Penghuni Rumah Diungsikan, Kasus Septictank ‘Berbahaya’ Madiun Dilakukan Penelitian Geothermal

- Pewarta

Jumat, 6 Januari 2023 - 00:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LINGKARIN.COM – Pagi ini, Kamis 5 Januari 2023, direncanakan dilakukan survey geothermal (energi panas bumi) oleh Tim Laboratorium Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Madiun, guna meneliti kasus septictank ‘berbahaya’ milik seorang warga di Desa Jatisari, Kecamatan Geger, Madiun, Jawa Timur.

Kegiatan riset ilmiah berbasis laboratorium itu dilakukan, guna melanjutkan aktivitas serupa yang dilakukan DLH setempat sesaat setelah mencuatnya kasus tersebut, Rabu 4 Januari 2023.

Sementara, untuk mengantisipasi timbulnya resiko berupa munculnya korban, penghuni seisi rumah diungsikan di rumah saudaranya yang berdiri aman.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rebus Pakan Ternak Lalu Ditinggal Sholat ke Masjid, Rumah Nyaris Amblas ‘Diterkam’ Api

Terdampak Abrasi Sungai Kahayan, Sebanyak 30 Jiwa di Kelurahan Langkai, Palangka Raya Mengungsi

Hal itu ditegaskan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Madiun, Muhamad Zahrowi, kepada jurnalis di kantornya, Kamis 5 Januari 2023.

“Pagi ini akan dilakukan pendalaman lebih lanjut oleh Tim Laboratorium DLH Madiun. Arealnya meliputi, sekitar 300 meter dari titik pantauan (pusat septictank yang bermasalah),” jelas Zahrowi.

Sikap gerak cepat BPBD Kabupaten Madiun dan lintas sektor lainnya itu, dimungkinkan karena pihaknya menilai persoalan tersebut dianggap dapat membahayakan keselamatan publik, ledakan atau bahaya serupa.

Terdampak Abrasi Sungai Kahayan, Sebanyak 30 Jiwa di Kelurahan Langkai, Palangka Raya Mengungsi

Kejati Jateng Beri Keterangan Resmi Soal Berita Penculikan dan Penganiayaan Pengusaha AH

Seperti yang pernah terjadi tiga tahun lalu di Kelurahan Jatinegara, Cakung, Jakarta Timur. Saat itu, seorang pekerja jasa sedot WC tewas saat melakukan pembongkaran septictank milik Agus.

Dijelaskan Zahrowi lebih lanjut, informasi sementara hasil penelitian menunjukkan dalam ruangan septictank tersebut terdapat kandungan gas metana (hidrokarbon/CH4) dan amoniak (NH3).

“Jadi ada bau belerang dan kepulan asap putih yang beredar di sekitarnya. Untuk itu disimpulkan segera dilakukan pendalaman lebih lanjut,” jelas Zahrowi.

Kejati Jateng Beri Keterangan Resmi Soal Berita Penculikan dan Penganiayaan Pengusaha AH

Provinsi yang Perlu Wapadai Potensi Bencana Hidrometeorologi: Aceh, Kepri, Sumut, dan Kalbar

Sebagaimana diketahui, gas metana – yang sebenarnya juga terdapat pada lambung manusia dalam ukuran normal – merupakan gas yang mudah terkabar dan dibakar bila tercampur udara (oksigen/O2).

Mengingat bahayanya itu, imbuh Zahrowi, pihak keamanan yang terlibat penanganan kasus tersebut melarang sementara publik untuk menyalakan api dan bentuk perapian apa pun disekitar lokasi.

“Itu sebagai tindakan pencegahan untuk keselamatan warga oleh tim BPBD dan aparat keamanan lainnya. Selanjutnya kita tunggu hasil akhir dari penelitian tersebut,” pungkas Zahrowi. (fin)***

Berita Terkait

Kebakaran Hutan Sumatra Meningkat: Ancaman di Musim Kemarau
Cuaca Ekstrem Indonesia: Banjir, Angin Kencang, Kekeringan
Status Awas Gunung Lewotobi: Radius Bahaya Kini Capai 8 Kilometer
Akselerasi Sertifikasi Kompetensi, BNSP Fokus pada Pelayanan Prima bagi Masyarakat
Para Mursyid Thoriqoh Hadiri Istighotsah Akbar Nahdlatul Aulia
Kamaruddin Simanjuntak Sebut Dakwaan Jaksa Penuntut Umum Prematur, Kabur dan Tidak Cermat
Dakwaan Jaksa Penuntut Umum Terhadap Muraker Lumban Gaol Dinilai Cacat Formil dan Materiil
Kamaruddin Simanjuntak Minta Majelis Hakim Batalkan Dakwaan JPU di Persidangan Muraker Lumban Gaol

Berita Terkait

Selasa, 15 Juli 2025 - 08:07 WIB

Kebakaran Hutan Sumatra Meningkat: Ancaman di Musim Kemarau

Senin, 14 Juli 2025 - 11:53 WIB

Cuaca Ekstrem Indonesia: Banjir, Angin Kencang, Kekeringan

Kamis, 19 Juni 2025 - 09:41 WIB

Status Awas Gunung Lewotobi: Radius Bahaya Kini Capai 8 Kilometer

Sabtu, 14 September 2024 - 18:53 WIB

Akselerasi Sertifikasi Kompetensi, BNSP Fokus pada Pelayanan Prima bagi Masyarakat

Senin, 25 September 2023 - 06:44 WIB

Para Mursyid Thoriqoh Hadiri Istighotsah Akbar Nahdlatul Aulia

Berita Terbaru