Palang Merah Internasional: Hancurnya Bendungan Ukraina Tingkatkan Ancaman Bahaya Ranjau

- Pewarta

Kamis, 8 Juni 2023 - 15:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Hancurnya bendungan Kakhovka di Ukraina akan berdampak bencana dalam menemukan ranjau darat di wilayah yang terimbas banjir, Palang Merah Internasional memperingatkan Rabu (7/6).

“Kami tahu di mana bahayanya,” kata Erik Tollefsen, kepala Unit Kontaminasi Senjata di Komite Palang Merah Internasional (ICRC). “Kini kami tidak tahu. Yang kami tahu adalah ranjau-ranjau itu berada di suatu tempat di hilir,” katanya.

“Ini adalah kekhawatiran yang besar mengingat hal ini tidak hanya berdampak pada para warga saja, namun juga kepada pihak-pihak yang ingin datang membantu,” tambahnya. 

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tollefsen berbicara di saat ICRC mempresentasikan drone baru yang menggunakan kecerdasan buatan untuk menemukan ranjau dan sisa bahan peledak perang lainnya melalui panas yang dipancarkan.

Drone tersebut suatu hari dapat digunakan di Ukraina.

Dalam beberapa bulan terakhir, ICRC telah membantu operasi pembersihan ranjau di Ukraina, memetakan dan menandai ladang ranjau serta menyediakan pelatihan dan peralatan, kata Tollefsen.

“Kini semuanya hanyut,” tambahnya.

Bendungan Kakhovka di wilayah Ukraina yang dikuasai Rusia hancur pada Selasa (6/6). Air membanjiri puluhan desa dan bagian kota terdekat dan memicu kekhawatiran akan adanya bencana kemanusiaan.

ICRC mencatat, banjir tidak akan merusak atau menonaktifkan ranjau-ranjau. Namun, mereka akan menimbulkan ancaman dalam puluhan tahun mendatang. ICRC tidak tahu berapa banyak ranjau yang terendam atau hanyut oleh banjir. [ka/rs]
[ad_2]

Berita Terkait

Melalui Penyelesaian Sengketa WTO, Tiongkok Ajukan Gugatan Terhadap Amerika Serikat Masalah Tarif
Bukan Konfrontasi, Tiongkok Siap Bekerja Sama dengan Pemerintahan Presiden AS Donald Trump
Tak Tersedia Lagi di App Store dan Google Play Store di AS, Penguman Resmi Aplikasi Asal Tiongkok Tiktok
Menlu RI Sugiono Lakukan Pertemuan Bilateral dengan Menlu Malaysia Mohamad Hasan, Ini yang Dibahas
Proyeksi Pertumbuhan Perekonomian Tiongkok pada 2024 dan 2025 Meningkat, Kata Goldman Sachs
Kerja Sama BNSP dan KBRI di Tokyo: Indonesia dan Jepang Optimalisasi Tenaga Kerja
Hong Kong Kurangi Partisipasi Masyarakat dalam Pemilu
Reuters akan Gugat Turki atas Larangan terhadap Artikel Mereka

Berita Terkait

Jumat, 11 April 2025 - 07:26 WIB

Melalui Penyelesaian Sengketa WTO, Tiongkok Ajukan Gugatan Terhadap Amerika Serikat Masalah Tarif

Selasa, 21 Januari 2025 - 11:12 WIB

Bukan Konfrontasi, Tiongkok Siap Bekerja Sama dengan Pemerintahan Presiden AS Donald Trump

Senin, 20 Januari 2025 - 11:17 WIB

Tak Tersedia Lagi di App Store dan Google Play Store di AS, Penguman Resmi Aplikasi Asal Tiongkok Tiktok

Senin, 20 Januari 2025 - 10:23 WIB

Menlu RI Sugiono Lakukan Pertemuan Bilateral dengan Menlu Malaysia Mohamad Hasan, Ini yang Dibahas

Selasa, 15 Oktober 2024 - 13:44 WIB

Proyeksi Pertumbuhan Perekonomian Tiongkok pada 2024 dan 2025 Meningkat, Kata Goldman Sachs

Berita Terbaru