LINGKARIN.COM – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyampaikan defisit APBN Tahun 2022 berhasil mencapai angka di bawah 3% yakni 2,38%, lebih rendah daripada tahun sebelumnya yang mencapai 4,57%.

Defisit dan keseimbangan primer turun signifikan mendekati level sebelum pandemi disertai pembiayaan anggaran yang lebih efisien.

Keseimbangan primer sebagaimana APBN awal direncanakan Rp462,2 triliun, kemudian diubah menjadi Rp434,4 triliun sesuai Peraturan Presiden Nomor 98 Tahun 2022.

CORE Indonesia Prediksi Perekonomian Nasional 2023 akan Tumbuh hingga 4,5-5 Persen

Jaringan Portal Berita Fokus Siber Media Network Mengucapkan Selamat Natal dan Tahun Baru 2023

Namun nyatanya, realisasinya hanya Rp78 triliun.

“Itu drop atau turun sangat tajam 81,9% dari posisi keseimbangan primer tahun lalu yang sebesar Rp431,6 triliun.”

” Kondisi ini juga jauh lebih baik pada saat kondisi awal, waktu APBN menjadi pelindung masyarakat di mana pandemi memukul secara luar biasa ekonomi dan masyarakat kita tahun 2020 dengan defisit yang melebar sampai di atas 6%,” ungkap Menkeu dalam Konferensi Pers APBN Realisasi APBN 2022 secara virtual, Selasa 3 Januari 2023.

Dewan Gubernur BI Naikkan Suku Bunga Acuan BI Sebesar 25 Basis Poin Menjadi 5,5 Persen

Indonesia Harus Ciptakan Lapangan Kerja yang Layak dan Sejahterakan Masyarakat

Defisit APBN 2022 ditutup dengan Rp464,3 triliun atau jika dipresentasikan dengan PDB hanya 2,38%. Angka ini jika dibandingkan APBN awal dan Perpres 98/2022 jauh lebih rendah yaitu Rp868 triliun di APBN awal dan Rp840,2 triliun di Perpres 98/2022.

“Jadi kita lihat Indonesia di dalam mengelola goncangan dan tantangan yang luar biasa akibat pandemi yang mengancam nyawa, mengancam sosial ekonomi dan keuangan, APBN kita mampu merespon secara cepat tahun 2020 dan kemudian kita tetap mengawal pemulihan ekonomi dan pemulihan masyarakat tahun 2021 dan tahun 2022 dengan tanpa membahayakan APBN kita sendiri.”

“APBN kita kembali secara cukup kuat dan kredibel untuk disehatkan kembali,” tandas Menkeu.

Alokasi Alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau Naiik 1 Persen, Mulai Tahun 2023

Ekspor Pertanian Terus Menanjak, Target Nilai Ekspor Sebesar Rp681 Triliun Bisa Tercapai

Selain itu, Menkeu juga menyatakan sisi pembiayaan juga menghasilkan cerita sukses.

Awal tahun APBN 2022 di desain pembiayaan anggaran mencapai Rp868 triliun dan berhasil diturunkan hingga Rp583 triliun, jauh lebih rendah dari realisasi tahun 2021 Rp871,7 triliun.

“Itu berarti penurunan konsisten dua tahun berturut-turut. Ini cerita dari APBN 2022 yang selama tiga tahun ini adalah menjadi instrumen yang sungguh sangat diandalkan masyarakat, pemerintah, dan perekonomian untuk bisa terus bekerja di dalam mengawal pemulihan,” pungkas Menkeu.***

Akan Impor Beras Lagi, Asosiasi Pangan Jatim Minta Pemerintah Evaluasi Kebijakan Impor Beras

Dengan Dukungan Komunitas internasional, Sampah Akhiri Oligarki Batubara