Korea Utara Pastikan Peluncuran Satelit Mata-mata Militer Bulan Juni

- Pewarta

Selasa, 30 Mei 2023 - 12:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Korea Utara telah mengonfirmasi akan meluncurkan satelit pengintaian pada bulan Juni, dengan alasan untuk memantau pergerakan militer Amerika Serikat dan mitra-mitranya secara langsung, demikian laporan media pemerintah Korut pada Selasa (30/5), mengutip seorang pejabat pertahanan senior.

Jepang pada Senin (29/5) mengatakan bahwa pihaknya telah diberi tahu Pyongyang bahwa satelit itu dapat diluncurkan sesegera pekan ini, tapi Tokyo memperingatkan bahwa Korut mungkin sesungguhnya sedang merencanakan uji coba rudal balistik yang melanggar sanksi.

Media pemerintah Korut KCNA mengutip Ri Pyong Chol, wakil ketua komisi militer pusat partai yang berkuasa, yang mengatakan bahwa “satelit pengintaian militer No. 1” akan “diluncurkan pada bulan Juni.”

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Satelit itu, bersama dengan “berbagai sarana pengintaian yang akan diuji baru-baru ini, sangat diperlukan untuk melacak, memantau… dan mengatasi secara langsung tindakan militer berbahaya AS dan pasukan bawahannya,” demikian bunyi pernyataan itu.

Karena tindakan “sembrono” Washington dan Seoul, Ri mengatakan, Korea Utara merasa “perlu untuk memperluas sarana pengintaian dan informasi, serta meningkatkan berbagai senjata pertahanan dan penyerangan” dalam upaya untuk meningkatkan kesiapan militer.

Pejabat itu juga menuduh Amerika Serikat melakukan “aktivitas spionase udara yang bermusuhan di semenanjung Korea dan sekitarnya.”

Korea Utara memberi tahu Jepang bahwa pihaknya akan meluncurkan sebuah roket antara 31 Mei hingga 11 Juni, dengan menyebut daerah perairan di dekat Laut Kuning, Laut China Timur dan di sebelah timur Pulau Luzon di Filipina sebagai daerah peringatan, kata juru bicara penjaga pantai Jepang kepada AFP.

Zona-zona itu biasanya dijadikan sebagai area untuk puing-puing yang jatuh.

Pada 2012 dan 2016, Pyongyang menguji coba rudal-rudal balistiknya dengan sebutan peluncuran satelit. Kedua rudal itu terbang melintasi wilayah Okinawa di selatan Jepang.

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un pada bulan ini memeriksa satelit mata-mata militer pertama negaranya menjelang peluncuran. Ia pun memberi lampu hijau bagi “rencana tindakan ke depan.” [rd/jm]
[ad_2]

Berita Terkait

Melalui Penyelesaian Sengketa WTO, Tiongkok Ajukan Gugatan Terhadap Amerika Serikat Masalah Tarif
Bukan Konfrontasi, Tiongkok Siap Bekerja Sama dengan Pemerintahan Presiden AS Donald Trump
Tak Tersedia Lagi di App Store dan Google Play Store di AS, Penguman Resmi Aplikasi Asal Tiongkok Tiktok
Menlu RI Sugiono Lakukan Pertemuan Bilateral dengan Menlu Malaysia Mohamad Hasan, Ini yang Dibahas
Proyeksi Pertumbuhan Perekonomian Tiongkok pada 2024 dan 2025 Meningkat, Kata Goldman Sachs
Kerja Sama BNSP dan KBRI di Tokyo: Indonesia dan Jepang Optimalisasi Tenaga Kerja
Hong Kong Kurangi Partisipasi Masyarakat dalam Pemilu
Reuters akan Gugat Turki atas Larangan terhadap Artikel Mereka

Berita Terkait

Jumat, 11 April 2025 - 07:26 WIB

Melalui Penyelesaian Sengketa WTO, Tiongkok Ajukan Gugatan Terhadap Amerika Serikat Masalah Tarif

Selasa, 21 Januari 2025 - 11:12 WIB

Bukan Konfrontasi, Tiongkok Siap Bekerja Sama dengan Pemerintahan Presiden AS Donald Trump

Senin, 20 Januari 2025 - 11:17 WIB

Tak Tersedia Lagi di App Store dan Google Play Store di AS, Penguman Resmi Aplikasi Asal Tiongkok Tiktok

Senin, 20 Januari 2025 - 10:23 WIB

Menlu RI Sugiono Lakukan Pertemuan Bilateral dengan Menlu Malaysia Mohamad Hasan, Ini yang Dibahas

Selasa, 15 Oktober 2024 - 13:44 WIB

Proyeksi Pertumbuhan Perekonomian Tiongkok pada 2024 dan 2025 Meningkat, Kata Goldman Sachs

Berita Terbaru