Pasukan Keamanan Myanmar Halangi Media Meliput Vaksinasi di Kamp Pengungsi Rohingya

- Pewarta

Rabu, 8 September 2021 - 11:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Pasukan keamanan Myanmar memblokir wartawan agar tidak meliput upaya vaksinasi untuk para pengungsi di negara bagian Rakhine, Myanmar, kata para wartawan setempat.

Setidaknya dua awak media berita yang mencoba mengunjungi kamp pengungsi domestik (internally displaced persons/IDP) untuk meliput peluncuran program vaksinasi itu mengaku polisi mengatakan kepada mereka bahwa mereka tidak boleh masuk.

“Petugas polisi mengatakan bahwa jurnalis tidak diizinkan masuk,” kata Tun Tha, editor Western News, kantor berita negara bagian Rakhine. “Jika kita ingin memasuki kamp, kita harus meminta izin dari pihak berwenang.”

 

Tun Tha mengatakan kepada LINGKARIN.COM bahwa meskipun media bebas meliput kamp-kamp lain tanpa meminta izin, kebebasan itu tidak ada di kamp-kamp yang menampung Muslim.

“Kami bebas meliput berita di kamp pengungsi Rakhine, sedangkan kami perlu izin untuk meliput di kamp pengungsi Muslim. Tampaknya pihak berwenang menggunakan pendekatan terhadap komunitas Muslim dengan diskriminasi. Kami menganggapnya sebagai gangguan akses media dalam hal ini,” kata Tun Tha.

Sebelumnya, seorang juru bicara pemerintah militer Myanmar, Mayor Jenderal Zaw Min Tun, mengatakan pada akhir Agustus bahwa anggota minoritas Rohingya akan diberi vaksin COVID-19.

 

Sebagai minoritas Muslim di negara yang mayoritas beragama Buddha, pada tahun 2017 Rohingya menjadi sasaran kampanye yang digambarkan oleh PBB sebagai “standar pembersihan etnis.”

Selama bertahun-tahun sebelumnya, etnis Rohingya telah diberi hak kewarganegaraan dan hak-hak dasar lainnya.

Para pejabat negara di Myanmar memperkirakan lebih dari 200.000 pengungsi Muslim berada di negara bagian Rakhine.

Hla Thein, juru bicara militer untuk negara bagian Rakhine, tidak menanggapi permintaan komentar dari LINGKARIN.COM mengenai penutupan akses media ini. [lt/em/rs]
[ad_2]

Berita Terkait

Hong Kong Kurangi Partisipasi Masyarakat dalam Pemilu
Reuters akan Gugat Turki atas Larangan terhadap Artikel Mereka
Akademisi Israel-Rusia Ditahan oleh Milisi Syiah di Irak
Prancis Didesak untuk Mengatasi Rasisme dalam Tubuh Kepolisian
Pemerintah Kanada akan Setop Iklan di Facebook dan Instagram
PBB: Afrika Barat Alami Krisis Kelaparan Terburuk dalam Satu Dekade
IAEA Beri Lampu Hijau Pembuangan Limbah PLTN Fukushima, China dan Korsel Khawatir
Daur Ulang Jaket Pelampung untuk Tingkatkan Kesadaran Akan Krisis Pengungsi
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Kamis, 6 Juli 2023 - 18:48 WIB

Hong Kong Kurangi Partisipasi Masyarakat dalam Pemilu

Kamis, 6 Juli 2023 - 15:51 WIB

Reuters akan Gugat Turki atas Larangan terhadap Artikel Mereka

Kamis, 6 Juli 2023 - 14:46 WIB

Akademisi Israel-Rusia Ditahan oleh Milisi Syiah di Irak

Kamis, 6 Juli 2023 - 12:05 WIB

Prancis Didesak untuk Mengatasi Rasisme dalam Tubuh Kepolisian

Kamis, 6 Juli 2023 - 06:29 WIB

Pemerintah Kanada akan Setop Iklan di Facebook dan Instagram

Kamis, 6 Juli 2023 - 06:25 WIB

PBB: Afrika Barat Alami Krisis Kelaparan Terburuk dalam Satu Dekade

Kamis, 6 Juli 2023 - 04:06 WIB

IAEA Beri Lampu Hijau Pembuangan Limbah PLTN Fukushima, China dan Korsel Khawatir

Rabu, 5 Juli 2023 - 21:23 WIB

Daur Ulang Jaket Pelampung untuk Tingkatkan Kesadaran Akan Krisis Pengungsi

Berita Terbaru