Flag pattern adalah salah satu pola yang terbentuk akibat perubahan harga pada aset-aset keuangan, seperti forex, saham maupun aset crypto. Sesuai dengan namanya, apabila titik-titik harga tertinggi dan titik-titik harga terendah disambungkan, pola yang terbentuk mirip dengan gambar bendera.

Menurut Gordon Scott dalam laman Investasipola ini terbentuk karena dalam jangka pendek ada kemungkinan harga akan bergerak ke arah yang berlawanan dengan trend yang berlaku sebelumnya. Hal ini bisa terjadi karena pasar sedang mengalami konsolidasi sebentar. Disebut dengan pola bendera, karena bentuk ini mengingatkan trader pada bendera yang terpasang di tiang. Pola ini terdiri dari dua jenis, yaitu bendera bullish dan bendera beruang.

Meskipun relatif sederhana dan mudah diidentifikasi, namun terbentuknya pola ini dapat mengindikasikan perubahan atau keberlanjutan trend harga aset tersebut di masa depan. Mari kita simak pembahasan lengkapnya berikut ini:

Bendera Pola Bullish

Pola bullish flag adalah pola harga berbentuk bendera yang terbentuk setelah adanya trend kenaikan harga. Pada awal terbentuknya pola ini, volume trading akan mengalami penurunan, namun seiring waktu berjalan volume kembali naik dan pada akhirnya mengalami breakout.

Hal tersebut terjadi karena setelah kenaikan harga jangka panjang, tekanan jual mulai menguasai pasar, sehingga harga aset pada awalnya akan menurun. Namun sebelum harga menembus garis support, ternyata tekanan beli dari trader kembali dan mendorong harga ke atas.

Secara garis besar, pola ini menunjukkan adanya keberlanjutan (kelanjutan) dari trend yang telah ada sebelumnya. Bullish flag dapat berbentuk seperti kotak persegi panjang yang menurun ke bawah, atau kotak persegi panjang yang relatif datar tergantung dengan kondisi pasar pada waktu itu. Perlu diketahui bahwasanya dua garis yang membentuk flag pattern cenderung bergerak membentuk persegi panjang, alih-alih membentuk segitiga, sebagaimana pola panji.

Contoh Bendera Bullish

Contoh pola bendera bullish
Gambar 1: Contoh bullish flag pattern (Sumber: DailyFx)

Dalam gambar di atas terlihat bahwasanya harga aset tersebut sempat mengalami kenaikan cukup tajam (flag pole), sebelum akhirnya mengalami fase konsolidasi. Dalam fase konsolidasi tersebut, volume perdagangan tampak cukup menurun begitu pula dengan pergerakan harga.

Pola bullish flag akan terbentuk jika garis resistance dan support bergerak ke arah yang sama dan memiliki tingkat kemiringan yang sama pula sehingga tidak membentuk segitiga. Dalam gambar di atas misalnya, garis resistance dan support sama-sama turun dan tingkat kemiringannya tidak jauh berbeda.

Pola Bendera Bearish

Kebalikan dari pola bullish flag adalah pola bearish flag. Pola bearish flag adalah pola harga berbentuk mirip bendera yang menunjukkan adanya potensi penurunan harga. Pola ini didahului dengan adanya trend penurunan harga dalam jangka panjang yang sempat mengalami konsolidasi.

Artinya, setelah menurun sekian lama, buying pressure mulai mengambil alih pasar, sehingga harga dan volume aset tersebut mulai menunjukkan kenaikan (awal pola). Namun, kenaikan harga dan volume tersebut tidak berlangsung lama karena tekanan jual akan mengambil alih dan harga aset tersebut kembali menurun (akhir pola).

Pada pola bearish flag, garis resistance dan support akan tampak naik dengan kemiringan yang sama, sebelum akhirnya menurun kembali. Untuk lebih jelasnya, mari kita lihat gambar berikut ini:

Contoh Bendera Bearish

Contoh pola bendera bearish
Gambar 1: Contoh bearish flag pattern (Sumber: DailyFx)

Pada gambar di atas terlihat bahwasanya setelah mengalami trend penurunan panjang dalam beberapa waktu, harga aset tersebut sempat mengalami kenaikan sedikit, sebelum pada titik tertentu akhirnya menurun terus.

Apakah Bearish Flag Bisa Menjadi Bullish dan Sebaliknya?

Seperti yang telah disebutkan di atas, umumnya flag pattern terbentuk ketika pasar sedang mengalami konsolidasi. Artinya pada fase ini buying dan selling pressure relatif sama-sama kuat, sehingga tidak menutup kemungkinan pada akhir pola yang terbentuk bukan kelanjutan dari trend harga yang ada sebelumnya dan justru malah berbalik. Selain itu, trader juga tidak tahu kapan pola ini akan terbentuk sempurna.

Kekurangan lain dari pola ini adalah fakta bahwa pola ini merupakan indikator tertinggal. Artinya, pergerakan harga sebuah aset baru bisa diidentifikasi sebagai flag pattern ketika polanya sudah terbentuk dengan sempurna. Oleh sebab itu, Anda harus trading menggunakan pola ini dengan hati-hati supaya tidak salah langkah.

Cara Trading Menggunakan Pola Bullish & Bearish Flag

Pintu masuk

Mulai membuka posisi saat pasar sedang mengalami konsolidasi (sideways) sangat berisiko karena rawan munculnya sinyal palsu. Oleh sebab itu, sebaiknya Anda menunggu hingga terbentuknya terobosan palsu (untuk bearish pattern) dan kerusakan palsu (untuk bullish pattern) untuk membuka posisi beli.

Menargetkan keuntungan

Menentukan target profit dengan menggunakan flag pattern cukup mudah. Pertama, Anda harus menggambar tiang benderanya (tiang bendera) terlebih dahulu. Setelah itu, geser garis tiang bendera yang telah Anda gambar tadi ke kanan hingga menyentuh titik breakout atau breakdown dan buat gambarnya secara paralel. Titik puncak garis itu akan menjadi titik target profit Anda (jika bullish flag), dan titik dasar garis tersebut akan menjadi target profit ketika Anda menemui bearish flag.

Secara matematis, target profit Anda dapat ditentukan dengan 3 langkah, yaitu:

  1. Tentukan level harga dasar dan harga tertinggi di flag pole.
  2. Kurangi harga tertinggi dengan harga dasar.
  3. Tambahkan hasil pengurangan di poin kedua dengan level harga breakdown (jika bullish).

Misalnya, harga terendah pada flag pole adalah sebesar 5.000, sementara harga tertingginya Rp6.000 dan breakdown terjadi pada level harga 5.500. Setelah diketahui level harganya, lalu 6.000 dikurangi 5.000. Hasil pengurangan tersebut (1.000) ditambahkan dengan 5.500. Jadi, target harga untuk take profit adalah ketika harga aset tersebut mencapai 6.500.

Hentikan kerugian

Adapun mengenai level stop loss, trader umumnya memasang level ini di beberapa titik di bawah garis resistance. Dengan demikian, ketika trend harga berbalik (tidak bullish lagi), sistem akan secara otomatis menjual aset milik trader tersebut untuk menghindari kerugian yang lebih dalam.

Perbedaan Flag Pattern Dengan Wedges dan Pennant

Terdapat dua pola pergerakan harga yang mirip dengan flag pattern, yaitu pola wedges dan pennant. Ketiga pola ini sama-sama terbentuk dari pergerakan garis support dan resistance harga sebuah aset. Bedanya terletak pada tingkat kemiringan garis tersebut.

Pada flag pattern, tingkat kemiringan kedua garis tersebut relatif sama dan sejajar (tidak miring tajam). Pada pola wedges satu garis terlihat lebih miring dibandingkan dengan garis lainnya, sedangkan pada pola pennant, kemiringan garis relatif sama tapi keduanya terlihat menukik (konvergen) membentuk segitiga sama sisi.

Perbedaan ini perlu diketahui oleh para trader supaya bisa berhati-hati. Pasalnya, pola wedges mengindikasikan adanya potensi reversal, tidak seperti flag pattern maupun pennant.

Mengingat adanya potensi harga tidak bergerak ke arah yang diperkirakan dan pola baru bisa diidentifikasi setelah terbentuk sempurna, maka sebaiknya trader tidak hanya menggunakan pola ini sebagai indikator trading utama (perdagangan grafik telanjang). Sebagai pelengkap, trader dapat menggunakan indikator teknis berbasis statistik atau pola harga lain yang sifatnya lebih ke indikator utama untuk menentukan keputusan trading yang tepat.