Kapal Terakhir Pembawa Biji-bijian Berdasarkan Perjanjian Program Ekspor Tinggalkan Ukraina

- Pewarta

Rabu, 17 Mei 2023 - 21:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perundingan yang diharapkan akan memperpanjang kesepakatan untuk mengizinkan ekspor biji-bijian dari Ukraina menghadapi tenggat Kamis (18/5) yang ditetapkan Rusia. Kapal terakhir yang diizinkan mengangkut biji-bijian itu telah meninggalkan Ukraina hari Rabu.

Rusia mengeluh kesepakatan untuk memfasilitasi ekspor biji-bijian dan pupuknya belum dipenuhi.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rusia pada Maret lalu setuju untuk memberikan perpanjangan 60 hari bagi Prakarsa Biji-Bijian Laut Hitam, yang sejak Agustus lalu telah memungkinkan apa yang disebut PBB sebagai pengiriman penting biji-bijian ke pasar dunia.

Stephane Dujarric

Stephane Dujarric

Para pejabat PBB pekan ini mengatakan pembicaraan untuk memperpanjang kesepakatan setelah tenggat hari Kamis masih berlangsung.

“Kami jelas sedang berada dalam tahap yang sulit,” kata Juru Bicara PBB Stephane Dujarric hari Selasa.

Tanpa ada kesepakatan, pusat bersama yang dibentuk untuk memantau program tersebut tidak akan mengizinkan kapal-kapal baru beroperasi sejak 4 Mei lalu.

Pertahanan udara Kyiv

Sementara itu militer Ukraina, Rabu (17/5) mengesampingkan kekhawatiran mengenai klaim Rusia bahwa sebuah rudal hipersonik Rusia telah menghancurkan baterai (unit tembak) rudal Patriot yang dipasok AS dalam serangkaian serangan udara terhadap Kyiv.

Juru bicara Angkatan Udara Ukraina Yuriy Ihnat mengatakan kepada televisi Ukraina dan kantor berita AFP agar “tidak khawatir” mengenai nasib baterai Patriot tersebut. “Patriot itu berfungsi,” kata Ihnat, menurut AFP.

Reuters dan CNN mengutip para pejabat AS yang mengatakan baterai itu kemungkinan besar rusak akibat serangan Rusia pada hari Selasa.

Para pejabat Ukraina mengatakan sistem pertahanan udara menembak jatuh seluruh 18 rudal yang ditembakkan Rusia ke arah Kyiv.

Sekutu-sekutu Barat Ukraina telah memasok sistem pertahanan udara canggih, termasuk rudal Patriot buatan AS, dan sistem tersebut telah membantu Kyiv terhindar dari kerusakan meluas seperti yang terlihat di berbagai tempat lain di negara itu. [uh/lt]

[ad_2]

Berita Terkait

SapuLangit Media Center Luncurkan 5 Media Online Baru, Fokus Berita Kesehatan, Pariwisata dan Lingkungan Hidup
Pajak Bangunan Jadi Andalan PAD, Digitalisasi Jadi Penentu Kunci
Galeri Foto Pers Efektif Tingkatkan Kredibilitas Dan Kepercayaan Publik
CSA Index Agustus 2025 Jadi Bukti Kepercayaan Pasar yang Kembali Stabil
Hillcon Equity Divestasi Premium, Porsi Kepemilikan Tetap Kuasai Mayoritas
Diplomasi Tarif RI-AS: Dari Penurunan 19 Persen ke Peluang Pasar Lebih Luas
Keluar dari Bayang-Bayang Singapura, Pemerintah Indonesia Ambil Langkah Besar Soal Importasi BBM
Lonjakan CSA Index Jadi Penanda Kuat Keyakinan Investor atas Fondasi Ekonomi RI

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 06:55 WIB

SapuLangit Media Center Luncurkan 5 Media Online Baru, Fokus Berita Kesehatan, Pariwisata dan Lingkungan Hidup

Rabu, 27 Agustus 2025 - 06:47 WIB

Pajak Bangunan Jadi Andalan PAD, Digitalisasi Jadi Penentu Kunci

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:08 WIB

Galeri Foto Pers Efektif Tingkatkan Kredibilitas Dan Kepercayaan Publik

Selasa, 12 Agustus 2025 - 14:14 WIB

CSA Index Agustus 2025 Jadi Bukti Kepercayaan Pasar yang Kembali Stabil

Selasa, 12 Agustus 2025 - 11:03 WIB

Hillcon Equity Divestasi Premium, Porsi Kepemilikan Tetap Kuasai Mayoritas

Berita Terbaru