presiden AS Donald Trump

Senin, 20 Januari 2025 - 11:17 WIB

Tak Tersedia Lagi di App Store dan Google Play Store di AS, Penguman Resmi Aplikasi Asal Tiongkok Tiktok

Senin, 20 Januari 2025 - 10:23 WIB

Menlu RI Sugiono Lakukan Pertemuan Bilateral dengan Menlu Malaysia Mohamad Hasan, Ini yang Dibahas

Selasa, 15 Oktober 2024 - 13:44 WIB

Proyeksi Pertumbuhan Perekonomian Tiongkok pada 2024 dan 2025 Meningkat, Kata Goldman Sachs

Berita Terbaru