PBB Desak Sudan Selatan Buat Kemajuan Pada Pemilu

- Pewarta

Rabu, 21 Juni 2023 - 14:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Pejabat tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa di Sudan Selatan, pada Selasa (20/6), mendesak para pemimpin di negara itu agar mempercepat implementasi dari Perjanjian Revitalisasi Perdamaian 2018, termasuk mengadakan pemilihan pada akhir tahun depan.

“Sekarang bukan waktunya untuk mengalihkan perhatian kita dari Sudan Selatan,” kata Nicholas Haysom, kepala Misi PBB di Sudan Selatan, kepada Dewan Keamanan PBB. “Apa yang bisa kita pelajari dari Sudan adalah seberapa cepat perdamaian yang diperoleh dengan susah payah dapat hilang begitu saja”

Tahun ini adalah tahun yang kritis bagi negara termuda di dunia itu. Sebuah konstitusi baru harus disusun dan persiapan diselesaikan untuk menyambut pemilihan nasional pertama yang dijadwalkan berlangsung pada Desember 2024.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Menurut perkiraan kami, proses pembuatan konstitusi sudah terlambat 10 bulan dari jadwal, perencanaan pemilihan terlambat selama delapan bulan, dan beberapa aspek pengaturan keamanan transisi masih tertunda,” lapor Haysom.

Ia mengatakan masih memungkinkan bagi Sudan Selatan untuk menutup celah dalam persiapan pemilu. Ia mendesak legislator untuk meloloskan Undang-Undang Pemilu Nasional di parlemen dan membentuk Komisi Pemilihan Nasional.

Setelah merdeka dari Sudan pada Juli 2011, Sudan Selatan mengalami perang saudara selama lebih dari lima tahun, dengan pasukan yang setia kepada Presiden Salva Kiir memerangi pendukung Wakil Presiden Riek Machar.

Ribuan tewas dalam perang itu, dan lebih dari dua juta orang melarikan diri ke negara tetangganya, termasuk Sudan. Sejak pertengahan April, ketika persaingan antara dua jenderal Sudan berubah menjadi konflik terbuka, lebih dari 117.000 orang telah menyeberang kembali ke Sudan Selatan untuk mencari keselamatan. Haysom memberi tahu anggota dewan bahwa 93 persen dari mereka adalah warga Sudan Selatan yang kembali ke negara tersebut. [my/rs]
[ad_2]

Berita Terkait

Melalui Penyelesaian Sengketa WTO, Tiongkok Ajukan Gugatan Terhadap Amerika Serikat Masalah Tarif
Bukan Konfrontasi, Tiongkok Siap Bekerja Sama dengan Pemerintahan Presiden AS Donald Trump
Tak Tersedia Lagi di App Store dan Google Play Store di AS, Penguman Resmi Aplikasi Asal Tiongkok Tiktok
Menlu RI Sugiono Lakukan Pertemuan Bilateral dengan Menlu Malaysia Mohamad Hasan, Ini yang Dibahas
Proyeksi Pertumbuhan Perekonomian Tiongkok pada 2024 dan 2025 Meningkat, Kata Goldman Sachs
Kerja Sama BNSP dan KBRI di Tokyo: Indonesia dan Jepang Optimalisasi Tenaga Kerja
Hong Kong Kurangi Partisipasi Masyarakat dalam Pemilu
Reuters akan Gugat Turki atas Larangan terhadap Artikel Mereka

Berita Terkait

Jumat, 11 April 2025 - 07:26 WIB

Melalui Penyelesaian Sengketa WTO, Tiongkok Ajukan Gugatan Terhadap Amerika Serikat Masalah Tarif

Selasa, 21 Januari 2025 - 11:12 WIB

Bukan Konfrontasi, Tiongkok Siap Bekerja Sama dengan Pemerintahan Presiden AS Donald Trump

Senin, 20 Januari 2025 - 11:17 WIB

Tak Tersedia Lagi di App Store dan Google Play Store di AS, Penguman Resmi Aplikasi Asal Tiongkok Tiktok

Senin, 20 Januari 2025 - 10:23 WIB

Menlu RI Sugiono Lakukan Pertemuan Bilateral dengan Menlu Malaysia Mohamad Hasan, Ini yang Dibahas

Selasa, 15 Oktober 2024 - 13:44 WIB

Proyeksi Pertumbuhan Perekonomian Tiongkok pada 2024 dan 2025 Meningkat, Kata Goldman Sachs

Berita Terbaru