PBB ‘Risau’ oleh Penahanan Terkait Peringatan Tiananmen di Hong Kong

- Pewarta

Selasa, 6 Juni 2023 - 19:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Kantor Komisaris Tinggi HAM PBB Senin menyatakan “risau” oleh penahanan di Hong Kong yang terkait dengan peringatan tindakan keras China terhadap demonstran prodemokrasi di Lapangan Tiananmen. Akan tetapi pemerintah Hong Kong balik mengecam apa yang disebutnya sebagai upaya untuk “mencoreng” tugas sah polisi.

Dalam sebuah cuitan, kantor PBB mengatakan, “Kami mendesak pembebasan siapa pun yang ditahan karena menjalankan kebebasan menyatakan pendapat dan berkumpul secara damai. Kami meminta pihak berwenang agar sepenuhnya mematuhi Perjanjian Internasional mengenai Hak-Hak Sipil dan Politik.”

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Wang Wenbin Senin mengatakan bahwa Beijing mendukung kuat otoritas Hong Kong dalam upaya mereka untuk menjaga keamanan dan stabilitas, dan Kementerian itu dalam sebuah pernyataan Minggu larut malam mengatakan bahwa “hari ini Hong Kong bergerak dari kekacauan ke stabilitas dan kemakmuran di sepanjang jalur ‘satu negara, dua sistem’ yang benar,” menurut Reuters.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Polisi Hong Kong pada hari Senin mengatakan mereka menahan 27 orang yang dicurigai merusak kedamaian masyarakat selama dua hari terakhir, ketika para aktivis dan masyarakat awam memperingati 34 tahun tindakan keras terhadap demonstran prodemokrasi di Lapangan Tiananmen, Beijing.

Mereka yang ditahan dibebaskan semuanya setelah diinterogasi, tanpa dikenai dakwaan, kata polisi.

Selama tiga dekade terakhir, Hong Kong menjadi satu-satunya tempat di China di mana peringatan itu boleh dilangsungkan, dan izin untuk peringatan itu diberikan bahkan setelah bekas koloni Inggris tersebut dikembalikan ke China pada 1997.

Namun selama tiga tahun terakhir pemerintah di Hong Kong telah melarang peringatan tersebut, dengan mengutip alasan kebijakan menjaga jarak sosial karena COVID-19. Hong Kong sekarang sudah mencabut sepenuhnya pembatasan terkait COVID-19. [uh/ab]
[ad_2]

Berita Terkait

Melalui Penyelesaian Sengketa WTO, Tiongkok Ajukan Gugatan Terhadap Amerika Serikat Masalah Tarif
Bukan Konfrontasi, Tiongkok Siap Bekerja Sama dengan Pemerintahan Presiden AS Donald Trump
Tak Tersedia Lagi di App Store dan Google Play Store di AS, Penguman Resmi Aplikasi Asal Tiongkok Tiktok
Menlu RI Sugiono Lakukan Pertemuan Bilateral dengan Menlu Malaysia Mohamad Hasan, Ini yang Dibahas
Proyeksi Pertumbuhan Perekonomian Tiongkok pada 2024 dan 2025 Meningkat, Kata Goldman Sachs
Kerja Sama BNSP dan KBRI di Tokyo: Indonesia dan Jepang Optimalisasi Tenaga Kerja
Hong Kong Kurangi Partisipasi Masyarakat dalam Pemilu
Reuters akan Gugat Turki atas Larangan terhadap Artikel Mereka

Berita Terkait

Jumat, 11 April 2025 - 07:26 WIB

Melalui Penyelesaian Sengketa WTO, Tiongkok Ajukan Gugatan Terhadap Amerika Serikat Masalah Tarif

Selasa, 21 Januari 2025 - 11:12 WIB

Bukan Konfrontasi, Tiongkok Siap Bekerja Sama dengan Pemerintahan Presiden AS Donald Trump

Senin, 20 Januari 2025 - 11:17 WIB

Tak Tersedia Lagi di App Store dan Google Play Store di AS, Penguman Resmi Aplikasi Asal Tiongkok Tiktok

Senin, 20 Januari 2025 - 10:23 WIB

Menlu RI Sugiono Lakukan Pertemuan Bilateral dengan Menlu Malaysia Mohamad Hasan, Ini yang Dibahas

Selasa, 15 Oktober 2024 - 13:44 WIB

Proyeksi Pertumbuhan Perekonomian Tiongkok pada 2024 dan 2025 Meningkat, Kata Goldman Sachs

Berita Terbaru