Jenderal Ukraina: Lebih Banyak Senjata Dibutuhkan bagi Keberhasilan Serangan Balasan

- Pewarta

Sabtu, 1 Juli 2023 - 05:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Lebih banyak senjata diperlukan oleh militer Ukraina untuk serangan balasan yang efektif, kata Jenderal Valery Zaluzhny, perwira tinggi angkatan bersenjata Ukraina, dalam sebuah wawancara dengan harian The Washington Post.

Zaluzhny mengungkapkan kekecewaannya bahwa meskipun Ukraina diperkirakan akan dengan cepat mengambil kembali wilayah pendudukan Rusia, ia harus menunggu – dalam skenario terbaik – setidaknya sampai musim gugur sebelum menerima kiriman pesawat tempur F-16 buatan Amerika.

Komandan Ukraina menunjuk doktrin NATO sendiri, yang menyerukan superioritas udara sebelum melancarkan serangan. Meskipun demikian, para pemimpin Barat lamban memasok jet-jet tempur, keluh Zaluzhny.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dia juga mengatakan pasukannya memiliki amunisi yang terbatas, menambahkan mereka telah kalah sepuluh kali lipat dari musuh.

Jadi, itu “membuat saya kesal,” kata Zaluzhny, ketika dia mendengar bahwa serangan balasan Ukraina yang telah lama ditunggu-tunggu di timur dan selatan negara itu mulai lebih lambat dari yang diharapkan – sebuah pendapat yang diungkapkan secara terbuka oleh pejabat Barat dan analis militer. Namun, dia mengatakan bahwa pasukannya telah mendapatkan beberapa tempat, bahkan jika mereka hanya berjarak 500 meter setiap hari.

“Ini bukanlah sebuah pertunjukan,” kata Zaluzhny, Rabu (28/6), di kantornya di markas Staf Umum Ukraina.

“Ini bukan pertunjukan yang ditonton dan dipertaruhkan oleh seluruh dunia atau apa pun. Setiap hari, setiap meter (wilayah Ukraina) harus dibebaskan dengan darah,” tegasnya.

“Tanpa pasokan penuh, rencana ini sama sekali tidak layak,” katanya. “Tapi mereka sedang dieksekusi. Ya, mungkin tidak secepat yang diinginkan oleh para peserta pertunjukan, para pengamat, tapi itu masalah mereka.”

Pasukan Ukraina telah berhasil membebaskan sembilan permukiman di wilayah Donetsk dan Zaporizhzhia, menurut Menteri Pertahanan Oleksii Reznikov, meskipun serangan utama belum datang.

Perbatasan utara

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy telah meminta pimpinan militer seniornya untuk memperkuat sektor militer utara Ukraina setelah kedatangan pemimpin tentara bayaran Rusia, Yevgeny Prigozhin, di Belarus.

“Keputusannya … adalah untuk Panglima [Jenderal Valeriy] Zaluzhny dan komandan ‘Utara’ [Jenderal Serhiy] Naev untuk menerapkan serangkaian langkah untuk memperkuat arah ini,” kata Zelenskyy di aplikasi perpesanan Telegram.

Zelenskyy tidak menyebut bos Grup Wagner Prigozhin dalam postingan singkat di Telegram.

Juru bicara Keamanan Nasional John Kirby mengatakan kepada LINGKARIN.COM bahwa AS akan “terus memantau aktivitas Wagner di mana pun mereka berada di seluruh dunia, dan kami akan terus meminta pertanggungjawaban mereka dengan benar atas tindakan kekerasan, mematikan, dan ilegal yang mengerikan yang telah mereka lakukan, dan juga yang mereka masih mampu lakukan.”

Setelah mendorong pasukan Rusia keluar dari wilayah utara tahun lalu, Ukraina mengambil langkah untuk memperketat pertahanan perbatasannya dengan Belarus, sekutu dekat Rusia.

Prigozhin terbang dari Rusia ke pengasingan di Belarus pada hari Selasa (27/6) di bawah kesepakatan yang dinegosiasikan oleh Presiden Alexander Lukashenko yang mengakhiri pemberontakan tentara bayarannya di Rusia pada hari Sabtu. [pp/ft]
[ad_2]

Berita Terkait

Melalui Penyelesaian Sengketa WTO, Tiongkok Ajukan Gugatan Terhadap Amerika Serikat Masalah Tarif
Bukan Konfrontasi, Tiongkok Siap Bekerja Sama dengan Pemerintahan Presiden AS Donald Trump
Tak Tersedia Lagi di App Store dan Google Play Store di AS, Penguman Resmi Aplikasi Asal Tiongkok Tiktok
Menlu RI Sugiono Lakukan Pertemuan Bilateral dengan Menlu Malaysia Mohamad Hasan, Ini yang Dibahas
Proyeksi Pertumbuhan Perekonomian Tiongkok pada 2024 dan 2025 Meningkat, Kata Goldman Sachs
Kerja Sama BNSP dan KBRI di Tokyo: Indonesia dan Jepang Optimalisasi Tenaga Kerja
Hong Kong Kurangi Partisipasi Masyarakat dalam Pemilu
Reuters akan Gugat Turki atas Larangan terhadap Artikel Mereka

Berita Terkait

Jumat, 11 April 2025 - 07:26 WIB

Melalui Penyelesaian Sengketa WTO, Tiongkok Ajukan Gugatan Terhadap Amerika Serikat Masalah Tarif

Selasa, 21 Januari 2025 - 11:12 WIB

Bukan Konfrontasi, Tiongkok Siap Bekerja Sama dengan Pemerintahan Presiden AS Donald Trump

Senin, 20 Januari 2025 - 11:17 WIB

Tak Tersedia Lagi di App Store dan Google Play Store di AS, Penguman Resmi Aplikasi Asal Tiongkok Tiktok

Senin, 20 Januari 2025 - 10:23 WIB

Menlu RI Sugiono Lakukan Pertemuan Bilateral dengan Menlu Malaysia Mohamad Hasan, Ini yang Dibahas

Selasa, 15 Oktober 2024 - 13:44 WIB

Proyeksi Pertumbuhan Perekonomian Tiongkok pada 2024 dan 2025 Meningkat, Kata Goldman Sachs

Berita Terbaru