Pelaporan Keberlanjutan Isu Sampah Dukung Kurangi Sampah Laut dan Tingkatkan Ekonomi Sirkular

- Pewarta

Kamis, 15 Desember 2022 - 20:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LINGKARIN.COM – Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD), didukung oleh UNEP melalui SEA Sirkular Project memfasilitasi Workshop mengenai pelaporan keberlanjutan terkait isu sampah.

Isu sampah yang dibahas dalam workshop ini juga mencakup sampah plastik dan kemasan. Menurut data Kementerian Perindustrian (2022).

Terbukti, Ada Kerugian Keuangan Negara dalam Proyek Kereta Cepat

Pengamat Sinyalir Ada Modus Pencucian Uang dalam Bisnis Tambang Ilegal

Sekitar 40% bahan plastik dipakai untuk kemasan dan separo lebih akan menjadi sampah.

Jika tidak terkelola dengan baik, sampah-sampah ini akan bocor laut serta menimbulkan pencemaran lingkungan yang dapat merusak ekosistem laut dan kesehatan manusia.

Oleh itu isu ekonomi sirkular dengan memanfaatkan bahan baku daur ulang ini juga menjadi pokok bahasan dalam workshop ini, sebelum peserta diperkenalkan dengan standarstandar GRI untuk pelaporan sampah.

Kominfo Buka Layanan Sementara PayPal, Minta Segera Pindahkan Dana dari Platform Tersebut

Dipercaya LLDIKTI Wilayah III, STBA LIA Jakarta Laksanakan Program Pengembangan Kompetensi Berbahasa Asing

IBCSD dalam sambutan pembukaan yang diwakili oleh Aloysius Wiratmo, Program Development & External Engagement Manager.

Dia menekankan bahwa Sustainability Reporting, termasuk pelaporan mengenai sampah, dapat menjadi instrumen penting untuk mendorong praktik-praktik keberlanjutan yang semakin baik di sektor bisnis.

Seperti melalui pelaporan praktik-praktik baik perusahaan dalam pengelolaan sampah yang mendukung ekonomi sirkular.

Pemerintah Setempat Siapkan Hunian Sementara, Pasca Abrasi Pantai Minahasa Selatan

Diduga Curang, ITW Minta Aparat Selidiki Perusahaan Asing yang Kuasai Bahan Pokok dan Pangan

Workshop yang dilakukan secara online ini difasilitasi oleh narasumber utama, Hendri Yulius Wijaya, Country Manager Global Reporting Initiative (GRI).

GRI adalah sebuah organisasi internasional yang menciptakan standar pelaporan dampak lingkungan, sosial dan ekonomi, yang paling banyak digunakan oleh perusahaan di dunia.

GRI menyampaikan aspek-aspek yang menjadi latar belakang dalam penyusunan Pelaporan Keberlanjutan Sampah Plastik mengenai ekonomi hijau dimana limbah menjadi fokus utamanya.

Harga Komoditas Pangan Alami Kenaikan, Termasuk Cabai dan Bawang Merah

Meski Hewan Ternak Dilanda PMK, Kementan Pastikan Stok Hewan Kurban Idul Adha Aman

Ekonomi hijau juga biasa disebut sebagai ekonomi melingkar (circular economy) yang menjadikan limbah dapat dimanfaatkan kembali dan memiliki nilai ekonomi.

Dalam prinsipnya ekonomi melingkar mencakup hal-hal seperti bahan baku yang digunakan seefisien mungkin.

Kemudian produsen sedapat mungkin menghindari limbah dan jika tidak, limbah yang dihasilkan diminimalisir dan dapat diolah kembali.

Selain itu, produsen juga dapat merancang ulang design produk yang dapat bertahan selama mungkin.

Produsen pun diharapkan dapat melihat limbah dalam ekosistem⁸ bisnisnya, kerjasama yang baik antara produsen dan konsumen yang kemudian menimbulkan perubahan perilaku.

Dalam menangani limbah kemudian akan menjadikan produsen dapat melihat proses limbah yang dihasilkan dari hulu ke hilir.

Limbah tidak hanya terlihat dari output produk yang dihasilkan dengan melihat bagaimana konsumen mengelola limbahnya, tetapi juga dari supplier yang memasok bahan baku dan bahan kemasan.

Dengan demikian produsen perlu melihat semua aspek yang ada dalam value chain kegiatan produksinya dan limbah apa saja yang dihasilkan.

Dengan memperhatikan limbah yang ada dalam value chain produsen dari hulu ke hilir dapat meminimalisir limbah yang berakhir di TPA.

Produsen juga dapat membuat program-program dalam mengatasi limbah dengan bekerjasama dengan supplier dan organisasi organisasi pengolah limbah.

Sehingga dampak sosial yang positif dapat terjadi dimana limbah menjadi memiliki nilai ekonomi yang positif.

Hal menarik yang disampaikan oleh Hendri Yulius Wijaya, Country Program Manager GRI Indonesia, dalam Pelaporan Keberlanjutan Sampah Plastik ini produsen dapat menyampaikan:

Mengapa isu limbah penting bagi perusahaan atau organisasi dan bagaimana dampaknya terhadap bisnis serta lingkungan dan sosial.

Kemudian dalam konteks bisnis dapat data apa yang akan menjadi fokus pelaporan dan apa saja yang menjadi topik paling penting bagi perusahaan.

Dengan adanya sinergi yang baik dan berkesinambungan diharapkan pelaporan keberlanjutan mengenai sampah.

Termasuk sampah plastik dan kemasan dapat meningkatkan kesadaran dan kolaborasi semua pihak untuk sistem pengelolaan sampah yang lebih baik.

Dengan demikian, target pengurangan 70% sampah laut pada tahun 2025 sesuai mandat Perpres 83 Tahun 2018 dapat tercapai.

Dan tercipta ekonomi melingkar yang kondusif serta meningkatkan taraf hidup masyarakat.***

Berita Terkait

BI Beber Sejumlah Upaya untuk Jaga Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah, Sempat Tembus Rp16.000/ Dolar AS,
Soal Kemungkinan IHSG Tertekan Akibat Eskalasi Konflik Iran dengan Israel, Begini Prediksi Ekonom Senior
Harga Minyak Dapat Tembus 100 Dolar AS per Barel, Dampak Eskalasi Konflik Iran – Israel di Timur Tengah
Dalam Hal Jumlah Investor Aset Kripto, Indonesia Disebut Tempati Peringkat Negara Ketujuh Terbanyak
Badan Pangan Nasional Berelakukan Fleksibilitas Perum Bulog Beli Gabah Petani Rp6.000 per Kg
Capres Prabowo Subianto Ungkap Harapannya, Indonesia Mampu Ekspor Pangan dalam 4 Tahun ke Depan
Calon Presiden Prabowo Subianto Optimistis , Transisi Pemerintahan Jokowi ke Pemerintahan Baru Mulus
CSA Index Maret 2024: Pelaku Pasar Optimis Hadapi Tantangan Risiko Geopolitik
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Rabu, 17 April 2024 - 08:32 WIB

BI Beber Sejumlah Upaya untuk Jaga Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah, Sempat Tembus Rp16.000/ Dolar AS,

Selasa, 16 April 2024 - 15:16 WIB

Soal Kemungkinan IHSG Tertekan Akibat Eskalasi Konflik Iran dengan Israel, Begini Prediksi Ekonom Senior

Selasa, 16 April 2024 - 09:32 WIB

Harga Minyak Dapat Tembus 100 Dolar AS per Barel, Dampak Eskalasi Konflik Iran – Israel di Timur Tengah

Kamis, 4 April 2024 - 10:39 WIB

Dalam Hal Jumlah Investor Aset Kripto, Indonesia Disebut Tempati Peringkat Negara Ketujuh Terbanyak

Rabu, 3 April 2024 - 10:20 WIB

Badan Pangan Nasional Berelakukan Fleksibilitas Perum Bulog Beli Gabah Petani Rp6.000 per Kg

Rabu, 6 Maret 2024 - 13:37 WIB

Capres Prabowo Subianto Ungkap Harapannya, Indonesia Mampu Ekspor Pangan dalam 4 Tahun ke Depan

Rabu, 6 Maret 2024 - 07:19 WIB

Calon Presiden Prabowo Subianto Optimistis , Transisi Pemerintahan Jokowi ke Pemerintahan Baru Mulus

Jumat, 1 Maret 2024 - 18:04 WIB

CSA Index Maret 2024: Pelaku Pasar Optimis Hadapi Tantangan Risiko Geopolitik

Berita Terbaru