Perusahaan-perusahaan Asing di China Tuntut ‘Kejelasan’ Berbisnis

- Pewarta

Selasa, 23 Mei 2023 - 19:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perusahaan-perusahaan asing di China tidak yakin tentang apa yang boleh mereka lakukan setelah adanya penggerebekan polisi terhadap perusahaan-perusahaan konsultan dan menginginkan “kejelasan yang lebih pasti” tentang bagaimana aturan keamanan nasional yang baru diperluas dan aturan-aturan lain akan ditegakkan, kata sebuah kelompok bisnis asing, Selasa (23/5).

Kamar Dagang Inggris di China mengatakan survei terhadap para anggotanya menemukan bahwa mereka lebih optimistis setelah pencabutan kontrol antivirus pada bulan Desember yang memblokir sebagian besar perjalanan masuk dan keluar dari China. Mereka ingin berinvestasi tetapi menunggu langkah-langkah pemulihan kepercayaan dan kepastian di China di tengah ketegangan dengan Eropa dan Washington serta rencana pemerintah China untuk mempromosikan kemandirian ekonomi.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Jika ada kejelasan yang lebih besar dan kepastian yang lebih besar, maka kami yakin perusahaan-perusahaan akan berkomitmen lebih banyak ke China,” kata ketua kelompok bisnis itu, Julian MacCormac, pada konferensi pers. Sekitar 70% perusahaan, katanya, “benar-benar menunggu untuk melihat” bagaimana kondisi berkembang sebelum mengambil tindakan.

Pemerintah Presiden Xi Jinping mengatakan perusahaan-perusahaan asing disambut baik dan ia berusaha mendorong mereka untuk berinvestasi lebih banyak. Namun, perusahaan-perusahaan itu gelisah karena adanya perluasan aturan keamanan nasional dan aturan-aturan lainnya dengan hanya sedikit penjelasan. Apalagi, pemerintah China juga mempromosikan kemandirian ekonomi, yang kadang-kadang memanfaatkan subsidi dan hambatan pasar sehingga menegangkan hubungan dengan Uni Eropa, Washington, dan mitra dagang lainnya.

Pada hari Minggu, pemerintah melarang penggunaan produk dari pembuat cip memori terbesar AS, Micron Technology Inc., untuk komputer-komputer yang menangani informasi sensitif. Pemerintah mengatakan Micron memiliki kelemahan keamanan tetapi tidak memberikan penjelasan.

Perusahaan-perusahaan asing gelisah setelah polisi menggerebek kantor dua perusahaan konsultan, Bain & Co. dan Capvision, dan firma uji tuntas, Mintz Group. Pihak berwenang tidak memberikan penjelasan. Mereka mengatakan perusahaan-perusahaan asing wajib mematuhi hukum tetapi tidak memberikan indikasi kemungkinan pelanggaran.

Kamar Dagang Inggris mewakili sekitar 650 perusahaan, banyak dari mereka di bidang keuangan, konsultasi, dan industri jasa lainnya yang mungkin terpengaruh oleh pembatasan yang lebih ketat tentang informasi apa yang dapat dikumpulkan di China dan bagaimana informasi tersebut dapat digunakan dan disimpan. [ab/uh]

[ad_2]

Berita Terkait

SapuLangit Media Center Luncurkan 5 Media Online Baru, Fokus Berita Kesehatan, Pariwisata dan Lingkungan Hidup
Pajak Bangunan Jadi Andalan PAD, Digitalisasi Jadi Penentu Kunci
Galeri Foto Pers Efektif Tingkatkan Kredibilitas Dan Kepercayaan Publik
CSA Index Agustus 2025 Jadi Bukti Kepercayaan Pasar yang Kembali Stabil
Hillcon Equity Divestasi Premium, Porsi Kepemilikan Tetap Kuasai Mayoritas
Diplomasi Tarif RI-AS: Dari Penurunan 19 Persen ke Peluang Pasar Lebih Luas
Keluar dari Bayang-Bayang Singapura, Pemerintah Indonesia Ambil Langkah Besar Soal Importasi BBM
Lonjakan CSA Index Jadi Penanda Kuat Keyakinan Investor atas Fondasi Ekonomi RI

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 06:55 WIB

SapuLangit Media Center Luncurkan 5 Media Online Baru, Fokus Berita Kesehatan, Pariwisata dan Lingkungan Hidup

Rabu, 27 Agustus 2025 - 06:47 WIB

Pajak Bangunan Jadi Andalan PAD, Digitalisasi Jadi Penentu Kunci

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:08 WIB

Galeri Foto Pers Efektif Tingkatkan Kredibilitas Dan Kepercayaan Publik

Selasa, 12 Agustus 2025 - 14:14 WIB

CSA Index Agustus 2025 Jadi Bukti Kepercayaan Pasar yang Kembali Stabil

Selasa, 12 Agustus 2025 - 11:03 WIB

Hillcon Equity Divestasi Premium, Porsi Kepemilikan Tetap Kuasai Mayoritas

Berita Terbaru