Kepala Bantuan Kemanusiaan PBB Tekan Taliban Soal Larangan Kerja bagi Perempuan

- Pewarta

Kamis, 26 Januari 2023 - 06:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Para pemimpin lembaga bantuan besar menekan Taliban untuk mencabut larangan kerja bagi perempuan Afghanistan di lembaga-lembaga nonpemerintah nasional maupun internasional, kata kepala bantuan kemanusiaan PBB hari Rabu (25/1).

Keputusan Taliban bulan lalu yang melarang staf perempuan lembaga nonpemerintah untuk bekerja memicu penghentian operasional lembaga-lembaga bantuan internasional besar di Afghanistan, meskipun beberapa di antaranya telah kembali beroperasi di sebagian wilayah negara itu.

Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk Urusan Kemanusiaan Martin Griffiths mengatakan, larangan itu merampas kesempatan banyak orang Afghanistan untuk menerima bantuan kritis yang mereka butuhkan.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Griffiths mengatakan, jika larangan itu tidak dicabut, maka pengecualian, seperti yang diberikan kepada perempuan yang bekerja dalam bidang kesehatan, harus diperluas.

“Kami menggelar serangkaian pertemuan selama dua-tiga hari terakhir dengan para pemimpin Taliban di sini, di Kabul. Apa yang mereka katakan kepada saya, dan saya harus menekankan bahwa setelah melakukan banyak negosiasi sulit selama bertahun-tahun, kita tidak bisa berspekulasi apakah janji yang disampaikan akan diwujudkan – yang saya dengar dari mereka yang saya temui, entah apakah mereka sudah mendengar apa yang saya dan rekan-rekan saya, serta wasekjen, katakan – mereka (Taliban) mengerti kebutuhan kami, kebutuhan praktis maupun hak perempuan Afghanistan untuk bekerja, dan mereka mengaku akan membuat serangkaian pedoman yang akan kita lihat dikeluarkan pada waktunya, yang memang akan menanggapi persyaratan tersebut,” ujarnya.

Sekitar 28 juta penduduk Afghanistan, atau lebih dari setengah populasi negara itu, membutuhkan bantuan kemanusiaan yang mendesak setelah Taliban mengambil alih kekuasaan di negara itu Agustus 2021. [rd/jm]
[ad_2]

Berita Terkait

Melalui Penyelesaian Sengketa WTO, Tiongkok Ajukan Gugatan Terhadap Amerika Serikat Masalah Tarif
Bukan Konfrontasi, Tiongkok Siap Bekerja Sama dengan Pemerintahan Presiden AS Donald Trump
Tak Tersedia Lagi di App Store dan Google Play Store di AS, Penguman Resmi Aplikasi Asal Tiongkok Tiktok
Menlu RI Sugiono Lakukan Pertemuan Bilateral dengan Menlu Malaysia Mohamad Hasan, Ini yang Dibahas
Proyeksi Pertumbuhan Perekonomian Tiongkok pada 2024 dan 2025 Meningkat, Kata Goldman Sachs
Kerja Sama BNSP dan KBRI di Tokyo: Indonesia dan Jepang Optimalisasi Tenaga Kerja
Hong Kong Kurangi Partisipasi Masyarakat dalam Pemilu
Reuters akan Gugat Turki atas Larangan terhadap Artikel Mereka

Berita Terkait

Jumat, 11 April 2025 - 07:26 WIB

Melalui Penyelesaian Sengketa WTO, Tiongkok Ajukan Gugatan Terhadap Amerika Serikat Masalah Tarif

Selasa, 21 Januari 2025 - 11:12 WIB

Bukan Konfrontasi, Tiongkok Siap Bekerja Sama dengan Pemerintahan Presiden AS Donald Trump

Senin, 20 Januari 2025 - 11:17 WIB

Tak Tersedia Lagi di App Store dan Google Play Store di AS, Penguman Resmi Aplikasi Asal Tiongkok Tiktok

Senin, 20 Januari 2025 - 10:23 WIB

Menlu RI Sugiono Lakukan Pertemuan Bilateral dengan Menlu Malaysia Mohamad Hasan, Ini yang Dibahas

Selasa, 15 Oktober 2024 - 13:44 WIB

Proyeksi Pertumbuhan Perekonomian Tiongkok pada 2024 dan 2025 Meningkat, Kata Goldman Sachs

Berita Terbaru

Pers Rilis

Hainan: Etalase Kebijakan Pintu Terbuka Tiongkok

Jumat, 29 Mei 2026 - 15:45 WIB