Perusahaan China Buka Tambang Litium Raksasa di Zimbabwe

- Pewarta

Kamis, 6 Juli 2023 - 13:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sebuah perusahaan pertambangan asal China resmi membuka pabrik pemrosesan litium bernilai $300 juta, pada Rabu (5/7), di Zimbabwe, yang memiliki salah satu cadangan logam terbesar di dunia. Permintaan akan logam di dunia tengah melonjak mengingat material tersebut digunakan dalam baterai mobil listrik.

Zimbabwe memiliki cadangan litium terbesar di Afrika dan dalam beberapa tahun terakhir telah menarik investor mineral baterai dari Kanada, Inggris, dan Australia, meskipun China tetap menjadi investor yang dominan.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Litium adalah mineral masa kini dan masa depan, oleh karena itu manfaat dan penambahan nilainya oleh kehadiran Prospect Lithium Zimbabwe akan meletakkan negara kami sebagai pemain baru dan bersaing dalam rantai litium dunia, di seluruh dunia,” ujar Emmerson Mnangagwa, Presiden Zimbabwe.

Pabrik yang dibuka oleh Prospect Lithium Zimbabwe, anak perusahaan dari Zhejiang Huayou Cobalt di China, memiliki kapasitas untuk memproses 4,5 juta metrik ton litium batu padat menjadi konsentrat untuk ekspor per tahun, kata Mnangagwa.

Presiden Mnangagwa hadir untuk pembukaan resmi pabrik yang luas di Goromonzi, sekitar 80 kilometer tenggara ibu kota Zimbabwe, Harare.

Litium adalah komponen penting untuk baterai kendaraan listrik. Untuk menambah pemasukannya, Zimbabwe pada tahun lalu memberlakukan larangan ekspor bijih litium mentah. Negara di Afrika itu mengikuti langkah yang diambil Indonesia dan Chili yang berusaha menambah pemasukan mereka dari litium, kobalt dan nikel dengan mengharuskan perusahaan tambang untuk berinvestasi secara lokal dalam memurnikan dan memproses material sebelum mereka dapat mengekspornya.

Deputi general manager Prospect Lithium Zimbabwe, Trevor Barnard mengatakan, perusahaan menargetkan untuk memulai produksi dengan memproses 450.000 ton konsentrat setiap tahun. Konsentrat tersebut akan diproses lebih lanjut menjadi baterai litium di luar Zimbabwe. [ps/jm/rs]

[ad_2]

Berita Terkait

Pajak Bangunan Jadi Andalan PAD, Digitalisasi Jadi Penentu Kunci
Galeri Foto Pers Efektif Tingkatkan Kredibilitas Dan Kepercayaan Publik
CSA Index Agustus 2025 Jadi Bukti Kepercayaan Pasar yang Kembali Stabil
Hillcon Equity Divestasi Premium, Porsi Kepemilikan Tetap Kuasai Mayoritas
Diplomasi Tarif RI-AS: Dari Penurunan 19 Persen ke Peluang Pasar Lebih Luas
Keluar dari Bayang-Bayang Singapura, Pemerintah Indonesia Ambil Langkah Besar Soal Importasi BBM
Lonjakan CSA Index Jadi Penanda Kuat Keyakinan Investor atas Fondasi Ekonomi RI
Jangan Hanya Bersandar kepada Kekuatan Ekonomi Eksternal, Danantara Hadir di Waktu yang s Tepat

Berita Terkait

Rabu, 27 Agustus 2025 - 06:47 WIB

Pajak Bangunan Jadi Andalan PAD, Digitalisasi Jadi Penentu Kunci

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:08 WIB

Galeri Foto Pers Efektif Tingkatkan Kredibilitas Dan Kepercayaan Publik

Selasa, 12 Agustus 2025 - 14:14 WIB

CSA Index Agustus 2025 Jadi Bukti Kepercayaan Pasar yang Kembali Stabil

Selasa, 12 Agustus 2025 - 11:03 WIB

Hillcon Equity Divestasi Premium, Porsi Kepemilikan Tetap Kuasai Mayoritas

Sabtu, 9 Agustus 2025 - 07:59 WIB

Diplomasi Tarif RI-AS: Dari Penurunan 19 Persen ke Peluang Pasar Lebih Luas

Berita Terbaru