Jerman akan Kirim 2 Kapal Perang ke Indo-Pasifik pada 2024

- Pewarta

Minggu, 4 Juni 2023 - 21:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Menteri Pertahanan Jerman Boris Pistorius, Minggu (4/6), mengatakan pihaknya akan mengirim dua kapal perang ke Indo-Pasifik pada 2024. Komitmen tersebut diberikan Berlin di tengah meningkatnya ketegangan antara China dan Taiwan dan sengketa Laut China Selatan.

Pistorius saat berbicara di pertemuan keamanan Shangri-La Dialogue di Singapura mengatakan negara-negara perlu membela tatanan internasional berbasis aturan dan perlindungan jalur maritim utama.

“Untuk tujuan ini, Pemerintah Federal Jerman mengirim (kapal) fregat ke Indo-Pasifik pada 2021, dan akan kembali (mengirim) pada 2024, mengerahkan aset maritim – kali ini fregat dan kapal pemasok – ke wilayah tersebut,” katanya, menurut naskah pidatonya didistribusikan oleh kementerian pertahanan di Berlin.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dia menambahkan pengerahan itu tidak ditujukan kepada negara mana pun, sebuah pernyataan yang tampaknya ditujukan ke China.

“Sebaliknya: Mereka berdedikasi untuk melindungi tatanan internasional berbasis aturan yang kita semua tanda tangani dan yang harus kita manfaatkan – baik itu di Mediterania, di Teluk Benggala, atau di Laut China Selatan,” tukasnya.

Dengan menunjukkan kehadiran militer yang lebih besar di wilayah tersebut, Jerman berada di antara kepentingan keamanan dan ekonominya karena China adalah mitra dagang terpenting Berlin.

Pada 2021, sebuah kapal perang Jerman berlayar ke Laut China Selatan untuk pertama kalinya dalam hampir 20 tahun, sebuah langkah yang membuat Berlin bergabung dengan negara-negara Barat lainnya dalam memperluas kehadiran militernya di wilayah tersebut di tengah meningkatnya kekhawatiran atas ambisi teritorial China.

China mengklaim hampir seluruh wilayah Laut China Selatan sebagai teritorinya, meskipun pengadilan internasional memutuskan Beijing tidak memiliki dasar hukum yang kuat atas klaim tersebut. Tak hanya mengklaim, China juga telah membangun pos-pos militer di pulau-pulau buatan di perairan yang strategisn terkait kandungan gas dan perikanan. [ah]

 
[ad_2]

Berita Terkait

Melalui Penyelesaian Sengketa WTO, Tiongkok Ajukan Gugatan Terhadap Amerika Serikat Masalah Tarif
Bukan Konfrontasi, Tiongkok Siap Bekerja Sama dengan Pemerintahan Presiden AS Donald Trump
Tak Tersedia Lagi di App Store dan Google Play Store di AS, Penguman Resmi Aplikasi Asal Tiongkok Tiktok
Menlu RI Sugiono Lakukan Pertemuan Bilateral dengan Menlu Malaysia Mohamad Hasan, Ini yang Dibahas
Proyeksi Pertumbuhan Perekonomian Tiongkok pada 2024 dan 2025 Meningkat, Kata Goldman Sachs
Kerja Sama BNSP dan KBRI di Tokyo: Indonesia dan Jepang Optimalisasi Tenaga Kerja
Hong Kong Kurangi Partisipasi Masyarakat dalam Pemilu
Reuters akan Gugat Turki atas Larangan terhadap Artikel Mereka

Berita Terkait

Jumat, 11 April 2025 - 07:26 WIB

Melalui Penyelesaian Sengketa WTO, Tiongkok Ajukan Gugatan Terhadap Amerika Serikat Masalah Tarif

Selasa, 21 Januari 2025 - 11:12 WIB

Bukan Konfrontasi, Tiongkok Siap Bekerja Sama dengan Pemerintahan Presiden AS Donald Trump

Senin, 20 Januari 2025 - 11:17 WIB

Tak Tersedia Lagi di App Store dan Google Play Store di AS, Penguman Resmi Aplikasi Asal Tiongkok Tiktok

Senin, 20 Januari 2025 - 10:23 WIB

Menlu RI Sugiono Lakukan Pertemuan Bilateral dengan Menlu Malaysia Mohamad Hasan, Ini yang Dibahas

Selasa, 15 Oktober 2024 - 13:44 WIB

Proyeksi Pertumbuhan Perekonomian Tiongkok pada 2024 dan 2025 Meningkat, Kata Goldman Sachs

Berita Terbaru