Misionaris yang Dibebaskan Setelah Bertahun-tahun di Afrika Paparkan Pengalaman Saat Disandera

- Pewarta

Selasa, 20 Juni 2023 - 13:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Seorang misionaris asal Amerika Serikat yang menghabiskan enam tahun di tempat penyanderaan di Afrika mengatakan ia dipukuli, dirantai dan berulang kali dipaksa untuk masuk Islam.

Misionaris tersebut, Jeff Woodke, diculik pada 14 Oktober 2016 saat berada di kediamannya di Abalak, Niger, oleh kelompok ekstremis yang membunuh dua orang penjaga di kediamannya itu. Woodke mengatakan bahwa ia sempat coba untuk melarikan diri sebelum akhirnya terluka dan tertangkap, di mana tubuhnya diseret dan dilemparkan ke dalam truk yang lalu bergerak menuju perbatasan Mali.

Woodke menceritakan kisahnya kepada kantor berita Associated Press di mana ia menyebut pengalamannya “merupakan neraka” dan tahun lalu ia sempat meminta para penculiknya agar membunuhnya sebelum ia dibebaskan pada bulan Maret lalu.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya rasa bagian terberat adalah mengetahui bahwa keluarga saya, jika mereka masih hidup, mereka juga akan menderita.” Seiring berjalannya waktu, Woodke mengatakan bahwa dirinya mulai merasa “lebih baik bagi diri saya untuk mati dibandingkan terus membuat hidup mereka [keluarga saya.red] sengsara. Dan perasaan itu terus tumbuh dan berkembang. Tahun terakhir saya berada di sana, saya sempat meminta mereka [para penyandera] untuk membunuh saya.”

Penduduk McKinleyville, California, 62 tahun, itu dan istrinya mengatakan mereka yakin pejabat FBI menahan informasi tentang perundingan dengan para penculik. Situasi berubah memanas ketika berlangsung percakapan virtual melalui Zoom beberapa minggu sebelum Woodke akhirnya dibebaskan, di mana istri Woodke, Els,  mengamuk di hadapan Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengenai masalah proses tebusan yang ia anggap berpihak orang kaya.

Pernyataan mereka jarang disiarkan ke publik tentang interaksi yang rumit dan tegang yang sering terjadi sebelum pembebasan tahanan. FBI mengatakan pihaknya bekerja “tanpa lelah” untuk membawa pulang Woodke dan senang ia dapat bersatu kembali dengan keluarganya.

Woodke bekerja sebagai misionaris dan pekerja bantuan yang membuatnya bisa menjadi target penculikan, terutama di bentangan luas wilayah semikering di bawah Gurun Sahara yang dikenal sebagai Sahel, di mana ekstremis Islam telah lama menggunakan penculikan dan uang tebusan untuk mendanai operasi jihad. [my/jm/rs]
[ad_2]

Berita Terkait

Melalui Penyelesaian Sengketa WTO, Tiongkok Ajukan Gugatan Terhadap Amerika Serikat Masalah Tarif
Bukan Konfrontasi, Tiongkok Siap Bekerja Sama dengan Pemerintahan Presiden AS Donald Trump
Tak Tersedia Lagi di App Store dan Google Play Store di AS, Penguman Resmi Aplikasi Asal Tiongkok Tiktok
Menlu RI Sugiono Lakukan Pertemuan Bilateral dengan Menlu Malaysia Mohamad Hasan, Ini yang Dibahas
Proyeksi Pertumbuhan Perekonomian Tiongkok pada 2024 dan 2025 Meningkat, Kata Goldman Sachs
Kerja Sama BNSP dan KBRI di Tokyo: Indonesia dan Jepang Optimalisasi Tenaga Kerja
Hong Kong Kurangi Partisipasi Masyarakat dalam Pemilu
Reuters akan Gugat Turki atas Larangan terhadap Artikel Mereka

Berita Terkait

Jumat, 11 April 2025 - 07:26 WIB

Melalui Penyelesaian Sengketa WTO, Tiongkok Ajukan Gugatan Terhadap Amerika Serikat Masalah Tarif

Selasa, 21 Januari 2025 - 11:12 WIB

Bukan Konfrontasi, Tiongkok Siap Bekerja Sama dengan Pemerintahan Presiden AS Donald Trump

Senin, 20 Januari 2025 - 11:17 WIB

Tak Tersedia Lagi di App Store dan Google Play Store di AS, Penguman Resmi Aplikasi Asal Tiongkok Tiktok

Senin, 20 Januari 2025 - 10:23 WIB

Menlu RI Sugiono Lakukan Pertemuan Bilateral dengan Menlu Malaysia Mohamad Hasan, Ini yang Dibahas

Selasa, 15 Oktober 2024 - 13:44 WIB

Proyeksi Pertumbuhan Perekonomian Tiongkok pada 2024 dan 2025 Meningkat, Kata Goldman Sachs

Berita Terbaru