Pentagon: Laporan Media Soal Fasilitas Mata-Mata China di Kuba 'Tidak Akurat'

- Pewarta

Jumat, 9 Juni 2023 - 13:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Pentagon mengatakan laporan yang menyebut bahwa China dan Kuba telah mencapai pakta rahasia yang memungkinkan China membangun fasilitas penyadapan elektronik di negara kepulauan yang hanya berjarak 160 kilometer dari Amerika Serikat itu “tidak akurat.”

“Saya dapat memberi tahu kalian, berdasarkan informasi yang kami miliki, [laporan] itu tidak akurat. Kami tidak tahu bahwa China dan Kuba membangun jenis stasiun mata-mata apa pun,” kata sekretaris pers Pentagon, Brigadir Jenderal Pat Ryder, kepada wartawan di markas militer Amerika pada Kamis (8/6).

Menurut berbagai laporan, yang pertama kali muncul di surat kabar Wall Street Journal dengan mengutip pejabat intelijen yang tidak disebut namanya, China setuju membayar Kuba, yang tengah mengalami kesulitan keuangan, senilai miliaran dolar untuk membangun fasilitas mata-mata, yang akan memungkinkan China mengumpulkan komunikasi elektronik dari seluruh  wilayah Amerika Serikat bagian tenggara, di mana banyak pangkalan militer berada.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ryder menambahkan, Pentagon tidak mengetahui China membangun pangkalan militer apa pun di Kuba atau di tempat lain di kawasan itu.

Namun, ia memperingatkan bahwa hubungan antara Kuba dan China adalah sesuatu yang terus dipantau Pentagon. Juga, segala jenis “aktivitas pemaksaan atau aktivitas agresif” yang dilakukan oleh China di Belahan Barat.

Seorang pejabat senior Gedung Putih juga menggambarkan berbagai laporan media itu sebagai sesuatu yang “tidak akurat.”

Ketika ditanya mengenai laporan tersebut, seorang juru bicara Kedutaan Besar China di Washington mengatakan kepada Reuters, “Kami tidak mengetahui tentang hal itu, dan kami tidak berkomentar apapun saat in.” [ka/lt]
[ad_2]

Berita Terkait

Melalui Penyelesaian Sengketa WTO, Tiongkok Ajukan Gugatan Terhadap Amerika Serikat Masalah Tarif
Bukan Konfrontasi, Tiongkok Siap Bekerja Sama dengan Pemerintahan Presiden AS Donald Trump
Tak Tersedia Lagi di App Store dan Google Play Store di AS, Penguman Resmi Aplikasi Asal Tiongkok Tiktok
Menlu RI Sugiono Lakukan Pertemuan Bilateral dengan Menlu Malaysia Mohamad Hasan, Ini yang Dibahas
Proyeksi Pertumbuhan Perekonomian Tiongkok pada 2024 dan 2025 Meningkat, Kata Goldman Sachs
Kerja Sama BNSP dan KBRI di Tokyo: Indonesia dan Jepang Optimalisasi Tenaga Kerja
Hong Kong Kurangi Partisipasi Masyarakat dalam Pemilu
Reuters akan Gugat Turki atas Larangan terhadap Artikel Mereka

Berita Terkait

Jumat, 11 April 2025 - 07:26 WIB

Melalui Penyelesaian Sengketa WTO, Tiongkok Ajukan Gugatan Terhadap Amerika Serikat Masalah Tarif

Selasa, 21 Januari 2025 - 11:12 WIB

Bukan Konfrontasi, Tiongkok Siap Bekerja Sama dengan Pemerintahan Presiden AS Donald Trump

Senin, 20 Januari 2025 - 11:17 WIB

Tak Tersedia Lagi di App Store dan Google Play Store di AS, Penguman Resmi Aplikasi Asal Tiongkok Tiktok

Senin, 20 Januari 2025 - 10:23 WIB

Menlu RI Sugiono Lakukan Pertemuan Bilateral dengan Menlu Malaysia Mohamad Hasan, Ini yang Dibahas

Selasa, 15 Oktober 2024 - 13:44 WIB

Proyeksi Pertumbuhan Perekonomian Tiongkok pada 2024 dan 2025 Meningkat, Kata Goldman Sachs

Berita Terbaru