Laporan PBB Peringatkan Bahwa Al-Qaeda, ISIS Mulai Berkembang di Afghanistan

- Pewarta

Kamis, 15 Juni 2023 - 14:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Laporan PBB menyatakan terdapat banyak bukti yang menunjukkan bahwa Afghanistan dengan cepat berubah menjadi pusat untuk aktivitas teroris, di mana al-Qaeda dan afiliasi kelompok teror ISIS di Afghanistan dilaporkan tumbuh secara substansial, dalam jumlah dan kemampuan, tanpa kehadiran pasukan AS atau Barat di negara tersebut.

Penilaian yang mengerikan itu, yang dibagikan dalam laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang dirilis baru-baru ini dan dibuat berdasarkan intelijen negara-negara anggota, menyimpulkan bahwa kelompok-kelompok teror “memiliki kebebasan yang lebih besar untuk bermanuver” di bawah pemerintahan Taliban dan “memanfaatkan keadaan itu dengan baik.”

Laporan oleh tim pemantau sanksi PBB itu memperingatkan bahwa al-Qaeda dan Taliban menjaga hubungan simbiosis, “dengan al-Qaeda memandang Afghanistan yang dikelola Taliban sebagai tempat yang aman.”

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebaliknya, laporan itu mendapati Negara Islam Provinsi Khorasan, juga dikenal sebagai ISIS-Khorasan atau ISIS-K, telah menggunakan ketidakmampuan Taliban untuk membangun kendali atas daerah-daerah terpencil, serta ketidakpuasan terhadap aturan Taliban untuk keuntungannya.

“Serangan terhadap tokoh-tokoh penting Taliban meningkatkan moral [ISIS-Khorasan], mencegah pembelotan dan mendorong perekrutan, termasuk dari dalam jajaran Taliban,” kata laporan PBB itu.

Dalam setiap kasus, menurut laporan PBB tersebut, kelompok-kelompok teror telah secara signifikan meningkatkan jejak mereka.

Al-Qaeda, yang diperkirakan memiliki puluhan anggota di Afghanistan setahun yang lalu, kini diyakini memiliki 30 hingga 60 pejabat senior yang berbasis di Afghanistan, serta 400 pejuang, 1.600 anggota keluarga, dan serangkaian kamp pelatihan baru.

Jumlah anggota ISIS-Khorasan, menurut data PBB, telah berkembang menjadi antara 4.000 hingga 6.000, dengan kubu atau kamp tersebar setidaknya di 13 provinsi dan jaringan sel tidur yang dapat mencapai Kabul dan lebih jauh lagi.

Walaupun laporan PBB tersebut cukup mengkhawatirkan, sejumlah pejabat AS mengatakan kepada LINGKARIN.COM bahwa mereka tidak mendapati temuan yang mendukung laporan itu. 

“Angka-angka tersebut tidak sejalan dengan analisis yang dilakukan komunitas intelijen kami di sejumlah area,” ujar salah seorang pejabat AS kepada LINGKARIN.COM yang berbicara dengan syarat anonim. 

Seorang pejabat lainnya bahkan lebih terang-terangan mengatakan bahwa estimasi mengenai kekuatan al-Qaeda dan ISIS dalam laporan tersebut “sangat tidak tepat.”[lt/rs]
[ad_2]

Berita Terkait

Melalui Penyelesaian Sengketa WTO, Tiongkok Ajukan Gugatan Terhadap Amerika Serikat Masalah Tarif
Bukan Konfrontasi, Tiongkok Siap Bekerja Sama dengan Pemerintahan Presiden AS Donald Trump
Tak Tersedia Lagi di App Store dan Google Play Store di AS, Penguman Resmi Aplikasi Asal Tiongkok Tiktok
Menlu RI Sugiono Lakukan Pertemuan Bilateral dengan Menlu Malaysia Mohamad Hasan, Ini yang Dibahas
Proyeksi Pertumbuhan Perekonomian Tiongkok pada 2024 dan 2025 Meningkat, Kata Goldman Sachs
Kerja Sama BNSP dan KBRI di Tokyo: Indonesia dan Jepang Optimalisasi Tenaga Kerja
Hong Kong Kurangi Partisipasi Masyarakat dalam Pemilu
Reuters akan Gugat Turki atas Larangan terhadap Artikel Mereka

Berita Terkait

Jumat, 11 April 2025 - 07:26 WIB

Melalui Penyelesaian Sengketa WTO, Tiongkok Ajukan Gugatan Terhadap Amerika Serikat Masalah Tarif

Selasa, 21 Januari 2025 - 11:12 WIB

Bukan Konfrontasi, Tiongkok Siap Bekerja Sama dengan Pemerintahan Presiden AS Donald Trump

Senin, 20 Januari 2025 - 11:17 WIB

Tak Tersedia Lagi di App Store dan Google Play Store di AS, Penguman Resmi Aplikasi Asal Tiongkok Tiktok

Senin, 20 Januari 2025 - 10:23 WIB

Menlu RI Sugiono Lakukan Pertemuan Bilateral dengan Menlu Malaysia Mohamad Hasan, Ini yang Dibahas

Selasa, 15 Oktober 2024 - 13:44 WIB

Proyeksi Pertumbuhan Perekonomian Tiongkok pada 2024 dan 2025 Meningkat, Kata Goldman Sachs

Berita Terbaru