Kepala Milisi Wagner: 20.000 Tentara Wagner Tewas dalam Pertempuran di Bakhmut, Ukraina

- Pewarta

Kamis, 25 Mei 2023 - 12:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Jumlah korban tewas meningkat secara cepat dalam invasi Rusia di Ukraina dan kepala milisi Wagner asal Rusia, pada Rabu (24/5), mengatakan sebanyak 20.000 anggotanya telah tewas dalam pertempuran panjang untuk merebut wilayah Bakhmut di Ukraina timur.

Kepala milisi Wagner, Yevgeny Prigozhin, mengatakan sekitar setengah dari pasukan yang tewas dalam pertempuran di Bakhmut adalah para tahanan Rusia yang dijanjikan akan dibebaskan jika mereka bersedia bertempur di Ukraina selama enam bulan. Tetapi, para tahanan tersebut seringkali dikirim ke garis depan pertempuran tanpa dibekali latihan yang memadai dan akhirnya tewas terbunuh setelah terlibat pertempuran sengit dengan pasukan Ukraina yang lebih terlatih.

Sejumlah pejabat Gedung Putih mengatakan jumlah estimasi korban yang disampaikan Prigozhin sesuai dengan angka yang mereka miliki dan hal itu menunjukkan kerugian  yang dialami Rusia semakin besar dan cepat. Rusia mengklaim dalam beberapa hari terakhir bahwa mereka telah berhasil merebut Bakhmut, sementara pejabat Ukraina mengatakan mereka belum menyerah dan masih berusaha mengepung kota itu.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jumlah korban tewas dalam konflik yang telah berjalan selama 15 bulan itu berbeda-beda, bergantung pada dari mana sumber informasi berasal. Estimasi dari Prighozin berbeda jauh dengan klaim yang dikeluarkan oleh Moskow di mana mereka menyebut 6.000 tentara Rusia telah tewas terbunuh hingga Januari tahun ini, ketika konflik berusia 11 bulan. 

Pada bulan ini, Amerika Serikat memperkirakan bahwa korban di pihak Rusia mencapai 100.000, termasuk 20.000 yang tewas terbunuh dalam pertempuran, di mana sebagian dari mereka adalah anggota pasukan Wagner, sejak Desember tahun lalu. Sejumlah analis mengatakan Ukraina juga telah kehilangan ribuan tentaranya, walaupun Kyiv belum mengungkap jumlah rinci korban di pihak mereka. 

Kantor Komite Hak Asasi Manusia untuk PBB mengatakan bahwa dari Februari 2022 hingga April 2023, pihaknya mencatat 22.734 warga sipil Ukraina telah menjadi korban, di mana 8.490 di antaranya tewas terbunuh dan 14.244 lainnya mengalami luka-luka. [jm/lt/rs]
[ad_2]

Berita Terkait

Melalui Penyelesaian Sengketa WTO, Tiongkok Ajukan Gugatan Terhadap Amerika Serikat Masalah Tarif
Bukan Konfrontasi, Tiongkok Siap Bekerja Sama dengan Pemerintahan Presiden AS Donald Trump
Tak Tersedia Lagi di App Store dan Google Play Store di AS, Penguman Resmi Aplikasi Asal Tiongkok Tiktok
Menlu RI Sugiono Lakukan Pertemuan Bilateral dengan Menlu Malaysia Mohamad Hasan, Ini yang Dibahas
Proyeksi Pertumbuhan Perekonomian Tiongkok pada 2024 dan 2025 Meningkat, Kata Goldman Sachs
Kerja Sama BNSP dan KBRI di Tokyo: Indonesia dan Jepang Optimalisasi Tenaga Kerja
Hong Kong Kurangi Partisipasi Masyarakat dalam Pemilu
Reuters akan Gugat Turki atas Larangan terhadap Artikel Mereka

Berita Terkait

Jumat, 11 April 2025 - 07:26 WIB

Melalui Penyelesaian Sengketa WTO, Tiongkok Ajukan Gugatan Terhadap Amerika Serikat Masalah Tarif

Selasa, 21 Januari 2025 - 11:12 WIB

Bukan Konfrontasi, Tiongkok Siap Bekerja Sama dengan Pemerintahan Presiden AS Donald Trump

Senin, 20 Januari 2025 - 11:17 WIB

Tak Tersedia Lagi di App Store dan Google Play Store di AS, Penguman Resmi Aplikasi Asal Tiongkok Tiktok

Senin, 20 Januari 2025 - 10:23 WIB

Menlu RI Sugiono Lakukan Pertemuan Bilateral dengan Menlu Malaysia Mohamad Hasan, Ini yang Dibahas

Selasa, 15 Oktober 2024 - 13:44 WIB

Proyeksi Pertumbuhan Perekonomian Tiongkok pada 2024 dan 2025 Meningkat, Kata Goldman Sachs

Berita Terbaru