Meningkat, Seruan agar Taliban Bebaskan Aktivis Pendidikan Anak Perempuan

- Pewarta

Rabu, 29 Maret 2023 - 18:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Seruan agar Taliban membebaskan seorang aktivis pendidikan anak perempuan yang ditangkap awal pekan ini di Kabul meningkat, Rabu (29/3).  Sementara itu, seorang pejabat kementerian membela penahanan tersebut.

Matiullah Wesa, pendiri dan presiden Pen Path — sebuah kelompok LSM lokal yang menjalankan program sekolah dan perpustakaan keliling — ditangkap di ibu kota Afghanistan pada Senin.

Sejak pengambilalihan kekuasaan, Taliban telah memberlakukan pembatasan terhadap hak-hak perempuan dan kelompok-kelompok minoritas. Anak-anak perempuan dilarang sekolah setelah kelas enam SD dan tahun lalu, Taliban melarang perempuan mengenyam pendidikan di perguruan tinggi.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Wesa telah blak-blakan dalam tuntutannya agar anak perempuan memiliki hak untuk pergi ke sekolah dan belajar, dan telah berulang kali meminta pemerintah pimpinan Taliban untuk mencabut larangannya. Pernyataan-pernyataan terbaru di akun Twitternya bertepatan dengan awal tahun ajaran baru di Afghanistan, dengan perempuan tetap dikucilkan dari ruang kelas dan kampus.

Pada Selasa malam, kuasa usaha AS untuk Afghanistan, Karen Decker, mengatakan ia terganggu oleh “beberapa laporan yang meresahkan” tentang orang-orang Afghanistan yang ditahan saat melakukan protes damai untuk menyuarakan aspirasi mereka.

Mantan presiden Afghanistan Hamid Karzai mengatakan ia sedih mendengar penangkapan Wesa.

Laporan-laporan setempat mengatakan pasukan keamanan Taliban menahan Wesa setelah ia kembali dari perjalanan ke Eropa. Otoritas Taliban belum mengonfirmasi penahanannya, keberadaan atau alasan penangkapannya.

Abdul Haq Humad, Direktur Publikasi di Kementerian Informasi dan Kebudayaan, membela penahanan tersebut.

“Tindakannya mencurigakan dan sistem memiliki hak untuk meminta penjelasan kepada orang-orang seperti itu,” katanya Selasa dalam sebuah cuitannya di Twitter.

Saudara laki-laki Wesa mengatakan pasukan Taliban mengepung rumah keluarga itu pada Selasa. Ia mengatakan mereka memukuli sejumlah anggota keluarga tersebut dan menyita ponsel aktivis yang ditangkap itu.

Para aktivis media sosial telah membuat tagar untuk mengampanyekan pembebasan Wesa. Banyak postingan mengutuk penahanannya dan menuntut pembebasan segera aktivis tersebut.

Wesa dan teman-temannya di Pen Path menggelar kampanye dari pintu ke pintu untuk mempromosikan pendidikan anak perempuan.

“Kami telah menjadi sukarelawan selama 14 tahun untuk menjangkau masyarakat dan menyampaikan pesan untuk pendidikan anak perempuan,” kata Wesa dalam postingan media sosial baru-baru ini.  “Selama 18 bulan terakhir kami berkampanye dari rumah ke rumah untuk memberantas buta huruf dan mengakhiri semua kesengsaraan kita.” [ab/uh]
[ad_2]

Berita Terkait

Melalui Penyelesaian Sengketa WTO, Tiongkok Ajukan Gugatan Terhadap Amerika Serikat Masalah Tarif
Bukan Konfrontasi, Tiongkok Siap Bekerja Sama dengan Pemerintahan Presiden AS Donald Trump
Tak Tersedia Lagi di App Store dan Google Play Store di AS, Penguman Resmi Aplikasi Asal Tiongkok Tiktok
Menlu RI Sugiono Lakukan Pertemuan Bilateral dengan Menlu Malaysia Mohamad Hasan, Ini yang Dibahas
Proyeksi Pertumbuhan Perekonomian Tiongkok pada 2024 dan 2025 Meningkat, Kata Goldman Sachs
Kerja Sama BNSP dan KBRI di Tokyo: Indonesia dan Jepang Optimalisasi Tenaga Kerja
Hong Kong Kurangi Partisipasi Masyarakat dalam Pemilu
Reuters akan Gugat Turki atas Larangan terhadap Artikel Mereka

Berita Terkait

Jumat, 11 April 2025 - 07:26 WIB

Melalui Penyelesaian Sengketa WTO, Tiongkok Ajukan Gugatan Terhadap Amerika Serikat Masalah Tarif

Selasa, 21 Januari 2025 - 11:12 WIB

Bukan Konfrontasi, Tiongkok Siap Bekerja Sama dengan Pemerintahan Presiden AS Donald Trump

Senin, 20 Januari 2025 - 11:17 WIB

Tak Tersedia Lagi di App Store dan Google Play Store di AS, Penguman Resmi Aplikasi Asal Tiongkok Tiktok

Senin, 20 Januari 2025 - 10:23 WIB

Menlu RI Sugiono Lakukan Pertemuan Bilateral dengan Menlu Malaysia Mohamad Hasan, Ini yang Dibahas

Selasa, 15 Oktober 2024 - 13:44 WIB

Proyeksi Pertumbuhan Perekonomian Tiongkok pada 2024 dan 2025 Meningkat, Kata Goldman Sachs

Berita Terbaru

Pers Rilis

“The Empowerers | Laos on the Move”

Kamis, 22 Okt 2026 - 02:00 WIB