Mantan PM Papua Nugini Peter O'Neill Didakwa Beri Bukti Palsu

- Pewarta

Senin, 12 Juni 2023 - 18:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Mantan Perdana Menteri Papua Nugini Peter O’Neill mengatakan polisi mendakwanya pada Senin (12/6) karena memberikan bukti palsu dalam penyelidikan kerugian pemerintah yang bernilai jutaan dolar terkait kesepakatan investasi.

O’Neill, yang masih menjadi anggota parlemen di negara pulau Pasifik itu, membantah tuduhan tersebut. Ia dituduh memberi bukti palsu saat ia menjadi pemimpin pemerintah pada tahun 2014.

Pemerintahan O’Neill memperoleh pinjaman 1,3 miliar dolar Australia ($878 juta) melalui bank investasi yang berbasis di Swiss, UBS, untuk membeli 10,1% saham di perusahaan eksplorasi energi yang terdaftar di bursa saham Australia, Oil Search Ltd. Pemerintah akhirnya menjual saham itu dengan merugi. Penyelidikan atas kesepakatan itu pada tahun ini merekomendasikan tuduhan terhadap O’Neill karena memberi kesaksian palsu. Tuduhan itu membawa potensi hukuman penjara 14 tahun.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

O’Neill, yang digantikan oleh Perdana Menteri saat ini James Marape pada 2019, mengatakan ia menghadapi tiga dakwaan memberikan bukti palsu kepada Komisi Penyelidikan UBS. “Sejauh yang saya tahu… saya tidak menyesatkan Komisi Penyelidikan. Tapi kami akan menguji ini di pengadilan,” kata O’Neill kepada wartawan di ibu kota, Port Moresby. “Ini semua adalah bagian dari permainan yang mereka mainkan untuk mencoba mengintimidasi dan melecehkan saya,” tambah O’Neill, mengacu pada lawan politiknya.

Marape, yang menjadi menteri keuangan di pemerintahan O’Neill ketika saham dibeli, mengatakan kerugiannya melebihi AU$340 juta ($230 juta).

Polisi Papua Nugini tidak segera mengonfirmasi pada Senin bahwa dakwaan telah diajukan, dengan mengatakan sebuah pernyataan sedang disiapkan. Tetapi Komisaris Polisi David Manning mengatakan dalam pernyataan pada akhir pekan bahwa penyelidik ingin menemui O’Neill pada hari Senin. “Berdasarkan penyelidikan atas laporan Komisi Penyelidikan UBS, kami yakin bahwa Peter O’Neill memberikan bukti palsu ketika berada di bawah sumpah,” kata Manning. [ab/ka]

 
[ad_2]

Berita Terkait

Melalui Penyelesaian Sengketa WTO, Tiongkok Ajukan Gugatan Terhadap Amerika Serikat Masalah Tarif
Bukan Konfrontasi, Tiongkok Siap Bekerja Sama dengan Pemerintahan Presiden AS Donald Trump
Tak Tersedia Lagi di App Store dan Google Play Store di AS, Penguman Resmi Aplikasi Asal Tiongkok Tiktok
Menlu RI Sugiono Lakukan Pertemuan Bilateral dengan Menlu Malaysia Mohamad Hasan, Ini yang Dibahas
Proyeksi Pertumbuhan Perekonomian Tiongkok pada 2024 dan 2025 Meningkat, Kata Goldman Sachs
Kerja Sama BNSP dan KBRI di Tokyo: Indonesia dan Jepang Optimalisasi Tenaga Kerja
Hong Kong Kurangi Partisipasi Masyarakat dalam Pemilu
Reuters akan Gugat Turki atas Larangan terhadap Artikel Mereka

Berita Terkait

Jumat, 11 April 2025 - 07:26 WIB

Melalui Penyelesaian Sengketa WTO, Tiongkok Ajukan Gugatan Terhadap Amerika Serikat Masalah Tarif

Selasa, 21 Januari 2025 - 11:12 WIB

Bukan Konfrontasi, Tiongkok Siap Bekerja Sama dengan Pemerintahan Presiden AS Donald Trump

Senin, 20 Januari 2025 - 11:17 WIB

Tak Tersedia Lagi di App Store dan Google Play Store di AS, Penguman Resmi Aplikasi Asal Tiongkok Tiktok

Senin, 20 Januari 2025 - 10:23 WIB

Menlu RI Sugiono Lakukan Pertemuan Bilateral dengan Menlu Malaysia Mohamad Hasan, Ini yang Dibahas

Selasa, 15 Oktober 2024 - 13:44 WIB

Proyeksi Pertumbuhan Perekonomian Tiongkok pada 2024 dan 2025 Meningkat, Kata Goldman Sachs

Berita Terbaru