Pembahasan Plafon Utang AS Berakhir Tanpa Kemajuan

- Pewarta

Sabtu, 20 Mei 2023 - 10:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pertemuan kedua antara Pemerintah Amerika Serikat (AS) dan negosiator dari faksi Republik di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada Jumat (19/5) malam untuk membahas plafon utang AS berakhir tanpa kemajuan.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kedua belah pihak mengatakan belum ada pertemuan lanjutan untuk membahas peningkatan plafon utang dari level saat ini yang mencapai $31,4 triliun.

Belum adanya kemajuan yang terjadi saat Washington bergegas agar mencapai kesepakatan pada tenggat 1 Juni atau menghadapi risiko gagal bayar utang untuk pertama kalinya dalam sejarah.

“Kami berdiskusi dengan sangat, sangat terbuka mengenai posisi kami saat ini, tentang hal-hal yang harus dilakukan,” kata Perwakilan faksi Republik, Garret Graves, kepada para wartawan menyusul pertemuan singkat di Capitol dengan para pejabat Gedung Putih.

“Yang terjadi malam ini bukan negosiasi,” kata Graves, sambil menambahkan waktu untuk pertemuan berikutnya belum dijadwalkan.

Politisi Partai Republik dan juga negosiator yang mewakili Ketua DPR AS Kevin McCarthy dalam negosiasi mengenai plafon utang, meninggalkan ruangan setelah rapat tiba-tiba terhenti, di Gedung Capitol, Washington, Jumat, 19 Mei 2023. (Foto: J. Scott Applewhite/AP Photo)

Politisi Partai Republik dan juga negosiator yang mewakili Ketua DPR AS Kevin McCarthy dalam negosiasi mengenai plafon utang, meninggalkan ruangan setelah rapat tiba-tiba terhenti, di Gedung Capitol, Washington, Jumat, 19 Mei 2023. (Foto: J. Scott Applewhite/AP Photo)

Dia mengulangi pernyataan oleh Ketua DPR AS Kevin McCarthy bahwa perlu kemajuan untuk mengubah “lintasan” defisit belanja pemerintah dan utang yang meningkat dengan cepat.

“Kita harus membelanjakan lebih sedikit dari tahun sebelumnya,” kata McCarthy.

Negosiator kedua dari Partai Republik, Patrick McHendy, mengatakan McCarthy akan diberi penjelasan mengenai status negosiasi. Kedua legislator itu tidak mengatakan mengenai kemajuan apa pun.

McHenry mengatakan dia tidak yakin kedua belah pihak bisa memenuhi target McCarthy untuk mencapai kesepakatan pada akhir pekan ini, agar bisa diajukan ke Kongres untuk disetujui dalam beberapa hari mendatang.

Saat meninggalkan ruang rapat, penasihat senior Gedung Putih Steve Ricchetti mengatakan kepada para wartawan bahwa dia “tidak menilai” pembicaraan tadi.

Kongres dan Gedung Putih sedang dikejar tenggat 1 Juni yang menurut perkiraan Departemen Keuangan menandai momen ketika Pemerintah AS tidak bisa membayar sebagian utang-utangnya. Bila terjadi akan memicu gagal bayar utang AS untuk pertama kalinya. [ft/ah]

[ad_2]

Berita Terkait

SapuLangit Media Center Luncurkan 5 Media Online Baru, Fokus Berita Kesehatan, Pariwisata dan Lingkungan Hidup
Pajak Bangunan Jadi Andalan PAD, Digitalisasi Jadi Penentu Kunci
Galeri Foto Pers Efektif Tingkatkan Kredibilitas Dan Kepercayaan Publik
CSA Index Agustus 2025 Jadi Bukti Kepercayaan Pasar yang Kembali Stabil
Hillcon Equity Divestasi Premium, Porsi Kepemilikan Tetap Kuasai Mayoritas
Diplomasi Tarif RI-AS: Dari Penurunan 19 Persen ke Peluang Pasar Lebih Luas
Keluar dari Bayang-Bayang Singapura, Pemerintah Indonesia Ambil Langkah Besar Soal Importasi BBM
Lonjakan CSA Index Jadi Penanda Kuat Keyakinan Investor atas Fondasi Ekonomi RI

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 06:55 WIB

SapuLangit Media Center Luncurkan 5 Media Online Baru, Fokus Berita Kesehatan, Pariwisata dan Lingkungan Hidup

Rabu, 27 Agustus 2025 - 06:47 WIB

Pajak Bangunan Jadi Andalan PAD, Digitalisasi Jadi Penentu Kunci

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:08 WIB

Galeri Foto Pers Efektif Tingkatkan Kredibilitas Dan Kepercayaan Publik

Selasa, 12 Agustus 2025 - 14:14 WIB

CSA Index Agustus 2025 Jadi Bukti Kepercayaan Pasar yang Kembali Stabil

Selasa, 12 Agustus 2025 - 11:03 WIB

Hillcon Equity Divestasi Premium, Porsi Kepemilikan Tetap Kuasai Mayoritas

Berita Terbaru