Menlu AS: Masih Butuh Kerja Keras untuk Capai Perdamaian Armenia-Azerbaijan  

- Pewarta

Jumat, 30 Juni 2023 - 12:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken mengatakan masih butuh kerja keras demi mencapai perjanjian akhir untuk mengakhiri konflik Nagorno-Karabakh, seiring berakhirnya perundingan antara menteri luar negeri (menlu) Armenia dan Azerbaijan yang diselenggarakan oleh Washington pada Kamis (29/6).  

Blinken, yang berfoto dengan Menlu Armenia Ararat Mirzoyan dan Menlu Azerbaijan Jehyun Bayramov pada akhir perundingan selama tiga hari itu, mengatakan kepada wartawan bahwa beberapa masalah tersulit dalam konflik itu belum teratasi. Namun, Blinken tidak menjelaskan masalah apa saja yang ia maksud. 

Sejak pertempuran sengit berakhir dengan gencatan senjata yang ditengahi Rusia pada 2020, kedua belah pihak telah membahas perjanjian damai yang akan mencakup isu perbatasan, penyelesaian sengketa soal daerah kantong Nagorno-Karabakh, dan mencairkan hubungan.  

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Blinken mengatakan ada kemajuan dalam perundingan itu. Sejumlah kemajuan itu termasuk “kesepakatan pada beberapa pasal tambahan, serta memperdalam pemahaman tentang sikap pada isu-isu luar biasa lainnya, demikian juga pengakuan bahwa masih ada kerja keras yang harus dilakukan untuk mencoba mencapai kesepakatan akhir,” kata Blinken.  

Blinken mengatakan, perundingan itu dilakukan dengan “keterusterangan, keterbukaan, dan tanpa basa-basi,” dan ia mengharapkan kemajuan lebih lanjut dalam pertemuan antara para pemimpin kedua negara dan Uni Eropa yang diharapkan berlangsung dalam beberapa minggu ke depan. 

Baik Menlu Armenia maupun Menlu Azerbaijan tidak memberi pernyataan kepada media.  

Nagorno-Karabakh, yang secara internasional diakui sebagai bagian dari wilayah Azerbaijan, menjadi sumber konflik di antara kedua negara Kaukasus bertetangga itu, sejak tahun-tahun menjelang kejatuhan Uni Soviet pada 1991, dan antara warga etnis Armenia dan warga etnis Turki Azeri selama lebih dari satu abad.  

Pekan lalu, Bayramov mengatakan bahwa Azerbaijan tidak akan menerima permintaan Armenia untuk memberikan jaminan keamanan khusus bagi sekitar 120.000 warga etnis Armenia yang tinggal di daerah kantong itu, sehingga memupuskan harapan akan adanya terobosan. [rd/ft]
[ad_2]

Berita Terkait

Melalui Penyelesaian Sengketa WTO, Tiongkok Ajukan Gugatan Terhadap Amerika Serikat Masalah Tarif
Bukan Konfrontasi, Tiongkok Siap Bekerja Sama dengan Pemerintahan Presiden AS Donald Trump
Tak Tersedia Lagi di App Store dan Google Play Store di AS, Penguman Resmi Aplikasi Asal Tiongkok Tiktok
Menlu RI Sugiono Lakukan Pertemuan Bilateral dengan Menlu Malaysia Mohamad Hasan, Ini yang Dibahas
Proyeksi Pertumbuhan Perekonomian Tiongkok pada 2024 dan 2025 Meningkat, Kata Goldman Sachs
Kerja Sama BNSP dan KBRI di Tokyo: Indonesia dan Jepang Optimalisasi Tenaga Kerja
Hong Kong Kurangi Partisipasi Masyarakat dalam Pemilu
Reuters akan Gugat Turki atas Larangan terhadap Artikel Mereka

Berita Terkait

Jumat, 11 April 2025 - 07:26 WIB

Melalui Penyelesaian Sengketa WTO, Tiongkok Ajukan Gugatan Terhadap Amerika Serikat Masalah Tarif

Selasa, 21 Januari 2025 - 11:12 WIB

Bukan Konfrontasi, Tiongkok Siap Bekerja Sama dengan Pemerintahan Presiden AS Donald Trump

Senin, 20 Januari 2025 - 11:17 WIB

Tak Tersedia Lagi di App Store dan Google Play Store di AS, Penguman Resmi Aplikasi Asal Tiongkok Tiktok

Senin, 20 Januari 2025 - 10:23 WIB

Menlu RI Sugiono Lakukan Pertemuan Bilateral dengan Menlu Malaysia Mohamad Hasan, Ini yang Dibahas

Selasa, 15 Oktober 2024 - 13:44 WIB

Proyeksi Pertumbuhan Perekonomian Tiongkok pada 2024 dan 2025 Meningkat, Kata Goldman Sachs

Berita Terbaru