Politisi PDI Perjuangan Sarankan BRI Akuisisi Seluruh BPD di Indonesia, Begini Alasannya

- Pewarta

Sabtu, 28 Januari 2023 - 07:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LINGKARIN.COM – Anggota Komisi XI DPR RI Eriko Sotarduga menyarankan agar PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mengakuisisi Bank Pembangunan Daerah (BPD) di seluruh Indonesia sebagai salah satu langkah transformasi bisnis.

Menurutnya, dengan adanya kecanggihan teknologi, maka akan berdampak pada persaingan pemberian kredit akan semakin ketat.

“Konsep dari perbankan ini sudah sangat berubah, dengan adanya teknologi yang luar biasa ini bagaimana nanti persaingan itu? Nanti peer to peer lending bisa semua (memberikan kredit) tidak perlu lagi perbankan.”

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

PDI Perjuangan Persilahkan Anak Bungsu Jokowi Kaesang Pangarep Masuk Partai Bermoncong Putih PDI Perjuangan Ungkap Alasan yang Dorong untuk Terapan Proporsional Tertutup pada Pemilu

“Saya menyarankan Pak Dirut, mengapa BRI tidak mengakuisisi seluruh BPD di Indonesia?” ujar Eriko dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi XI dengan Direktur Utama PT. BRI, Tbk dengan agenda pembahasan kinerja keuangan, di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Selasa 24 Januari 2023.

Politisi Fraksi PDI-Perjuangan ini mengatakan bahwa BRI maupun BPD memiliki pangsa pasar yang sama. Sehingga, sangat memungkinkan untuk diadakan akuisisi dan dilanjutkan dengan mengubah kantor BPD menjadi cabang-cabang BRI.

Menurutnya, jika diakumulasi, aset seluruh BPD di 34 (tiga puluh empat) provinsi berada dalam kisaran Rp1000 triliun dengan hanya beberapa BPD yang tercatat memiliki nilai yang besar.

HUT Megawati Soekarnoputri ke-76, Inilah Doa dan Harapan dari 3 Anak Kandungnya Daftar 9 Menteri yang Hadir dalam Perayaan HUT Megawati Soekarnoputri ke-76

Di sisi lain, ia pun menyinggung resiliensi beberapa BPD yang bermodal kecil dalam menghadapi persaingan ke depan.

“BPD-BPD itu yang modalnya kecil bagaimana bisa bertahan? Mengapa BRI nggak mengakuisisi semua ini? Nanti BRI menjadi bank KUR terbesar di dunia.”

“Lha pangsa (pasar) nya sama. Why not diakuisisi dan kemudian kantor itu menjadi kantor cabang semua dari BRI,” lanjutnya.

Masih Soal Kepuasan Publik dengan Kinerja Jokowi – Ma’ruf, Survei Algoritma: 61,3 Persen Gempa Bumi Magnitudo 4,3 Kembali Guncang Cianjur Jawa Barat Dilaporkan oleh BMKG

Legislator Dapil DKI Jakarta II itu kemudian menegaskan dukungannya untuk memfasilitasi pertemuan BRI dengan para kepala daerah.

Ia memprediksi, para kepala daerah akan menyambut baik hal ini, terlebih banyak daerah yang setiap tahunnya harus memberikan tambahan modal kepada BPD.

Dengan langkah itu, ia optimis aset BRI akan menjadi semakin besar.

Arus Bawah Jokowi Dukung Ganjar Capres 2024 dan Minta Olly Dondokambey Dijadikan Menteri Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono Harus Komunikasikan Program Kerjanya pada Warga

“Apa nanti kita fasilitasi (pertemuan) dengan kepala-kepala daerah? Daripada mereka juga pusing nanti tiap tahun nambahin modal-nambahin modal. Dari mana? Small is beautiful but big is necessary.”

“BRI, Bank Rakyat Indonesia. Yang punya rakyat indonesia yang 270 juta lebih itu. Kalau akuisisi supaya nanti jadi bank digital small-small-small buat apa?” tegas anggota Badan Anggaran DPR RI itu.

Sebelumnya, Anggota Komisi XI DPR RI Kamrussamad sempat memberikan usul yang berbeda.

Nomor 3 Peregangan dan Senam Wajah, Inilah Ini Lima Kebiasaan Sehat Setelah Bangun Tidur Puan Ajak Jadikan Hari Raya Imlek 2023 Sebagai Momentum untuk Jaga Persatuan dan Kesatuan

Politisi Partai Gerindra itu mendorong BRI untuk mengakuisisi bank-bank yang masuk dalam daftar buku satu dan buku dua namun yang memiliki segmentasi pasar tersendiri.

Menurutnya hal itu dapat mengantarkan BRI menjadi kekuatan utama di industri perbankan tanah air.

“BRI mempertimbangkan untuk bisa mengakuisisi sejumlah perbankan, bank yang baik levelnya buku satu, buku dua yang mereka memiliki segmen pasar tersendiri.”

“Supaya BRI betul-betul bisa menjadi kekuatan utama di industri perbankan Indonesia,” ujar anggota dewan dari Dapil DKI Jakarta III itu.

Sebagai informasi, terdapat empat klasifikasi bank berdasarkan besaran modal inti yang kemudian disebut sebagai Bank Buku 1, 2, 3, dan 4.

Bank Buku satu (1) adalah bank dengan nilai modal inti di bawah Rp 1 triliun, sedangkan Bank Buku dua (2) memiliki modal inti di rentang Rp 1 triliun – 5 triliun.

BRI sendiri sebelumnya telah mengakuisisi Bank Agro Niaga pada 2011 lalu yang kemudian menjadi Bank Rakyat Indonesia Agroniaga.

Pada tahun 2021, bank tersebut resmi menahbiskan diri menjadi bank digital dan berganti nama menjadi Bank Raya.***

Berita Terkait

Pajak Bangunan Jadi Andalan PAD, Digitalisasi Jadi Penentu Kunci
Galeri Foto Pers Efektif Tingkatkan Kredibilitas Dan Kepercayaan Publik
CSA Index Agustus 2025 Jadi Bukti Kepercayaan Pasar yang Kembali Stabil
Hillcon Equity Divestasi Premium, Porsi Kepemilikan Tetap Kuasai Mayoritas
Diplomasi Tarif RI-AS: Dari Penurunan 19 Persen ke Peluang Pasar Lebih Luas
Keluar dari Bayang-Bayang Singapura, Pemerintah Indonesia Ambil Langkah Besar Soal Importasi BBM
Lonjakan CSA Index Jadi Penanda Kuat Keyakinan Investor atas Fondasi Ekonomi RI
Jangan Hanya Bersandar kepada Kekuatan Ekonomi Eksternal, Danantara Hadir di Waktu yang s Tepat

Berita Terkait

Rabu, 27 Agustus 2025 - 06:47 WIB

Pajak Bangunan Jadi Andalan PAD, Digitalisasi Jadi Penentu Kunci

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:08 WIB

Galeri Foto Pers Efektif Tingkatkan Kredibilitas Dan Kepercayaan Publik

Selasa, 12 Agustus 2025 - 14:14 WIB

CSA Index Agustus 2025 Jadi Bukti Kepercayaan Pasar yang Kembali Stabil

Selasa, 12 Agustus 2025 - 11:03 WIB

Hillcon Equity Divestasi Premium, Porsi Kepemilikan Tetap Kuasai Mayoritas

Sabtu, 9 Agustus 2025 - 07:59 WIB

Diplomasi Tarif RI-AS: Dari Penurunan 19 Persen ke Peluang Pasar Lebih Luas

Berita Terbaru

Pers Rilis

Jack Technology Luncurkan SmartLink Master di Vietnam

Rabu, 24 Jun 2026 - 05:08 WIB